16.2.17

YANG TERSELUBUNG DALAM TEAM WORK

            BAGI anda yang masih belum mendapatkan manfaat maksimal dari tim kerja yang anda miliki. Atau yang sering merasa gagal atas target-target kerja yang sudah disepakati bersama. Andaipun ada pencapaian prestasi, biasanya tidak bertahan lama. Atau kerjakeras bersama tidak juga menghasilkan keuntungan yang optimal. Atau seringnya muncul permasalahan-permasalahan yang tidak penting. Cobalah petimbangkan faktor yang tidak terlihat dalam kerjasama tim kerja.
Walaupun tim kerja terkumpul dalam satu organisasi, satu bangunan, satu kantor, bahkan kadang satu ruangan kerja, tetapi bisa saja semuanya terasa hambar, kering dan panas. Acapkali ada hal-hal terselubung yang tidak kasat mata yang berpotensi menjadi hambatan besar didalamnya.

PERANG IMPIAN
            Tim kerja yang beranggotakan banyak orang, masing-masing memiliki impian personal. Tetapi bukan berarti tidak ada kesepakatan menuju impian bersama. Impian bersama menjadi sangat penting, karena sangat mungkin impian-impian pribadi itu terjadi atau terwujud jika impian bersama bisa juga terwujud.
            Perang impian terjadi ketika masing-masing individu tidak memiliki impian bersama. Atau impian bersama tidak disadari dan diyakini oleh masing-masing individu.
            Perang impian terjadi ketika masing-masing individu –sesuai fitrahnya—menjadi egois dan hanya mementingkan dirinya sendiri. Indikator dari menguatnya impian individu dan melupakan impian bersama adalah ketika banyak individu yang berhitungatas kontribusinya kepada terwujudnya impian bersama.  Mereka menghitung jam lembur dengan hitungan kerugian yang besar. Berusaha menghindar untuk bekerja lebih dan mereka hanya memilih bekerja untuk bagiannya saja dan jika mungkin agar orang lain saja yang bekerja untuk dirinya sendiri.
            Perang ini terjadi ketika individu bekerja seadanya saja, sekadar terlihat bekerja. Tentang kualitas dan hasil kerja, itu tidak menjadi penting. Perang ini semakin membesar ketika para individu saling curiga dan cemburu atas rezeki dan fasilitas yang didapat pihak lain tanpa berfikir kintribusi apa yang diberikannya.
            Perang impian semakin berbahaya ketika para individu hanya saling menilai pekerjaan orang lain tetapi tidak melihat pekerjaannya sendiri.
            Perang impian ini saling menyabot. Saling menjegal dan saling membunuh. Perang ini datang dari batin-batin yang miskin. Batin-batin yang kelaparan. Mereka adalah orang-orang yang sedang sakit. Mereka meminum racun tetapi berharap orang lain yang mati.

PERANG DOA
            Dalam tataran doa yang paling sederhana saja, para individu yang sedang berperang tadi, bahkan hanya berdoa untuk dirinya sendiri. mereka tidak pernah terfikir bahwa berdoa untuk kepentingan bersama juga penting. Bukankah saling mendoa-kan adalah perilaku mulia yang akan membawa kepada kedamaian dan kemajuan bersama.
Berdoa meminta dukungan dari Yang Maha Kuasa adalah refleksi batin dan pikiran manusia. Bahkan orang-orang bijak percaya, apapun kata-kata dalam batin dan yang tersuarakan dari mulut adalah doa.
            Perang doa terjadi ketika tidak ada kesepemahaman antar individu. Masing-masing hanya sibuk dengan permintaannya masing-masing. Perang doa lebih berbahaya, ketika ada rasa sakit hati dan berharap agar Yang Maha Kuasa membalaskan untuk dirinya.
            Mestinya, semua pihak dalam tim harus saling menguatkan dan bekerjasama dimulai dari tataran doa. Mestinya doa-doa yang terpanjatkan adalah doa-doa yang saling menguatkan.
            Doa-doa yang terpasangkan dan doa-doa yang saling menguatkan akan menghasilkan energy besar. Energy terselubung yang sangat penting untuk kemajuan, kedamaian, keselamatan dan tercapainya tujuan bersama. Silahkan buktikan.
Artikel ni sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 13 Februari 2017 dihalaman 7. Diperbolehkan megcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya

                                                                   Coaching & Pelatihan; tj@cahyopramono.com

10.2.17

REZEKI MASIH SERET? (Tanya Keluarga Anda)

                ANAK saya pernah menyampaikan keluhan kepada kami orang tuanya. Kala itu, ia harus memilih mau kuliah dimana. Ia memilih universitas ternama di Jogjakarta tetapi ibu-nya lebih menyarankan agar ia memilih Universitas Negeri di Medan agar tidak jauh dari keluarga.
                Masing-masing dari mereka memiliki alasan-alasan positif dan mulia. Sambil waktu berjalan, mereka mengadukan harapan dan perbedaan pendapat itu kepada Tuhannya. Mereka menyebut perkara ini dalam doa-doa masing-masing.  Yang lebih dasyat, istri saya lebih bersungguh dengan doa-doanya, ia tambah dengan puasa dan ibadah-ibadah lainnya demi didengar oleh Tuhan semua permintaannya. Merasa kurang yakin bahwa Tuhan mendengar semua bisikan doanya, istri saya melakukan aksi yang lebih maju, ia meminta bantuan kawan-kawan dalam group pengajiannya agar ikut dalam petisi doa kepada Tuhan agar pilihan istri sayalah yang terwujud.
                Beberapa bulan itu, sudah terjadi perang doa di rumah kami.  Anda bisa bayangkan, harmonisasi dalam keseharian kami terganggu dengan perang terselubung. Kami dikumpulkan di rumah yang sama, keseharian yang sama. Bahkan ketika istri saya mengantar anak saya mendaftar ke Universitas pilihannya di Jogjakarta, perang doa itu tidak berhenti.
                Ketika pada akhirnya anak saya lulus di Unversitas pilihan ibunya, si ibu merayakan keberhasilannya dengan senang yang tiada tara. Ia menghubungi semua pasukan doa-nya dan mengucapkan terimakasih.
                Perayaan itu direspon dengan penerimaan pasrah oleh anak saya. Kala itu anak saya mengatakan kepada kami –orangtuanya--, “Bagaimana saya akan menuju cita-cita saya, ketika kita dalam satu keluarga saja tidak sepakat dalam tataran doa?”
                Sebuah pertanyaan sederhana yang mengiatkan saya bahwa tujuan bersama dan tujuan individu dalam keluarga mestinya bisa dikompromikan dan disepakati bersama. Bagaimana mungkin terjadi perjuangan yang mudah untuk mencapai sesuatu jika dalam tataran doa saja kita sudah bertengkar dan perperang? Tuhan saja sudah kita buat bingung dengan keinginan yang tidak sepakat.

Rezeki dan Keluarga
Manajemen bisnis modern mengantarkan kita kepada banyak teori tentang sukses dan cara mencapainya. Tulisan saya sekarang ini adalah salah satu teori tradisional yang layak anda pertimbangkan, setelah semua teori manajemen modern sudah anda laksanakan.
                Dalam konsep manajemen bisnis modern. Anda adalah kunci sukses atas diri anda sendiri. Semua orang bertanggungjawan untuk urusannya masing-masing. Yang terpenting lagi adalah "kualitas pribadi".  Kombinasi antara karakter dan kemampuan diri. Kita dituntut untuk  jujur, profesional, ramah, hormat terhadap orang lain, santun berbicara, memegang kepercayaan dan berikan kontribusi yang besar terhadap orang lain, sehingga kita menjadi pantas untuk mendapatkan imbalan atas perilaku baik tersebut.
                Jika kapasitas diri dalam upaya mencari rezeki Tuhan sudah kita lakukan, dan masih juga belum berhasil, harta yang sulit terkumpul, peluang bisnis yang sering gagal, bisnis sulit berkembang, keuntungan yang hanya cukup untuk berputar, kesilaan yang berkesinambungan dan hilangya rasa bahagia. Coba luangkan waktu untuk menganalisa kualitas hubungan kita dengan orang-orang yang terikat dengan kita dalam keluarga. Mereka adalah pasangan kita, anak-anak kita dan mungkin orang tua kita.
                Apakah ada perang doa dalam keluarga kita? Apakah ada sabotase impian dari pasangan kita?
Semestinya Doa pasangan dan keluarga harusnya saling menguatkan. Mestinya energy pasangan dan keluarga terfokus dan rezeki juga terpasangkan. Hanya Anda dan anggota keluarga yang mengetahuinya.
Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 6 Februari 2016, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya

                                                                   Coaching & Pelatihan: tj@cahyopramono.com

Sejangkauan Tanganmu

MENJADI diskusi panjang dengan beberapa praktisi bisnis tentang kenaikan target hingga 1000 %. Kita tinggalkan friksi pro dan kontra, mungkin dan tidak mungkin. Dalam diskusi kami, saya coba sampaikan hal penting dalam strategi menggapai kenaikan extrim ini.
            Adalah fakta bahwa untuk mencapai sebuah tujuan, akan ada 2 keterlibatan. Yang pertama adalah faktor internal dan yang kedua adalah faktor external. Faktor internal yang terjangkau dan dalam kekuasaan kita serta faktor external yang diluar jangkauan kekuasaan kita.

Dalam Jangkauan
            Untuk mencapai target sebesar apapun. Ada faktor usaha dari pihak kita. Ada juga faktor pihak lain yang ikut menentukan ketercapaiannya.
            Sebutlah anda ingin menjual properti dengan target 20 rumah dalam 1 bulan. Faktor internal yang mempengaruhi adalah ketetapan hati lalu tindakan anda untuk mencapainya.
            Tentang calon pembeli yang bilang mahal, calon pembeli yang belum tertarik, atau calon pembeli yang langsung senang, itu jelas sekali faktor external. Merekalah yang menentukannya –walau bisa dipengaruhi oleh tindakan kita--, bukan kita penentunya.
            Keputusan untuk menemui 10, 15,20 atau 30 orang calon pembeli tiap hari, keputusan untuk menunda kunjungan ke calon pembeli, keputusan untuk melibatkan semua potensi perusahaan dan yang lainnya adalah faktor internal dalam jangkauan dan kekuasaan kita.
            Artinya, siapapun dari kita memiliki kemerdekaan dan keuasaan penuh untuk melakukan apa yang kita rencanakan atau kita sendiri yang membatalkannya.

Tirani Alasan
            Semua orang mau sukses. Semua penjual ingin omzet yang tinggi bahkan sangat tinggi. Permasalahannya adalah sebagian besar dari kita menjajah diri sendiri dengan berbagai alasan logis yang kita ciptakan sendiri hanya untuk membuat kita merasa nyaman ketika kita gagal mencapai impian kita.
            Kita sudah terbiasa untuk menjadi pemimpi ulung. Berkhayal jika kita sukses. tetapi kita juga terbiasa untuk menjadi malas untuk berusaha sedikit untuk mencapai impian kita tersebut.
            Kita terlalu pintar mencari-cari dan menciptakan alasan logis agar kita tidak mengerjakan yang seharusnya kita kerjakan. Kita terlalu biasa memaklumi kegagalan kita karena kurangnya usaha kita. Kita ini pecundang yang mau tampil elegan. Kita sedang menipu diri sendiri.
            Menipu diri sendiri saja sudah masuk kategori kejahatan serius. Belum lagi jika kejahatan kita lakukan atas nama kegagalan diri lalu menyalahkan pihak lain. Kita bisa salahkan dukungan logistik, kita bisa salahkan tim produksi, kita bisa salahkan kendaraan, bahkan kita bisa salakan faktor cuaca yang tak tahu apa-apa.
            Kita bahkan dengan tidak merasa malu, beralasan bahwa kita tidak mengenal calon pembeli. Tidak kenal siapapun di perusahaan yang akan kita tuju. Tidak tahu mau kemana. Sungguh ini alasan yang sangat memalukan. Jika diurut lebih lanjut, itulah alasan yang diucapkan oleh orang-orang yang tidak bersyukur kepada Tuhan. Orang itu sedang melaknat dirinya sendiri.

Kejam Terhadap Keyakinan
            Untuk bisa lepas dari tirani alasan, kita harus memiliki kekejaman kepada diri sendiri. Kekejaman yang bisa menyelamatkan diri ketika pikiran kita mulai merekayasa alasan.
            Liar-nya pikiran kita yang terkesan logis dalam upaya menghindar dari tanggungjawab hanya bisa dilawan dengan kekejaman diri. Ketika kita tidak keras memperlakukan diri kita sendiri, kita akan menjadi korban atas kemalasan diri.
            Diperlukan komitmen dan kesungguhan batin untuk memecut pantat kita agar mau bergerak maju. Bergerak menggapai apapun tujuan kita. Bergerak menggapai target-target bisnis kita.
Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 30 Januari 2017, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya


                                                                   Coaching & Pelatihan; tj@cahyopramono.com

26.1.17

Harapan Dan Cinta

Alkisah, ada 2 orang terpidana yang akan hukum mati oleh seorang raja. Yang pertama merasa putus asa dan pasrah sambil menunggu waktu eksekusi mati. Dia hanya banyak menangis dan menyesali keadaan
            Orang yang kedua merasa belum rela mati dan berpikir keras untuk bisa bebas dari hukuman. Dia mendengar sang raja menyukai kucing. Ia mendapat sebuah ide lalu meminta bertemu raja.
"Apa yang kamu ingin katakan" tanya Raja.
"Wahai tuan Raja, saya tahu tuan menyukai kucing. Saya sebenarnya adalah pelatih kucing professional yang bisa melatih kucing hingga bisa bernyanyi asalkan saya diberi aku waktu dua tahun untuk melatih kucing tersebut". Singkat cerita, Sang Rajapun mengabulkan permintaan itu.
Sesaat menjelang eksekusi orang yang pertama, ia bertanya, "Bagaimana caranya engkau dapat membuat kucing bernyanyi?, bukankah itu mustahil?"
Orang kedua menjawab, "Memang benar, tapi aku masih memiliki waktu dua tahun sebelum aku di eksekusi mati." 
"Dalam waktu dua tahun, aku punya empat kemungkinan; pertama mungkin aku akan meninggal sebelum di eksekusi mati yang pasti lebih baik daripada aku mati dipancung; kedua mungkin saja sang raja yang akan meninggal terlebih dahulu sebelum hari eksekusi mati; yang ketiga bisa jadi sang raja berubah pikiran dan tidak jadi memberikan hukuman eksekusi atau yang terakhir mungkin saja aku memang bisa membuat kucing itu bisa bernyanyi."

HARAPAN
Cuma ini yang bisa membuat sesorang bertahan hidup, berjuang dan berprestasi. Harapan adalah kunci kehidupan. Tanpa harapan, manusia sudah meninggal sebelum ajal.
Semua karya besar dan prestasi manusia terjadi karena adanya harapan. Termasuk harapan untuk hidup layak, sukses bisnis, kemerdekaan finansial dan kemampuan menolong lebih banyak orang.
Jadi, jangan pernah putus berharap. Jangan pernah menyerah dengan tanda-tanda kegagalan temporer. Teruslah bergerak maju. Sebelum benar bisnis anda gulung tikar, sebelum nafas terakhir anda lepas, berharap adalah sebuah kewajiban.
Apapun masalah yang menghantui anda, mulai dari krisis moneter, kenaikan biaya hidup, kenaikan upah pegawai, persaingan pasar yang makin sengit, janganlah pernah putus harapan. Karena harapan adalah doa. Jadilah lebih kuat, lebih baik dan lebih bergairah setiap saat. Harapan Anda adalah kehidupan Anda.

CINTA
           Harapan sebagai doa akan lebih bernilai dan penuh semangat jika ada alasan cinta didalamnya. Cinta yang terbaik adalah memberikan manfaat kepada banyak orang lain. Untuk keluarga, untuk masyarakat, untuk bangsa dan yang pasti karena Tuhan YME.
           Memupuk harapan karena cinta, akan melahirkan karya besar. Akan melahirkan proses penuh kasih sayang. Ada cinta dalam proses produksi, proses memilih dan mengelola pegawai, hingga memperlakukan pelanggan bahkan dalam menghadapi pesaing sekalipun.
           Manajemen yang dibangun dengan cinta semestinya akan lebih mengedapankan nilai manfaat untuk siapapun yang terlibat secara langsung dan tidak langsung.
         Bisnis yang bernafas cinta, tidak meletakkan uang diatas segalanya. Cinta akan meletakkan manusia dan kehidupan sebagai prioritas sebagai refleksi syukur atas karunia dan cinta kasih Yang Maha Kuasa.
          Alasan cinta mendahulukan pelayanan, bantuan, sentuhan dan penghormatan. Alasan cinta akan menghadirkan keajaiban-keajaiban yang mungkin tidak pernah terfikirkan secara logis dikepala manusia.
             Cinta membawa bahagia, bahagia memupuk harapan, harapan menjadikan manusia hidup dan kehidupan penuh cinta adalah surga. Bukan tidak mungkin bisnis terbangun diatas harapan dan cinta. Silahkan buktikan sendiri.
Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 23 Januari 2017, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya


                                                       Coaching & Pelatihan; tj@cahyopramono.com

19.1.17

TULISKAN

            BANYAK pimpinan bisnis yang mengeluh capek menghadapi bawahannya. Mereka merasa sudah bolak balik membuat berbagai rapat, tetapi peningkatan kinerjanya sangat lambat. Yang lebih menyedihkan adalah, banyak poin yang dibicarakan dan diputuskan dalam rapat/briefinig tersebut adalah hal lama yang sudah berulangkali dibahas.
            Berulang kali membahas masalah yang sama dan setelah sekian waktu, si pemimpin merasa frustasi. Rasanya dialog dalam rapat tiada lagi ada gunanya. Selanjutnya si pemimpin hanya bisa menggunakan satu-satunya senjata yang tersisa; marah.
           Kesimpulannya negative; bicara baik-baik dalam rapat tidak ada gunanya. Pimpinan merasa bahwa hanya dengan marah, semuanya baru bisa berjalan.
         Filosofi kerja yang yang terjadi menjadi terbalik. Yang semestinya bawahan digaji untuk memudahkan pekerjaan atasan, tetapi yang terjadi sebenarnya adalah; para pemimpin merekrut dan menggaji bawahan agar si bawahan menyuruh atasannya untuk tiap hari mengingatkan bawahannya tersebut.
           Suanana kerja penuh dengan amarah dan kebencian. Si atasan Lelah dan frustasi dan si bawahan merasa tidak berarti dan merasa semakin bodoh.

ALAT BANTU
            Beberapa kali sesi coaching saya menemukan kasus diatas. Dengan pendalaman lebih lanjut, ternyata ada hal-hal sederhana yang tidak dilakukan oleh tim kerja tersebut.  Saya menyebutnya alat bantu kerja.
            Kebanyakan kasus tersebut terjadi karena semuanya menggunakan lisan saja. Ketika rapat menghadapi masalah atau merencanakan sesuatu, Si pimpinan dan bawahan larut dalam percakapan yang tidak membumi.
            Mau ini, mau itu, rencana ini, rencana itu dan masih banyak lagi. Semuanya dibicarakan secara lisan. Tidak ada yang menuliskan sebagai alat bantu untuk mengingatkan semua tim kerja tentang poin-poin kesepakatan tersebut.
            Ada banyak alat bantu kerja. Kali ini saya ingin membahasa salah satunya yaitu pencatatan.

TERTULIS
            Alat bantu kerja yang tertulis ada banyak bentuknya. Dalam hal rapat, alat bantu tertulis yang diperlukan adalah semacam risalah/minute rapat.
            Ada banyak versi bentuk risalah rapat. Tetapi apapun itu silahkan pilih yang paling efisien dan efektif.
Risalah rapat, intinya harus menyebutkan; nama rapat, siapa yang hadir, siapa yang tidak hadir, jam dan durasi rapat, da nisi rapatnya. Dalam hal isi rapat, inti yang penting harus disebutkan adalah jawaban atas pertanyaan ini; apa, siapa, kapan, bagaimana, berapa dan dimana.
Jangan terjebak dalam format risalah seperti risalah untuk keperluan legal/hukum dimana semua kata yang terucap harus dituliskan. Itu sangat memakan energy dalam menuliskannya apalagi membacanya. Jangan sampai alat bantu malah menjadi beban tambahan.
Menuliskan risalah rapat internal, pada bagian masing-masing peserta (siapa) cukup kata-kata pendek. Misalnya; “Peserta rapat sepakat agar bagian penjualan akan merencanakan harga promosi untuk awal tahun ajaran baru yang akan diselesaikan paling lambat tanggal 20 januari 2017”. Kalimat itu terdiri dari 24 kata, sangat panjang dan bertele-tele. Jadi dalam risalah, cukup ditulisa pada kolom peserta(bagian penjualan); “harga promo” (hanya 2 kata).  Lalu pada bagian tenggat waktu tulisakan “20/01/17”. Toh, semua peserta tahu apa yang dimaksud dengan “harga promo” dan “20/01/17”.
Risalah seperti ini cukup 1 halaman untuk detail kerja seluruh bagian.

PENGINGAT
            Risalah dibagikan kepada semua peserta rapat dan dijadikan alat pengingat oleh semua peserta rapat.
            Ingatkan bawahan dalam bentuk bertanya kepada masing-masing bawahan secara langsung di luar rapat.
            Dalam rapat lanjutan, tak usah bicarakan poin-poin yang belum masuk ke tenggat waktu.

                                                           Coaching & Pelatihan; tj@cahyopramono.com

Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 16 Januari 2017, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkannya dengan selalu menyebutkan sumbernya

10.1.17

NAIK 1000%

Tahun 2017 sudah terlewati beberapa hari. Sebagian besar dari kita masih terkena sindrom liburan akhir tahun. Sebagian dari kita masih merasa punya waktu yang cukup untuk sekali lagi membuat rencana aksi tahun ini. Masih saja ada diantara kita yang terlena dalam fatamorgana waktu; Kita masih merasa bahwa tahun ini masih panjang dan cukup waktu untuk merencanakan capaian yang akan kita tuju.
            Tidak cukupkah pergantian hari menjadi bukti dan membuka mata kita untuk bangun dari kenyataan bahwa sebenarnya pertempuran hidup dan mati sudah dimulai. Tidakkah terlihat diluar sana para pesaing sudah lebih dahulu bangkit. Tidakkah kita menyadari bahwa “aksi menunda” kita tiap hari adalah langkah bodoh dengan menyia-nyiakan waktu?

NAIK BERAPA?
            Ini pertanyaan mendasar yang harusnya sudah kita jawab pada akhir taun yang lalu. Sehingga begitu matahari terbit di hari pertama tahun ini, kita tidak lagi berfikir kenaikan omzet berapa yang ingin kita capai.
            Sementara itu, kepada anda pribadi, apakah pertanyaan “Naik berapa?” sudah bisa terjawab? Apakah jawabannya sudah ada lengkap dengan strategi mencapainya? Atau anda masih berfikir? Jika anda masih berfikir, segeralah selesaikan buang-buang waktu anda. Segera putuskan. Ada kalanya anda tidak perlu khawatir dengan apapun yang anda putuskan, anda hanya perlu berani membuat keputusan segera.
            Lalu, pertanyaannya adalah, jika anda mematok target yang sama dengan tahun yang lalu, sungguh anda sebenarnya sedang merugi, karena sujatinya; nilai uang kita terus jatuh menurun setiap hari sebagai efek dari konsep ekonomi yang berdasar riba.
            Jika anda mematok kenaikan omset hanya 10%, sungguh anda tidak sedang maju kemanapun, karena setidaknya nilai inflasi berkisar di angka 7%.
            Jika anda mematok kenaikan hanya 20% - 30%, saya yakin anda sebenarnya, sedang menenangkan diri dan bermanja-manja untuk tidak bekerja lebih serius.

1000 %
            ini waktunya untuk anda mematok kenaikan yang tidak biasa. Ini waktunnya anda menantang rejeki dan cobaan yang layak anda dapatkan dari Tuhan. Secara sederhana, Tuhan tidak akan memberikan sesuatu ketika seseorang tidak sangup menanggungnya.
Kenaikan 1000 % bukan khayalan atau impian. Kenaikan 1000 % sangat logis untuk dicapai jika anda benar dalam mencari dan melakukannya. Saya sudah bertemu dan membuktikan banyak bisnis yang sanggup mencapai angka itu bahkan jauh lebih banyak lagi.
10, 100, atau 1000 hanyalah sebuah angka. Tidak bermakna apapun. Tetapi angka 1000% bisa jadi anda respon dengan sangat negative. Ada sebagian dari anda yang langsung menganggap angka 1000% sangat tidak masuk akal dan menakutkan.

BERSUNGGUH

            1000% akan menjadi sesuatu yang positif jika anda merespon dengan positif. 1000% bukan mustahil. 1000% hanyalah faktor pikir dan keberanian diri untuk melawan keterbatasan diri.
            Syarat mudah untuk mencapai lonjakan target tersebut sudah saya singgung dalam beberapa tulisan yang lalu. Baiknya saya ulangi lagi;
            Pertama adalah, jadikan kenaikan 1000% tersebut adalah sebuah ancaman bagi anda. Karena tanpa kenaikan tersebut, anda dalam posisi tidak beruntung dan hanya cenderung merugi waktu.
            Yang kedua, lakukan aksi-aksi menantang yang dulunya bisa jadi anda khawatirkan. Lakukan aksi yang ‘gila’ dan tidak biasa untuk mencapai angka 1000%.
            Ketiga, bebaskan diri dari tirani alasan. Jangan mau diperbudak alasan. Ada 7juta alasan logis untuk membuat anda tidak bergerak maju.
            Yang keempat; tagih janji dan rencana anda secara brutal. Dan yang terakhir, kejamlah dengan keyakinan diri. Lawan diri sendiri; Jika tidak kejam, andalah yang akan jadi korban.
            Selamat mencoba.
Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 9 Januari 2017, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya


                                                                   Coaching & Pelatihan; tj@cahyopramono.com

20.12.16

SENTIMEN

              KONON, kini terjadi penurunan tajam atas penjualan sebuah produk roti yang diproduksi secara besar di Indonesia. Menurut kabar angin, penurunan itu terjadi serta-merta setelah pihak manajemen produsen roti tersebut mengeluarkan statemen bahwa mereka tidak terlibat dalam sebuah aksi masal tertentu. Tambahan pernyataan sikap manajemen produsen roti tersebut malah menjadi kontra produktif. Singkatnya, bagi sebagian besar konsumen mereka, pernyataan itu bukan lagi dianggap bersikap netral, tetapi malah menuding pelaku aksi masal tersebut dengan posisi yang tidak menyenangkan.
                Itulah sikap pasar, itulah sikap konsumen. Pasar bisa saja bereaksi sangat keras terhadap sikap produsen/penjual. Saya menyebutnya dengan Sentimen.

SENTIMEN
                Pada Kamus bahasa Indonesia, kata sentimen/sen•ti•men/ /séntimén/  adalah pendapat atau pandangan yang didasarkan pada perasaan yang berlebih-lebihan terhadap sesuatu (bertentangan dengan pertimbangan pikiran) atau emosi yang berlebihan, bisa juga berarti iri hati; tidak senang; dendam.
              Sejarah membuktikan bahwa Sentimen konsumen terbukti sudah menjatuhkan banyak produk dan merusak pasar.   
   Pada suatu ketika di tahun 90-an, ada sebuah produsen biskuit yang merasakan efek sentiment konsumen yang sangat merugikan, konon gara-gara satu produksinya ter-isu-kan mengandung lemak babi, maka produk tersebut langsung tidak laku di pasaran. Yang lebih sial lagi, ratusan produk lain dalam groupnya merasakan hal yang sama. tidak laku.
               Sentimen konsumen tidak bekerja dalam alur logika sederhana. Mereka tidak perduli kualitas produk. Mereka kadang tidak perduli dengan harga. Mereka hanya ingin memuaskan perasaan mereka.

SIMPATI
             Memanfaatkan momen, kondisi dan situasi sentiment konsumen, sejarah juga membuktikan banyak suksesnya sebuah produk.
                Ketika pasar rindu akan produk yang berbau religi, muncullah sebuah mie instant dengan merek yang terdengar seperti bahasa arab. Mie instant ini sempat menikmati suksesnya beberapa waktu hingga kemudian terbongkar fakta bahwa pemiliknya bukan seperti yang pasar sangkakan pada awalnya.
                Ketika banyak pertanyaan tentang kandungan alkohol dalam proses pembuatan kue tradisioanal di kota medan, muncullah sebuah merek kue yang meraup sukses hingga saat ini.  Nama mereknya seperti nama seorang muslimah dengan embel-embel kata “hajah” didalam kemasannya. Bukan itu saja, pada waktu peluncurannya, pengusaha kue tersebut menyampaikan kepada publik bahwa kue buatannya tidak menggunakan alkohol. Belum lagi para petugas penjualannya menggunakan atribut muslim seperti jilbab bagi yang perempuan.

MUSUH KONSUMEN
                Berposisi berlawanan dengan sikap dan perasaan konsumen secara terbuka mungkin harus dipertimbangkan secara masak-masak sebelum dilakukan.
                Kita harus mempertimbangkan, apakah kita akan mencari keuntungan bisnis atau sekedar memuaskan perasaan kita.
                Melalui media massa, produsen roti tersebut diatas bisa saja mencoba memperbaiki situasi dan menyampaikan bahwa mereka tidak menghadapi masalah apapun sehubungan pernyataan mereka. tetapi pada saat yang bersamaan, masyarakat juga melihat secara langsung bagaimana bertumpuknya produk roti mereka yang tidak laku digerai-gerai tempat mereka menjualnya.
                Kini, sudah terbukti kehebatan media massa tidaklah bisa mengalahkan arus informasi melalui media sosial di internet. Konsumen sudah semakin sulit kita kendalikan dengan media tradisional. Dan publik kini tahu bahwa media massa tradisional bisa ‘dipesan’ oleh pemilik kepentingan dan berkuasa.
                Demikian juga pedagang kue yang mecoba mengikuti gaya jualan ala muslim yang sudah sukses di seberang toko-nya. Mereka membuat embel-embel kata “Haji” dan mewajibkan pegawai yang perempuan menggunakan hijab, tetap saja pasar sudah tahu bahwa ia hanya mengekor, tidak genuine, tidak original.
Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 19 Desember 2016, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya.

                                                              Coaching & Pelatihan; tj@cahyopramono.com

8.12.16

PENGUNGKIT BISNIS


            PAGI itu dalam sebuah kedai kopi terasa lengang. Saya duduk menunggu pemiliknya untuk sebuah konsultasi. Lima menit berikutnya datang satu orang mahasiswa yang berikutnya disusul satu persatu oleh kawan-kawannya. Mahasiswa yang datang pertama itu telihat menelpon beberapa orang dan dalam hitungan menit 6 orang mahasiswa kawannya datang bergabung bersamanya.
Sementara rombongan pertama terlihat serius tapi santai dalam berdiskusi, datanglah seorang mahasiswa yang lain dan dalam sekejab bergabunglah 4 orang lainnya. Dalam 1 jam itu saya melihat 4 orang yang seperti pemimpin organisasi mahasiwa yang membawa anggotanya berkumpul.
Peran ke 4 orang itu begitu besar, sehingga tanpa mereka sadari, kedai kopi itu terlihat penuh dengan banyaknya mahasiswa yang berdatangan. Pelayan terlihat sibuk melayani satu persatu pesanan tamu-tamu rombongan itu ditambah beberapa tamu yang terlihat bukan merupakan bagian dari rombongan.

PENGUNGKIT
 Ketika akhirnya saya bertemu dengan pemilik kedai kopi ini – yang ternyata juga mahasiswa--, saya bertanya, siapa ke 4 orang yang saya sebut diatas. Ke empat orang mahasiswa tersebut ternyata adalah ketua-ketua pada organisasi kemahasiswaan.
Yang menarik adalah bahwa ternyata ke 4 ketua tersebut adalah kawan-kawan dari si pemilik bisnis ini. Mereka secara terpisah sudah dihubungi si pemilik kedai dan diberikan fasilitas minum kopi gratis selama 40 hari penuh. Kapanpun mau datang, kopi diberikan gratis untuk mereka.
Para ketua itu hanya tahu bahwa fasilitas itu adalah sebagai bentuk penghormatan dan perkenalan dari si pemilik kedai. Tetapi bagi si pemilik kedai, ke 4 ketua tersebut adalah sebuah alat pengungkit agar bisnisnya segera terkenal dan banyak pengunjungnya.
Para ketua itu selalu diikuti pengikut-pengikutnya. Artinya, ketika sang ketua minum kopi di kedai itu, tidak lama berikutnya akan disusul oleh pengikutnya. Pada poin itulah si pemilik kedai menembakkan sasaran.
Pada tahap ini saya yakin anda mulai memahami bahwa pengungkit menjadi penting untuk meningkatkan omzet. Pengungkit bisnis yang tepat akan meningkatkan volume bisnis dalam lompatan volume yang tinggi.

            Pengungkit bisnis bisa berupa orang seperti membuat acara untuk anak-anak taman kanak-kanak untuk menyasar orang tuanya. Atau tokoh publik seperti pejabat, artis dan tokoh agama yang bisa membawa pesan yang kita kirimkan.
            Point penting pada pemilihan tokoh pengungkit adalah kecocokan peran dan sikap tokoh terhadap produk kita. Amatilah, mengapa produk-produk untuk menjangkau pasar menengah kebawah lebih banyak menggunakan artis pelawak daripada tokoh yang serius dan kharismatik.
Pengungkit bisnis yang lain bisa juga berupa media promosi. Media promosi adalah sarana untuk meningkatkan pemahaman pasar terhadap bisnis kita dan pada ujungnya meningkatkan omzet.
            Dalam kontek promosi, media sangat penting. Tanpa media promosi, bisnis anda mungkin saja akan dikenal oleh masyarakat luas, tetapi mungkin setelah berjalan 5 tahun. Pertanyaannya adalah, apakah anda punya cukup waktu untuk menunggu hingga 5 tahun? Apakah anda punya cukup energi untuk menunggu selama itu?
            Media promosi yang tepat adalah salah satu pengungkit untuk percepatan. Ada banyak media untuk promosi, dari billboard, poster, iklan radio, iklan tv hingga Koran.
            Benar, bahwa berpromosi memakan biaya. Tetapi biaya promosi itu laksana umpan untuk memancing ikan yang lebih besar. Seperti umpan kopi gratis untuk para ketua organisasi kemahasiswaan diatas. Hasilnya sepadan dengan energi dan biaya  yang dikeluarkan.
Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 5 Desember 2016, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya.


                                                    Coaching  &  Pelatihan Binsis; tj@cahyopramono.com

2.12.16

PENYELESAI MASALAH

            MASIH saja saya menemukan pertanyaan yang sangat mendasar dari para calon pebisnis. “Bisnis apakah yang paling baik?”. Sebuah pertanyaan yang selama ini sering saya jawab dengan kalimat sederhana, “Semua bisnis baik-baik saja. Yang tidak baik itu jika tidak segera dilaksanakan”.
            Hingga saya dipaksa oleh beberapa junior untuk memperjelas jawaban diatas. Saya akan coba tuliskan jawaban saya dengan mengesampingkan faktor penting berupa bisnis sejatinya adalah karakter kepribadian yang bisa dibangun dan ditumbuhkan. Apapun jawaban saya, tetap saja tidak akan bernilai apapun jika tidak segera dieksekusi.

KEBUTUHAN
            Asal-muasal bisnis adalah sebuah proses pemenuhan kebutuhan manusia. Bagi mereka yang bisa memberikan solusi atau membantu memenuhi kebutuhan seseorang atau banyak orang, maka mereka akan mendapatkan imbal balik. Pada skala tertentu, imbal balik sebagai bayaran tersebut nilainya melebihi harga modal yang diperlukan, disanalah ada istilah untung.
            Kembali kepada topik pemenuhan kebutuhan. Semestinya semua bisnis adalah sebuah upaya membantu orang lain untuk memenuhi kebutuhannya. Artinya, kata ‘membantu’ menjadi penting.
            Ketika seorang pemilik usaha bakso mengatakan bahwa bisnisnya adalah jualan bakso, selayaknya perlu dikoreksi. Pemilik usaha itu sebenarnya berbisnis sebuah usaha membantu orang banyak dalam pemenuhan kebutuhan makanan dan minuman. Nah, kebetulan produk yang dipilihnya adalah bakso.
            Bakso diatas adalah salah satu produk dari bisnisnya. Lalu, dengan cara pandang yang demikian, si pemilik usaha akan memiliki rentang produk usaha yang sangat luas tidak terpaku pada satu produk berupa bakso saja.

SOLUSI
            Kaidah dasar bisnis adalah penyelesain masalah yang dihadapi konsumen. Kita sebagai pebisnis selayaknya menciptakan produk yang berorientasi kepada penyelesaian masalah yang dihadapi konsumen.
            Konsumen akan selalu menyambut positif produk dan bisnis kita, ketika kedatangannya memberikan solusi dan kemudahan-kemudahan.
            Artinya, ketika menciptakan produk, pastikan produk anda adalah penyelesai atas masalah konsumen anda. Bukan karena anda menyukai sesuatu atau ahli dalam hal tertentu lalu anda buat sebuah produk.
            Jika anda seorang ahli membuat rambut keriting, anda menyukainya dan seluruh teman anda mengakui kehebatan anda. Apakah anda akan sukses membuka salon keriting rambut, jika anda tinggal di Papua?

SOLUTIVE SELLING
            Sebagaimana filosofi dasar bisnis yang kita bahas diatas, bahwa bisnis adalah upaya kita membantu banyak orang untuk menyelesaikan masalahnya dalam hal tertentu, maka cara dan strategi menjualnya pun sangat mungkin dengan pendekatan yang sama. 
            Konsep cara jual ini adalah memberikan solusi kepada pembeli. Orientasi gaya menjualnya tidak pada sekadar menjelaskan keunggulan produk, harga yang bersaing dan berbagai bonusnya, tetapi terjadi dengan pendekatan seni bertanya.
            Bertanyalah, maka anda akan tahu apa kebutuhan si pembeli. Jangan sok jago dengan keyakinan buta bahwa dengan banyak bicara dan penjelasan yang detail, maka anda akan sanggup menjual produk anda.
            Saya pernah melihat seorang petugas promosi-penjualan dari salah satu produk rokok. Dengan gegap gempita dan semangat penuh mendekati meja disebelah saya. Kepada seorang pria yang duduk disitu, ia memperkenalkan produk rokok baru yang ia bawa. Dengan sangat semangat ia menjelaskan semua bentuk kelebihannya. Sangat bersemagat sampai tak mungkin ada kesempatan bagi si pria untuk menyela.
            Singkat cerita, setelah habis semua kamus si petugas dan dengan kelelahan ia meminta si pria membeli, si pria berkata, “Mba, saya tidak merokok dan saya punya sakit paru”.
Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 28 November 2016, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya.
  

Coaching & Training; tj@cahyopramono.com

22.11.16

MEMBESARKAN BISNIS

           BAGI anda yang sudah menjalankan bisnis lebih dari 2 tahun dan mendapati grafik pendapatan anda cenderung rata, tidak meningkat tajam dan bisa jadi malah menurun.
                Saat ini anda sudah mencapai titik selamat tahap pertama. Anda sudah melewati masa-masa percobaan ketahanan mental binsis, ketabahan, kesabaran dan fokus yang baik. Selamat.
                Kini, bertahan tidaklah cukup, sekarang anda harus terus maju dan lebih berkembang. Anda dituntut oleh desakan pengembalian modal dengan lebih cepat. Anda dituntut untuk mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi.
PERBANYAK PINTU PEMASUKAN
               Sebelum menciptakan bisnis baru atau membuka cabang, coba ciptakan produk alaternatif yang bisa mendukung produk utama anda. Ada turunan dari produk utama anda yang bisa dikemas menjadi pintu pemasukan dan keuntungan anda.
            Saya beri contoh sederhana, misalnya anda berbisnis penyewaan alat-alat pesta. Sejalan dengan bisnis tersebut, anda bisa saja menjual kepada penyewa berupa produk tambahan semisal air minum gallon, sehingga penyelenggara pesta tidak repot lagi memasak air minum.
               Selanjutnya, anda sangat mungkin melengkapi produk dengan kontrak dokumentasi pesta dalam bentuk foto dan video. Anda juga bisa mensuplay tenaga kerja untuk membantu pelaksanaan pesta yang pasti memerlukan banyak tenaga; mulai dari tenaga keamanan, tenaga petugas parkir, tenaga tambahan untuk kebersihan, hingga tenaga receptionis untuk menerima tamu.
               Selanjutnya, anda bisa saja menjarah produk lain berupa design dan pencetakan undagan. Bahkan anda bisa saja menawarkan jasa kurir pengantaran undangan tersebut. Jika anda memiliki energi yang cukup, anda bisa saja mengkontrak gedung-gedung pertemuan untuk pesta, anda menjadi agen-nya. Dan masih banyak lagi produk-produk turunan yang bisa anda ciptakan tanpa harus membuka cabang baru atau membuka usaha lain yang jauh dari karakter usaha awal anda.
BANGUN KEUNGGULAN PERSAINGAN
               Menang dalam persaingan adalah kunci untuk tetap bisa bertahan dan berkembang. Artinya, harus dibangun semua potensi dan kondisi agar produk dan bisnis anda selalu lebih unggul dari pesaing-pesaing anda.
         Membangun keunggulan persaingan dimulai dari perbedaan. Yang pertama; Anda harus berbeda. jangan pernah ijinkan anda terlihat atau terkesan sama jika dibandingkan dengan pesaing anda. Perbedaan itu harus dibangun bahkan ketika pesaing anda mengekor anda dengan menjiplak produk bisnis anda.
          Perbedaan itu bisa saja berupa konsep produk, konsep bisnis, konsep pelayanan, konsep interior, konsep kemasan, konsep promosi dan banyak lagi. Artinya, perbedaan yang anda ciptakan memang akan menjadi absolute jika meliputi semua unsur diatas. Tetapi bukan berarti anda tidak bisa menbuat perbedaan dari satu unsur saja.
  Contoh untuk produk penyewaan alat pesta diatas; ketika pesaing juga melakukan hal sama, anda bisa membuat perbedaan dari produk dengan memberikan alternative pilihan yang lebih lengkap. Dari sisi konsep bisnis, bisa saja anda menawarkan penyewaan dengan sistem arisan dalam sebuah komunitas. Jadi mereka sudah menabung sejak lama untuk mendapatkan produk anda. Dan itu berarti anda mengikat mereka dalam jangka panjang.
PEMASARAN BERKESINAMBUNGAN
            Ketika mulai bisnis, anda memasang papan merek, membuat brosur, membuat iklan, membuat program promosi dll dan Lalu anda berhenti, maka tunggulah kejatuhan anda.
            Mulai dari upaya pengemasan ulang atau perbaikan kemasan, mengembangkan channel-chanel promosi, mengingatkan keberadaan produk bisnis anda harus dilakukan terus menerus.
                Seperti lomba lari, ketika anda tidak terus berlari, maka anda akan tertinggal dan dilupakan.
Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 21 November 2016 dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya.


                                                                    Coaching & Pelatihan; tj@cahyopramono.com

16.11.16

Omset, Profit, Cash atau Free Cash?

     BISNIS tidak lain kecuali mencari keuntungan”. Begitu secara teori atau sebagian banyak dari kita meyakininya. Pertanyaannya adalah, apakah keutungan bisnis otomatis sudah bisa kita nikmati? Belum tentu.
        Omset bisnis juga tidak serta merta menjadi acuan untuk melihat berapa keuntungan yang bisa didapat dari bisnis tersebut. Bahkan cash saja bukan berarti langsung bisa kita nikmati. Mari kita bahas satu persatu.

OMSET
         Dalam bahasa sederhana, menurut saya; Omzet adalah semua jumlah uang masuk yang yang kita hasilkan dari penjualan dalam jangka waktu tertentu. Semua tanpa terkecuali dan jumlah uang tersebut belum Anda kurangi dengan biaya-biaya-pengeluaran apapun.
    Catatan jumlah uang pemasukan tesebut mungkin bisa menggambarkan volume usaha anda, tetapi tidak bisa melihat berapa besar keuntungannya. artinya, kita harus punya alat lain untuk mengetahui keuntungan hingga cash yang bisa dinikmati kemudian.
        Sebutlah sebuah usaha penjualan pulsa; untuk pulsa dengan harga jual Rp.20.000,- si penjual mendapat keuntungan Rp.1.000,-, dalam hal ini omzet/uang masuk yang besar ketika terjual sebenarnya didominasi oleh modal/biaya yang sangat besar presentasenya.
 Jangan langsung takjub atau heran dengan volume usaha yang omzetnya tercatat besar.

PROFIT
          Omzet yang merupakan semua jumlah uang masuk selanjutnya harus dikurangi dengan HPP/Harga Pokok Penjualan dan Expense/biaya-biaya lain. Rumus sederhana untuk mengetahui profit/keuntungan adalah; Profit = Hasil Penjualan – (HPP + Expense).
         Harga pokok penjualan mungkin sering orang sebut dengan biaya modal. Biaya langsung apapun yang termasuk dalam produksi/proses penjualan. Sedang expense/biaya-biaya lain adalah yang tidak langsung dalam produksi tetapi tetap dikeluarkan sebagai pendukungnya, sebutlah gaji pegawai, tagihan listrik, biaya pasang iklan, beli perlengkapan kantor dan sebagainya.
         Dan profit ini kadang dihitung secara kotor sebelum pembayaran pajak dan secara bersih setelah pajak dan konsekuensi lainnya.
       Artinya, apakah keuntungan/prift sudah otomatis dapat kita nikmati? Jelas tidak. Karena profit ini masih dalam kertas, masih hanya dalam bentuk laporan keuangan saja.

CASH
          Semua laporan pendapatan dan biaya diatas belum menunjukkan posisi uang cash yang masuk ke rekening kita. karena bisa saja diantara laporan penjualan tersebut masih bersifat kredit, artinya uang kita masih di tangan orang lain. Atau bisa jadi laporan omzet juga mencantumkan pembayaran panjar kepada kita yang kita belum mengeluarkan biaya apapun.
        Cash yang ada di rekening kita juga bukan berarti bisa kita gunakan sesuka hati, karena dalam cash itu ada 2 bagian yang pertama; cash berstatus modal yang harus kita putar lagi dalam siklus bisnis. Dan yang kedua adalah FREE CASH yang saya sebut dengan cash halal. Cash yang bisa dinikmati dengan bebas tanpa mengganggu rotasi bisnis selanjutnya.

FREE CASH
        Free cash adalah keuntungan yang paling bersih yang bisa kita manfaatkan. Jadi, semestinya free cash adalah tujuan utama dari bisnis kita.
        Apalah artinya jika omset besar, cash banyak tetapi tidak ada free cash halal yang bisa kita nikmati untuk biaya hidup dan kesejahteraan kita.
        Pada tulisan berikutnya, akan kita bahas besaran free cash yang ideal dan cara mencapainya. Tetapi saat ini, cobalah perhatikan, apakah anda sudah berorientasi kepada free cash? Apakah anda pemilik bisnis yang menderita karena bisnis berjalan, pegawai bergaji tetapi anda lebih banyak berpuasa?
        Atau bahkan anda tidak pernah tahu, seberapa free cash anda?
Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 14 November 2016, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya.

                                Coaching & Pelatihan; tj@cahyopramono.com