20161202

PENYELESAI MASALAH

            MASIH saja saya menemukan pertanyaan yang sangat mendasar dari para calon pebisnis. “Bisnis apakah yang paling baik?”. Sebuah pertanyaan yang selama ini sering saya jawab dengan kalimat sederhana, “Semua bisnis baik-baik saja. Yang tidak baik itu jika tidak segera dilaksanakan”.
            Hingga saya dipaksa oleh beberapa junior untuk memperjelas jawaban diatas. Saya akan coba tuliskan jawaban saya dengan mengesampingkan faktor penting berupa bisnis sejatinya adalah karakter kepribadian yang bisa dibangun dan ditumbuhkan. Apapun jawaban saya, tetap saja tidak akan bernilai apapun jika tidak segera dieksekusi.

KEBUTUHAN
            Asal-muasal bisnis adalah sebuah proses pemenuhan kebutuhan manusia. Bagi mereka yang bisa memberikan solusi atau membantu memenuhi kebutuhan seseorang atau banyak orang, maka mereka akan mendapatkan imbal balik. Pada skala tertentu, imbal balik sebagai bayaran tersebut nilainya melebihi harga modal yang diperlukan, disanalah ada istilah untung.
            Kembali kepada topik pemenuhan kebutuhan. Semestinya semua bisnis adalah sebuah upaya membantu orang lain untuk memenuhi kebutuhannya. Artinya, kata ‘membantu’ menjadi penting.
            Ketika seorang pemilik usaha bakso mengatakan bahwa bisnisnya adalah jualan bakso, selayaknya perlu dikoreksi. Pemilik usaha itu sebenarnya berbisnis sebuah usaha membantu orang banyak dalam pemenuhan kebutuhan makanan dan minuman. Nah, kebetulan produk yang dipilihnya adalah bakso.
            Bakso diatas adalah salah satu produk dari bisnisnya. Lalu, dengan cara pandang yang demikian, si pemilik usaha akan memiliki rentang produk usaha yang sangat luas tidak terpaku pada satu produk berupa bakso saja.

SOLUSI
            Kaidah dasar bisnis adalah penyelesain masalah yang dihadapi konsumen. Kita sebagai pebisnis selayaknya menciptakan produk yang berorientasi kepada penyelesaian masalah yang dihadapi konsumen.
            Konsumen akan selalu menyambut positif produk dan bisnis kita, ketika kedatangannya memberikan solusi dan kemudahan-kemudahan.
            Artinya, ketika menciptakan produk, pastikan produk anda adalah penyelesai atas masalah konsumen anda. Bukan karena anda menyukai sesuatu atau ahli dalam hal tertentu lalu anda buat sebuah produk.
            Jika anda seorang ahli membuat rambut keriting, anda menyukainya dan seluruh teman anda mengakui kehebatan anda. Apakah anda akan sukses membuka salon keriting rambut, jika anda tinggal di Papua?

SOLUTIVE SELLING
            Sebagaimana filosofi dasar bisnis yang kita bahas diatas, bahwa bisnis adalah upaya kita membantu banyak orang untuk menyelesaikan masalahnya dalam hal tertentu, maka cara dan strategi menjualnya pun sangat mungkin dengan pendekatan yang sama. 
            Konsep cara jual ini adalah memberikan solusi kepada pembeli. Orientasi gaya menjualnya tidak pada sekadar menjelaskan keunggulan produk, harga yang bersaing dan berbagai bonusnya, tetapi terjadi dengan pendekatan seni bertanya.
            Bertanyalah, maka anda akan tahu apa kebutuhan si pembeli. Jangan sok jago dengan keyakinan buta bahwa dengan banyak bicara dan penjelasan yang detail, maka anda akan sanggup menjual produk anda.
            Saya pernah melihat seorang petugas promosi-penjualan dari salah satu produk rokok. Dengan gegap gempita dan semangat penuh mendekati meja disebelah saya. Kepada seorang pria yang duduk disitu, ia memperkenalkan produk rokok baru yang ia bawa. Dengan sangat semangat ia menjelaskan semua bentuk kelebihannya. Sangat bersemagat sampai tak mungkin ada kesempatan bagi si pria untuk menyela.
            Singkat cerita, setelah habis semua kamus si petugas dan dengan kelelahan ia meminta si pria membeli, si pria berkata, “Mba, saya tidak merokok dan saya punya sakit paru”.
Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 28 November 2016, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya.
  

Coaching & Training; tj@cahyopramono.com

20161122

MEMBESARKAN BISNIS

           BAGI anda yang sudah menjalankan bisnis lebih dari 2 tahun dan mendapati grafik pendapatan anda cenderung rata, tidak meningkat tajam dan bisa jadi malah menurun.
                Saat ini anda sudah mencapai titik selamat tahap pertama. Anda sudah melewati masa-masa percobaan ketahanan mental binsis, ketabahan, kesabaran dan fokus yang baik. Selamat.
                Kini, bertahan tidaklah cukup, sekarang anda harus terus maju dan lebih berkembang. Anda dituntut oleh desakan pengembalian modal dengan lebih cepat. Anda dituntut untuk mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi.
PERBANYAK PINTU PEMASUKAN
               Sebelum menciptakan bisnis baru atau membuka cabang, coba ciptakan produk alaternatif yang bisa mendukung produk utama anda. Ada turunan dari produk utama anda yang bisa dikemas menjadi pintu pemasukan dan keuntungan anda.
            Saya beri contoh sederhana, misalnya anda berbisnis penyewaan alat-alat pesta. Sejalan dengan bisnis tersebut, anda bisa saja menjual kepada penyewa berupa produk tambahan semisal air minum gallon, sehingga penyelenggara pesta tidak repot lagi memasak air minum.
               Selanjutnya, anda sangat mungkin melengkapi produk dengan kontrak dokumentasi pesta dalam bentuk foto dan video. Anda juga bisa mensuplay tenaga kerja untuk membantu pelaksanaan pesta yang pasti memerlukan banyak tenaga; mulai dari tenaga keamanan, tenaga petugas parkir, tenaga tambahan untuk kebersihan, hingga tenaga receptionis untuk menerima tamu.
               Selanjutnya, anda bisa saja menjarah produk lain berupa design dan pencetakan undagan. Bahkan anda bisa saja menawarkan jasa kurir pengantaran undangan tersebut. Jika anda memiliki energi yang cukup, anda bisa saja mengkontrak gedung-gedung pertemuan untuk pesta, anda menjadi agen-nya. Dan masih banyak lagi produk-produk turunan yang bisa anda ciptakan tanpa harus membuka cabang baru atau membuka usaha lain yang jauh dari karakter usaha awal anda.
BANGUN KEUNGGULAN PERSAINGAN
               Menang dalam persaingan adalah kunci untuk tetap bisa bertahan dan berkembang. Artinya, harus dibangun semua potensi dan kondisi agar produk dan bisnis anda selalu lebih unggul dari pesaing-pesaing anda.
         Membangun keunggulan persaingan dimulai dari perbedaan. Yang pertama; Anda harus berbeda. jangan pernah ijinkan anda terlihat atau terkesan sama jika dibandingkan dengan pesaing anda. Perbedaan itu harus dibangun bahkan ketika pesaing anda mengekor anda dengan menjiplak produk bisnis anda.
          Perbedaan itu bisa saja berupa konsep produk, konsep bisnis, konsep pelayanan, konsep interior, konsep kemasan, konsep promosi dan banyak lagi. Artinya, perbedaan yang anda ciptakan memang akan menjadi absolute jika meliputi semua unsur diatas. Tetapi bukan berarti anda tidak bisa menbuat perbedaan dari satu unsur saja.
  Contoh untuk produk penyewaan alat pesta diatas; ketika pesaing juga melakukan hal sama, anda bisa membuat perbedaan dari produk dengan memberikan alternative pilihan yang lebih lengkap. Dari sisi konsep bisnis, bisa saja anda menawarkan penyewaan dengan sistem arisan dalam sebuah komunitas. Jadi mereka sudah menabung sejak lama untuk mendapatkan produk anda. Dan itu berarti anda mengikat mereka dalam jangka panjang.
PEMASARAN BERKESINAMBUNGAN
            Ketika mulai bisnis, anda memasang papan merek, membuat brosur, membuat iklan, membuat program promosi dll dan Lalu anda berhenti, maka tunggulah kejatuhan anda.
            Mulai dari upaya pengemasan ulang atau perbaikan kemasan, mengembangkan channel-chanel promosi, mengingatkan keberadaan produk bisnis anda harus dilakukan terus menerus.
                Seperti lomba lari, ketika anda tidak terus berlari, maka anda akan tertinggal dan dilupakan.
Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 21 November 2016 dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya.


                                                                    Coaching & Pelatihan; tj@cahyopramono.com

20161116

Omset, Profit, Cash atau Free Cash?

     BISNIS tidak lain kecuali mencari keuntungan”. Begitu secara teori atau sebagian banyak dari kita meyakininya. Pertanyaannya adalah, apakah keutungan bisnis otomatis sudah bisa kita nikmati? Belum tentu.
        Omset bisnis juga tidak serta merta menjadi acuan untuk melihat berapa keuntungan yang bisa didapat dari bisnis tersebut. Bahkan cash saja bukan berarti langsung bisa kita nikmati. Mari kita bahas satu persatu.

OMSET
         Dalam bahasa sederhana, menurut saya; Omzet adalah semua jumlah uang masuk yang yang kita hasilkan dari penjualan dalam jangka waktu tertentu. Semua tanpa terkecuali dan jumlah uang tersebut belum Anda kurangi dengan biaya-biaya-pengeluaran apapun.
    Catatan jumlah uang pemasukan tesebut mungkin bisa menggambarkan volume usaha anda, tetapi tidak bisa melihat berapa besar keuntungannya. artinya, kita harus punya alat lain untuk mengetahui keuntungan hingga cash yang bisa dinikmati kemudian.
        Sebutlah sebuah usaha penjualan pulsa; untuk pulsa dengan harga jual Rp.20.000,- si penjual mendapat keuntungan Rp.1.000,-, dalam hal ini omzet/uang masuk yang besar ketika terjual sebenarnya didominasi oleh modal/biaya yang sangat besar presentasenya.
 Jangan langsung takjub atau heran dengan volume usaha yang omzetnya tercatat besar.

PROFIT
          Omzet yang merupakan semua jumlah uang masuk selanjutnya harus dikurangi dengan HPP/Harga Pokok Penjualan dan Expense/biaya-biaya lain. Rumus sederhana untuk mengetahui profit/keuntungan adalah; Profit = Hasil Penjualan – (HPP + Expense).
         Harga pokok penjualan mungkin sering orang sebut dengan biaya modal. Biaya langsung apapun yang termasuk dalam produksi/proses penjualan. Sedang expense/biaya-biaya lain adalah yang tidak langsung dalam produksi tetapi tetap dikeluarkan sebagai pendukungnya, sebutlah gaji pegawai, tagihan listrik, biaya pasang iklan, beli perlengkapan kantor dan sebagainya.
         Dan profit ini kadang dihitung secara kotor sebelum pembayaran pajak dan secara bersih setelah pajak dan konsekuensi lainnya.
       Artinya, apakah keuntungan/prift sudah otomatis dapat kita nikmati? Jelas tidak. Karena profit ini masih dalam kertas, masih hanya dalam bentuk laporan keuangan saja.

CASH
          Semua laporan pendapatan dan biaya diatas belum menunjukkan posisi uang cash yang masuk ke rekening kita. karena bisa saja diantara laporan penjualan tersebut masih bersifat kredit, artinya uang kita masih di tangan orang lain. Atau bisa jadi laporan omzet juga mencantumkan pembayaran panjar kepada kita yang kita belum mengeluarkan biaya apapun.
        Cash yang ada di rekening kita juga bukan berarti bisa kita gunakan sesuka hati, karena dalam cash itu ada 2 bagian yang pertama; cash berstatus modal yang harus kita putar lagi dalam siklus bisnis. Dan yang kedua adalah FREE CASH yang saya sebut dengan cash halal. Cash yang bisa dinikmati dengan bebas tanpa mengganggu rotasi bisnis selanjutnya.

FREE CASH
        Free cash adalah keuntungan yang paling bersih yang bisa kita manfaatkan. Jadi, semestinya free cash adalah tujuan utama dari bisnis kita.
        Apalah artinya jika omset besar, cash banyak tetapi tidak ada free cash halal yang bisa kita nikmati untuk biaya hidup dan kesejahteraan kita.
        Pada tulisan berikutnya, akan kita bahas besaran free cash yang ideal dan cara mencapainya. Tetapi saat ini, cobalah perhatikan, apakah anda sudah berorientasi kepada free cash? Apakah anda pemilik bisnis yang menderita karena bisnis berjalan, pegawai bergaji tetapi anda lebih banyak berpuasa?
        Atau bahkan anda tidak pernah tahu, seberapa free cash anda?
Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 14 November 2016, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya.

                                Coaching & Pelatihan; tj@cahyopramono.com

20161110

5 SIKLUS MELEDAKKAN PENJUALAN

Bisnis apapun harus berorientasi kepada penjualan yang muaranya adalah keuntungan. Oleh karenanya, penjualan adalah pintu penting yang harus diperhatikan dengan serius dengan konsekuensi logis apapun. Adalah 5 langkah wajib untuk meledakkan penjualan.

JARING PEMBELI BARU
        Ini langkah pertama yang penting. Ketika anda sudah memiliki pelanggan tetap. Jangan pernah berhenti untuk menjaring, menjala, atau apapun istilahnya untuk mendapatkan pembeli baru.
          Dalam tahap ini, upaya wajibnya adalah mengundang pembeli baru untuk mengenal bisnis anda lalu datang, melihat dan bertransaksi.
Bagi perhatian anda kepada 3 segmen pasar, Pasar pertama yang sudah mengenal anda dan sudah menjadi pelanggan, pasar kedua yang sudah mengenal anda tetapi belum menjadi pelanggan dan pasar ketiga adalah mereka yang belum kenal dan belum menjadi pelanggan.
Dalam tahap meledakan penjualan ini, maka perhatian anda kepada pasar yang pertama harus setidaknya 45 % dari kekuatan anda. Lalu 30 % energy anda difokuskan kepada pasar yang kedua dan sisa energy anda sebesar 25% silahkan fokuskan kepada pasar anda yang ketiga.
            Energy anda yang besar itu dibagi dalam berbagai strategi apapun mulai dari promosi hingga upaya-upaya mendapatkan pembeli baru.

UBAH JADI PELANGGAN SETIA
          Sekali pembeli baru masuk kedalam zona kekuasaan anda, ke gerai anda, ke bisnis anda, haram hukumnya jika mereka kecewa dan berpaling kepada yang lain.
          Jangan serakah dengan pendekatan bisnis sekali tembak. Jangan berfikir bahwa kesempatan anda hanya ada pada hari ini saja. Masih ada hari esok. Berinvestasilah kepada pelanggan. Buat mereka nyaman, buat mereka senang dan yang penting yakin bahwa anda dan bisnis anda serius menjamin kenyamanannya.
 
BUAT MEREKA DATANG LEBIH SERING
                Perubahan pembeli menjadi pelanggan adalah unsur frekuensi transaksinya. Seseorang disebut pelanggan jika ia sudah berkali-kali datang dan bertransaksi. Jangan terganggu dengan pernyataan pembeli yang minta kemudahan-kemudahan pada transaksi pertama dengan mengaku akan menjadi pelanggan.
                Cari penyebab dan alasan bagaimana pembeli datang dan bertransaksi lebih sering. Buat strategi apapun yang bisa jadi alasan untuk mengundang dan mengingatkan mereka. Anda bisa membuat program reward atau semacam kupon diskon yang hanya bisa dipakai pada kunjungan berikutnya (jangan lupa batasi tanggal berlakunya).

BUAT TRANSAKSINYA LEBIH BANYAK
                Ketika pelanggan yang tepat (daya belinya) merasa nyaman dan anda menginspirasikan manfaat-manfaat produk anda, adalah sebuah keniscayaan jika mereka terus akan memperbanyak transkasinya.
                Anda bisa saja menawarkan produk rentetan dari barang/jasa yang dibelinya. Sebutlah seseorang membeli rokok, anda bisa menawarkan koreknya, permen dan mungkin produk pembungkus kemasan rokok.

JADIKAN CORONG PEMASARAN
               Pelanggan yang kecewa akan bicara kepada siapa saja tentang keluhannya dan itu berakibat buruk untuk bisnis anda. Pada sisi lain, pelanggan yang senang dan puas tidak akan menutup kemungkinan akan menjadi corong untuk mempromosikan kebaikan dan keunggualan bisnis anda.
                Kunci dari strategi ini adalah menjadikan pelanggan “merasa” istimewa. Ketika mereka merasa istimewa mereka akan dengan senang hati pamer kepada kawan dan kerabatnya. Dan semua aksi pamer biasanya ada unsur penambahan bumbu-bumbu penyedap yang diciptakan oleh si pelaku pamer.
                Kredibilitas anda akan lebih ‘nyaman’ terdengar kalau itu disampaikan orang lain, bukan sekadar pengakuan anda. Oleh karenanya, menggunakan mulut orang lain adalah langkah paling bijak untuk memamerkan kelebihan dan keunggulan anda dan bisnis anda.
Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 7 November 2016, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya.
               

                                                                   Coaching & Pelatihan; tj@cahyopramono.com

20161104

Agen, Makelar, Komisioner



        ADA satu pihak baik berupa pribadi atau perusahaan yang berdiri diantara 2 orang/pihak dalam hal transaksi barang/ jasa. Pihak tersebut menjadi penghubung/ perantara transaksi tersebut.
        Setidaknya ada 3 posisi peran yang sedikit sekali perbedaanya dalam menjadi perantara, yaitu; Agen, Makelar dan Komisioner.
Agen adalah perantara perdagangan yang atas nama suatu perusahaan tertentu untuk menjualkan barang/jasanya. Agen menjual barang/jasa tersebut dengan harga berdasarkan kesepakatan antara dirinya dan produsen. Disana agen mendapatkan keuntungan berdasar komisi atau pendapatan lain sesuai kesepakatan.
Makelar adalah perantara yang atas nama orang lain (pemberi kuasa) mencarikan barang bagi pembeli dan atau menjualkan barang bagi penjual. Makelar mengadakan perjanjian-perjanjian atas nama mereka dalam penjualan atau pembelian suatu barang.
Makelar tidak ikut bertanggung jawab atas penyerahan barang dan pembayarannya. Tugasnya hanya memungkinkan penjual dan pembeli mengadakan perjanjian jual beli sendiri. Bebas jasa makelar disebut provisi atau krtasi.
Komisioner (sering pula disebut pedagang komisi) adalah perantara dalam perdagangan seperti juga makelar. Ia bekerja atas namanya sendiri dan ikut bertanggung jawab sendiri atas tindakan yang dilakukan dalam mengadakan perjanjian jual beli. Untuk jasanya ia memperoleh komisi.

KAPASITAS PERSONAL
        Tidak perduli agen, makelar atau komisioner (selanjutnya saya sebut agen untuk memudahkan penyebutan), ada kesamaan dasar yang membuatnya sukses; yaitu kapasitas personal pribadi pelakunya. Saya memperhatikan beberapa kondisi penting;
        DEDIKASI, ini menjadi syarat dasar suksesya para agen. Mereka yang sukses terbukti memiliki dedikasi yang sangat tinggi. Mereka jelas tidak memiliki/memproduksi barang/jasa-nya sendiri. mereka juga tidak memiliki kepentingan untuk membeli barang/jasa untuk dirinya sendiri.mereka hanya perantara. Mereka seperti burung yang pagi keluar rumah dan sore pulang membawa rejeki/makanan.
        Dedikasi itu membawa diri kepada PENCITRAAN keagenan yang dalam. Didalamnya bersangkutan dengan jumlah JARINGAN pergaulan yang luas. Di handphone-nya terdaftar banyak sekali nomor kontak yang dengan nomor itu si agen bisa mengkases informasi apapun. Setelah jaringan, agen memiliki tingkat kedekatan hubungan yang baik serta menjadi pihak yang pertama mendapatkan informasi. Informasi yang jauh lebih dalam daripada yang dimiliki penjual dan pembeli yang mereka agenkan.
        Agen sukses mengetahui banyak hal tetapi biasanya memperkenalkan dirinya sebagai agen khusus atas produk/jasa tertentu saja. Itu cara sederhana untuk dapat diterima oleh public. Sebutan “agen dunia” adalah sindiran kepada seseorang yang tidak memiliki spesifikasi produk, dan menjadi agen apapun.
        Agen sukses berinvesati pada kepercayaan. Mereka harus memainkan peran jangka panjang. Mereka berusaha untuk tidak pernah cacat komitment. Mereka yang menyadari peran bisnisnya, tidak akan gegabah sekedar mendapat keuntungan jangka pendek. Agen pemula sering terkapar karam karena terjebak oleh kebutuhan hidup jangka pendek. Investasi ini juga membutuhkan modal, setidaknya modal pergaulan yang kadang harus bergaya seperti level pasar yang harus ia masuki dan itu tidak murah.
Agen sukses memiliki kesabaran yang tangguh dan mampu menunggu momen yang tepat. Agen sukses tidak terjadi dalam waktu singkat. Mereka mulai merasakan hasil panen setidaknya setelah berjalan lebih dari 2 tahun masa karirnya, jika dikerjakan dengan intens dan serius serta berkelanjutan.
Agen tidak lekang oleh waktu. Dari jaman kuno hingga kini masih terus dibutuhkan agen. Jangan heran, jika ada presiden satu negara meggunakan agen untuk bisa bertemu dengan presiden negara lainnya.
Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 31 Oktober 2016, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya

                                                   Coaching & Pelatihan; tj@cahyopramono.com


20161019

Ayo Segera Buka Cabang


             KETIKA penjualan outlet usaha anda sudah pada angka yang relatif sama sepanjang tahun dan mungkin terulang pada tahun-tahun berikutnya, itu sebuah tanda bahwa anda harus memikirkan strategi baru.
             Jikapun ada peningkatan penjualan yang terjadi karena kenaikan harga jual, itu bukan kabar baik untuk anda. Artinya volume penjualan outlet tersebut sudah pada titik puncak, jenuh dan tidak ada harapan meningkat drastis. Grafik penjualan sudah datar dan sulit naik.
            Pada posisi ini anda harus waspada, karena sebenarnya anda hanya membuang waktu. Benar anda tidak rugi, tetapi sejatinya anda tidak maju jika hari ini masih sama dengan hari yang lalu.
            Pilihan ideal untuk mendapatkan pendapatan lebih adalah membuka cabang baru. Karena dengan membuka cabang baru, anda akan mendapatkan tambahan pendapatan dengan kerja yang bervolume relatif sama.
             Pada suatu saat, cabang baru tersebut juga akan mencapai titik maksimalnya. Pada saat itu pun anda harus memikirkan pembukaan cabang baru. Nah, yang menjadi pertanyaan sekarang adalah, kapan dan bagaimana caranya kita harus buka cabang baru.

PERGERAKAN MANUSIA
            Sekarang, coba anda ingat-ingat; dalam keseharian anda, kemana saja jalur perjalanan anda? Apakah seluruh jalur kota anda jalani? Apakah semua sudut kota anda kunjungi?
            Sebutlah dimana posisi anda tinggal kini, lalu, tanyakan kapan kali terakhir anda kunjungi sudut kota yang lain? Dengan pertanyaan yang sama, coba tanyakan kepada kawan-kawan anda.
            Saya yakin jawaban terbanyak adalah bahwa anda kenal/tahu nama dan situasi sudut-sudut kota anda, tetapi mungkin sudah berbulan atau bahkan bertahun sudut-sudut itu tidak anda kunjungi.
            Itu sangat manusiawi. Karena sejatinya, kita hanya bergerak pada garis edar yang rutin dan pasti. Pikiran kita tahu garis edar yang lain, tetapi faktanya kita tidak mengunjunginya secara rutin.
            Fakta tersebut adalah salah satu alasan, mengapa kita tidak perlu khawatir untuk membuat cabang lain di kota yang sama. karena manusia yang beredar di areal outlet pertama anda akan berbeda dengan manusia yang beredar pada lokasi outlet cabang yang lainnya.
            Artinya, pembukaan cabang baru sangat kecil pengaruhnya terhadap pengurangan pasar dari outlet lama. Jadi outlet baru sejatinya bukan saingan bagi outlet yang lama.
            Atas fakta itulah kini anda melihat banyak usaha waralaba yang bercabang sangat banyak, bahkan ada diantaranya yang dalam jarak posisi kurang dari 1 km.

WAKTU
            Ini menjadi penting, karena usia kita terus berjalan. Sangat boros waktu jika keputusan membuka cabang usaha hanya ketika outlet lama omzetnya sudah mendatar dan tidak bisa naik lagi.
            Terlepas dari sumberdaya yang anda miliki dalam hal modal, system pengawasan dan sumberdaya manusia, keputusan untuk segera membuka cabang sebanyak mungkin adalah langkah cerdas mengantisipasi faktor waktu.
            Jatah waktu anda hanya 24 jam dalam 1 hari, jika 24 jam ini hanya mengerjakan 1 outlet bisnis, pasti hasilnya akan berbeda jika pada waktu yang sama anda mengoperasikan 5 atau 10 cabang yang lain.
            Yang perlu anda pastikan adalah pembukaan outlet baru idealnya dilakukan ketika anda sudah berpengalaman menjalankan bisnis tersebut lebih dari 2 tahun. Saya tidak merekomendasikan bagi yang belum 2 tahun, karena anda memerlukan pengalaman yang sudah teruji.Buka cabang ketika bisnis anda belum sampai 2 tahun adalah tindakan yang terlalu maksa dan beresiko.
Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 17 Oktober 2016, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya.


Coaching & Pelatihan; tj@cahyopramono.com

APA BISNIS ANDA?

                KLIEN coaching bisnis saya sering salah menyebut bisnisnya. Sebutlah bang Anto yang mengaku memiliki bisnis sebuah restoran. Pak Juned mengaku berbisnis pembuatan cangkul dan Ibu Elida pemilik bisnis penyewaan tratak.
              Dalam cara pandang itu, Bang Anto merasa produk catering untuk pesta dan makanan rantangan bukanlah bisnisnya. Sehingga ketika restorannya mencapai titik penjualan maksimum, ia tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan untuk mengoptimalkan pendapatannya.
              Sama ketika permintaan alat cangkul mulai menurun, Pak Juned merasa ide pembuatan pisau dan alat pertanian lain bukan merupakan solusi yang cemerlang.
               Demikian juga dengan Ibu Elida yang ketika merasa pendapatannya kurang bagus, ia tidak merasa terpanggil untuk menambah produknya dengan penyewaan kursi, meja, pelaminan, meja makan, piring dan gelas atau perlengkapan pesta lainnya.

URUSAN
                Dalam terminologi bahasa Ingris, secara sederhana kata Bisnis/Business bisa diartikan sebagai ‘urusan’.  Sehingga sering kita lihat dalam dialog berbahasa inggris, jika seseorang menolak sesuatu sering menyebutkan, “That is not my business” yang berarti, “Itu bukan urusan saya”.
                Oleh karenanya, saya menyebut bisnis sejatinya adalah urusan. Sebuah kegiatan yang kita lakukan untuk memenuhi kebutuhan konsumen atau membantu konsumen. Ada unsur pelayanan dalam urusan itu.  Sehingga saya mendeskripsikan bisnis adalah sebuah upaya untuk melayani konsumen dalam memenuhi kebutuhannya degan sebuah produk atau membantunya dalam sebuah jasa pelayanan.
                Jika tadi Bang Anto menyebutkan bahwa bisnisnya adalah mengelola restoran, maka dalam cara pandang ini, bisnisnya/urusannya adalah melayani konsumen dengan menyediakan serta melayani kebutuhan dalam hal makanan dan minuman.
                  Sehinga jelas bahwa restoran bukanlah urusan/bisnis, tetapi hanya salah satu produk dari urusan utamanya menyediakan serta melayani kebutuhan dalam hal makanan dan minuman.
                Jika tadi Pak Juned menyebutkan bahwa bisnisnya adalah membuat cangkul, maka sebenarnya; urusan/bisnisnya adalah melayani konsumen dalam hal pembuatan perkakas pertanian. Dalam hal ini, pembuatan cangkul hanyalah salah satu dari produk dari produk bisnis/urusannya.
                Kesalahan penyebutan bisnis dengan menyebutkan produknya akan mengakibatkan sempitnya cara pandang dan cara berfikir. Hal ini berakibat kepada keterbatasan ide serta kreatifitas ketika opsi mengganti atau mengembangkan binis harus dilakukan.
                  Jadi saat ini saya pikir anda sudah Paham bahwa bisnis anda bukanlah produk atau jasa bisnis yang anda miliki, tetapi urusan besar yang lebih luas dalam urusan anda. Dengan memandang bisnis anda dengan lebih luas, maka pikiran anda akan lebih luas dan potensi kreatifitas tidak akan terpagar oleh tembok-tembok karakter produk anda.
               
MELAYANI
                Saya tidak hendak latah asal menyebut pelayanan. Karena sejatinya kita memiliki urusan dengan konsumen. Apapun itu adalah upaya melayani, membantu dan memenuhi kebutuhannya melalui produk atau jasa yang kita tawarkan.
                Kata melayani tidak bisa ditinggalkan karena sejatinya bisnis/urusan kita adalah memang melayani. Artinya budaya memberikan pelayanan adalah pilihan yang tidak bisa kita hindari. Dan kata melayani adalah kata sakti yang memiliki bobot kemuliaan. Kata melayani adalah penggambaran bentuk tidakan yang mulia, terpuji dan bernilai.
                Oleh karenanya, siapapun kita harus memiliki kemuliaan jiwa untuk bisa menyelesaikan urusan/bisnis kita. Jiwa mulia ini harus ada karena melayani memaksa diri untuk tunduk merendah dibawah orang yang dilayani.
                Merendah bukanlah rendah. Merendah adalah tindakan nyata dari pernyataan bahwa kita sebenarnya tinggi dan mulia. Karena hanya mereka yang tinggi saja yang bisa merendah.
Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 10 Oktober 2016, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya

                                                                                Coaching & Pelatihan; tj@cahyopramono.com

20161004

Tindakan Yang Menantang


        BANG Nardi, penjual bumbu pecel di salah satu pasar tradisional di Medan, akhirnya memberanikan diri membuka cabang di 5 pasar trasional lainnya. Iamerekrut 6 orang saudaranya untuk menjadi penjual di ke 6 pasar tradisional tersebut.
            Untuk mensuplay bahan dagangannya, Bang Nardi menambah pekerja bagian produksinya menjadi 4 orang. Bang Nardi menambah jumlah supplier dankapasitaspasokannya. Bang Nardimenambah 2 unit mesin untuk memenuhi kebutuhan produksinya.
      Untuk membiayai penambahan-penambahan tersebut, Bang Nardi memberanikan diri meminjamtambahan modal ke Bank.
            Apa yang dibuat Bang Nardi adalah sebuah rentetan tindakan yang menantang bagi dirinya karena itu hal baru dan tidak biasa ia lakukan. Keberanian dirinya memilih tindakan yang menantang itu karena ia baru saja membuat target yang memaksa.
           Sebelumnya, Bang Nardi hanya memproduksi bumbu pecel sendirian dengan sesekali dibantu istrinya. Ia juals endiri di pasar dan begitulah selama ini berlangsung terus menerus.
            Ketika Bang Nardi menyadari bahwa selama ini ia hanya berputar pada lingkaran produksi bisnis yang begitu-gitu saja, ia merasa hanya bertanding dengan waktu dan kalah karena ia hanya memiliki satu badan dengan dua tangan dan dua kaki, tidak lebih. Pada waktu Bang Nardi menghendaki pendapatan 6 kali lipat dari yang ia dapatkan sekarang, ia memutuskan untuk membuat salinan bisnis yang sama di 6 lokasi yang berbeda.           

Menantang
            Rentetan aksi-aksi logis oleh Bang Nardi adalah pilihan yang harus dilaksanakan setelah penetapan target yang memaksa.
             Tindakan menantang yang saya maksud adalah tindakan-tindakan yang diatas level biasa. Tindakan-tindakan yang serius dan sanggup mengimbangi target-target memaksa tersebut.
           Saya katakana menantang karena karakter dan criteria tindakannya adalah member efek tantangan kepada pelakunya. Tantangan ini umumnya berupa upaya-upaya yang tidak biasa, yang tidak umum dan tidak terfikirkan banyak orang.
            Tentu saja level pemaksa bagi masing-masing orang berbeda-beda adanya. Sebutlah bagi Bang Nardi adalah kelipatan 6, mungkin bagi anda harus kelipatan 100.
            Level paksaan itu tergantung dari keberanian dan kemerdekaan pikirannya. Bagi banyak orang, tindakan menantang bukanlah pilihan yang menyenangkan. Dan sebenarnya memang ‘agak’ kurang menyenangkan. Tetapi tindakan-tindakan yang menantang itulah kunci sukses peningkatan target yang memaksa.

Melampaui Batas
               Dahulu ada banyak filosofi penenang perasaaan seperti “Biar pelan asal selamat”. Dalam hal ini alas an seperti itu tidak bias diterima.
               Filosofi, “Kalau tak bias lari,  cukup jalan. Kalau tidak bias jalan, cukup merangkak” harus dirubah menjadi; “Kalau bias jalan, merangkak tidaklah cukup. Kalau bias lari, maka berjalan bukanlah pilihan”.
              Kita harus bisa dan membiasakan dir iuntuk selalu melakukan hal-hal yang diatas batas rata-rata. Kita harus membiasakan diri berprestasi diatas rata-rata.
            Dan ketika melakukannya, jelas terasa tidak nyaman dan sangat mungkin terasa menyakitkan. Tapi ingat, semua bentuk yang menyakitkan dan tidak membunuh, sesungguhnya membuats eseorang menjadi lebihkuat. Yang bias membuat kita tidak perlu khawatir terhadap apapun bentuk perasaan adalah bahwa sesungguhnya, tiadalahs atu pun perasaan yang abadi. Perasaan dating dan pergi bergantian, artinya rasa sakit dan susah itu tiadalah akan terjadi selamanya dan permanen.
          Membiasakan diri pada standard yang tinggi diatas batas rata-rata, akan menjadikan diri terbiasa dengan tekanan keras. Itu akan sangat bagus, karena ketika kita terbiasa keras terhadap diri sendiri, maka dunia akan terasa menjadi mudah danl unak.
           

                                                            Konsultasi & Coaching; tj@cahyopramono.com

Artikel ini sudah iterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 3 Oktober 2016, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya