Menarilah Yud...

YUDHI adalah salah seorang pimpinan yang mengedalikan sebuah gerai makanan dan minuman di Merdeka Walk Medan –salah satu outlet makanan dan minuman yang tekenal di pusat Kota Medan—. Yudhi sedang dirundung perasaan sedih karena makin hari penjualannya makin menurun seiring meningkatnya kualitas persaingan diantara para penjual makanan dan minuman disana.
Dulu mereka membuka bisnisnya sejak sebelum waktu makan siang hingga tengah malam, kini hanya melayani makan malam saja. Jumlah pegawai semakin dikurangi dan tingkat keuntungan semakin menipis. Krisis ini sedang mengantarkan Yudhi dan kawan-kawannya menuju kehancuran bisnis.
Keluhan yang dihadapi Yudhi ternyata juga dirasakan oleh beberapa pedagang yang sama. Saat mengunjungi beberapa kota, saya juga menemukan permasalahan yang tidak berbeda untuk bisnis ini.
Karakter bisnis ini adalah; berkumpulnya beberapa pedagang dalam sebuah komplek yang pada awalnya sepakat untuk bersama-sama berjualan produk-produk istimewanya. Tetamu yang datang dipersilahkan memilih tempat duduk dan memesan makanan sesuai selera masing-masing. Karena produk yang dijual berbeda-beda, maka tidak perlu muncul rasa khawatir saling bersaing. Mereka dengan bangga mencoba menonjolkan keistimewaannya masing-masing tanpa perlu menjatuhkan produk pesaingnya.
Seiring perjalanan waktu, terjadilah kompetisi yang ketat antar pedagang. Bermula dari kompetisi pelayan yang saling berebut menawarkan dagangan hingga pada akhirnya tercipta puluhan jenis nasi goreng sebanyak jumlah gerai yang jualan makanan. Mereka beralibi memiliki nasi goreng yang berbeda-beda, tetapi sebenarnya sama. Sama-sama nasi goreng!

Menarilah Yud…
Itulah kalimat pembuka sesi konsultasi saya untuk Yudhi. Karena waktu yang saya miliki tidak cukup banyak, ijinkanlah saya menyampaikannya melalui tulisan ini. Saya percaya tulisan ini bisa bermanfaat untuk Yudhi-Yudhi lain di kota lain.
Menarilah Yud dengan keistimewaan tampilan. Pahamilah bahwa manusia cenderung lapar mata. Artinya, kita harus mempengaruhi penglihatan pelanggan dengan sesuatu yang menarik seperti sebuah tarian.
Mulailah dari hal-hal yang terlihat. Buatlah segala sesuatunya menjadi mencolok penglihatan, dari pakaian pelayan, dekorasi, sampai tampilan makanan. Khusus untuk tampilan makanan, dengan kondisi jumlah pesaing dan luasnya areal penjualan, maka seyogyanya semua makanan harus terlihat dan sanggup mengganggu mata pelanggan walaupun melihatnya dari jarak jauh.
Makanan seperti hot plate –disajikan dengan wadah yang panas, sehingga makanan terlihat mengeluarkan asap pada saat disajikan—adalah contoh bentuk sajian yang saya maksud. Ciptakan lebih banyak lagi makanan dan minuman yang menggunakan wadah aneh, sedikit tinggi/besar dengan warna yang mencolok.
Tarikanlah gerakan-gerakan khas yang muncul dari jiwa yang riang. Ajarkan kebahagiaan bagi semua pelayan. Biarkan energi kebahagiaan itu akan meringankan otot dan fisiknya sehingga senyuman dan gerakan badan menjadi lembut, luwes serta asri dipandang mata. Teruslah membagi semangat dan optimisme bagi semua pelayan lalu tunailah keuntungan positif pada akhirnya.

Melompatlah Yud…
Jangan sekedar senang dengan gerakan-gerakan sederhana. Lompatlah lebih tinggi. Lihatlah bertapa potensi pembeli bukanlah hanya mereka yang berduyun-duyun datang setiap malamnya. Lompatlah lebih tinggi untuk mengetahui semua itu.
Di dekat lokasi Merdeka Walk, ada puluhan perkantoran dengan pegawai ratusan orang jumlahnya di masing-masing kantor itu. Apakah setiap hari mereka tidak tertarik untuk mencoba makan siang sesuatu yang berbeda? Apakah harus setiap hari makan nasi bungkus? Lalu apakah mereka tidak ingin sesekali tidak perlu keluar kantor untuk makan siang?
Ya… delivery…! Jasa antaran adalah solusi lain hasil dari lompatan itu. Sebarkan saja daftar menu dan nomor telepon yang bisa dihubungi ke komplek perkantoran itu. Tak usah jauh-jauh. Pilih saja kantor-kantor dengan radius kurang dari satu kilometer. Pastikan nomor telepon kita ada dimeja semua pekerja itu. Buatlah menu sederhana dan murah. Janjikan pengantaran dengan waktu yang singkat.
Jasa layanan antar ini sangat jarang dimanfaatkan oleh pengusaha-pengusaha makanan lokal. Padalah jasa ini sangat sukses dikerjakan oleh mereka-mereka yang berbisnis makanan import.
Lompatlah lebih tinggi agar tetap buka usaha pada siang hari tanpa harus mengurangi jumlah pegawai. Lompatlah lebih tinggi. Tinggalkan keraguan dan kekhawatiran seperti yang dikerjakan banyak orang sehingga tetap pasrah menerima nasib malangnya.
Saat melakukan lompatan itu, pastikan tidak lupa kemasan dan pengantaran harus telihat seperti tarian terindah yang kita bisa lakukan.

Bersenandunglah Yud…
Sadarilah bahwa senandung adalah bahasa dan alat yang paling ajaib untuk mengubah cara berfikir dan berperilaku semua manusia – kecuali yang tuna pendengaran--.
Mainkan musik-musik yang memberikan aura kebahagiaan. Pilih ketukan-ketukan dan irama yang menggiring pendengarnya kepada kebahagiaan. Lantunkan lagu-lagu yang positif dan menstimulasi pikiran menjadi positif.
Senandungkan filosofi kehidupan yang sedang dijalani oleh semua manusia. Ciptakan pemikiran bahwa filosofi itu menjadi hal utama sehingga pelanggan tidak lagi perduli dengan kualitas makanan, berapa lama pengiriman makanan serta berapapun harga makanan yang dipesannya.
Semua orang memiliki karakter yang berbeda-beda, tetapi tetap dapat digolongkan kedalam beberapa pola dasar tergantung makanan dan minuman yang disukainya. Untuk masalah ini saya sangat merekomendasikan praktisi bisnis makanan dan minuman untuk menggunakan karya Dewi Lestari dalam bukunya Filosofi Kopi sebagai acuan.
Terlihatlah disana bahwa karakter seorang peminum kopi tubruk berbeda dengan peminum cappucino, berbeda pula dengan karakter peminum coffee late dan sebagainya.
Tuangkan dalam bentuk-bentuk tulisan sederhana, mungil dan dapat dibaca serta dibawa oleh pelanggan. Tulisan itu bisa tercetak di alas piring, di alas meja, di tisue atau serbet bahkan bisa juga dicetak dalam kartu pengantar sebesar kartu nama. Isi tulisan itu adalah filosofi-filosofi positif dan mendukung perikalu positif yang dimiliki pelanggan itu sendiri.
Ide dasar dari penulisan filosofi itu muncul dari kekuatan daya tarik fortune cookies –kue khas china yang didalamnya terselip ramalan-ramalan-- yang begitu mempesona kebanyakan manusia.
Yang terakhir untuk Yudhi dan praktisi bisnis makanan-minuman, percayalah bahwa mayoritas pelanggan kalian adalah orang-orang yang lebih perduli kepada kemasan dari pada isinya. Jadi, menarilah dengan gerakan yang terindah yang kalian miliki…
Previous
Next Post »