Belajar Menjual Dengan Membeli


COBA anda praktik sendiri pengalaman saya ini. Saya perbah bergabung dalam beberapa group mengunjungi objek wisata. Sudah jamak di tiap objek akan ada toko-toko cinderamata yang khas daerah itu. Lalu semua peserta tour berjalan mengelilingi komplek perbelajaan, melihat dan membeli berbagai oleh-oleh. Suatu hari saya bepergian bersama pengusaha toko sepatu. Seperti biasanya, saya tidak tertarik berjalan-jalan keliling komplek toko cinderamata, karena pasti produknya sama dan didapat dari pemasok yang sama, lalu saya memilih duduk bersama teman saya itu di salah satu toko dan ngobrol dengan penjualnya.

Tentu saja si pedagang tempat saya duduk agak heran, mengapa kami tidak ikut melihat-lihat seperti umumnya pengunjung selalu tertarik untuk berkeliling, melihat dan menawar harga dengan saling membandingkan. Keheranan itu adalah pintu masuk ke dalam sebuah proses negosiasi yang indah.

Belajar
Ternyata kemampuan membeli, menawar dan memilih produk yang baik adalah keterampilan postitif sebagai bagian dari kecakapan menjual. Membeli barang atau jasa adalah aktivitas seni yang memerlukan kecakapan tersendiri. Membeli barang atau jasa selayaknya memenuhi kaidah-kaidah umum agar proses pembelian memberikan nilai yang layak atas uang yang dibelanjakannya.

Tentu saja proses pembelian barang atau jasa akan melalui proses negosiasi. Proses negosiasi ini akan menjadi menarik dan hidup kerena pihak pembeli dan penjual berangkat dari kacamata dan kebutuhan yang berbeda. Pihak penjual ingin agar produknya laku dan mendapat keuntungan dan pihak pembeli menghendaki dirinya mendapat produk atau jasa yang diinginkannya dengan nilai uang yang pas sesuai kehendaknya. Menarik bukan?

Pada proses pembelian, kita berada pada situasi memiliki uang dan memerlukan barang/jasa. Lalu kita tidak tahu batas minimum dari harga yang ditawarkan penjual. Pada proses yang sama, kita bisa mengamati gaya jual dan pola penawaran yang timbul.

Pada proses pembelian, kita bisa belajar cara-cara penjual dalam 'mempengaruhi' pembelinya. Dari teknik promosi, media promosi, cara memajang barang, cara pewarnaan dan dekorasi tempat usaha, cara menyambut pelanggan, cara menawarkan harga pertama dan pengurangannya, cara menolak dengan halus dan cara menolak dengan kasar. Kesemuanya akan memberikan wawasan dan gambaran bagaimana berbagai orang mempengaruhi orang lain membeli berang/jasanya.

Membeli dengan menjual
Jual beli adalah aktivitas perdagangan yang serupa walau tidak sama. Kesemuanya berbasis kesepakatan (dengan rela atau tidak) antara pihak – pihak yang terlibat. Kiat-kiat memenangkannya adalah seni, karena pihak-pihak yang terlibat adalah manusia yang berbeda kehendak dan kebutuhannya.

Lalu pembelajaran dari menjual sesuatu juga merupakan modal yang bagus dalam membeli. Kecakapan membeli akan menginspirasikan pelakunya tentang seni cara menjual yang baik. Proses menjual barang/jasa sama dengan proses membeli barang/jasa. Hanya posisi dan peran yang mebedakannya. Peran pembeli dan penjual yang membedakannya, tetapi di posisi apapun semua orang ingin mendapatkan keuntungan. Demi mendapatkan keuntungan tersebut, semua pihak berusaha dengan serius.

Pada proses penjualan, kita bisa belajar dari berbagai pembeli yang datang. Dari mengenal penampilan untuk mengukur kapasitas belinya, membedakan kebutuhan dan keinginannya, memahami bahasa yang santun dan penuh pengaruh, memahami bahasa promosi yang menarik dan menggerakkan hingga paham bagaimana pembeli juga memiliki ide-ide yang positif dan perlu dipertimbangkan.

Dengan memiliki pengalamam menjual sesuatu, maka ia akan menjadi referensi pada saat kita membeli sesuatu. Pada saat kita berada di posisi atau peran yang berbeda, maka kita akan mudah merasakan dan mengamati posisi dan peran orang lain tanpa terlibat secara emosional.

Seni negosiasi

Inti dari proses jual beli adalah negosiasi untuk mencocokkan kehendak masing-masing. Sudah sangat banyak referensi dalam bentuk buku/seminar tentang teknik dan strategi negosiasi. Saya ingin mengajak pembaca yang budiman untuk mencoba mempelajarinya dengan mempraktekkan langsung dalam proses jual dan beli.

Penjual yang handal adalah pembeli yang handal. Menjual dan membeli memiliki syarat kecakapan yang sama. Melatih diri menjadi penjual yang ulung sangat mungkin jika kita melatihnya dengan cara membeli yang bagus. Tidak mungkin anda memiliki tim penjualan yang handal jika mereka tidak memiliki kecakapan membeli. Jadi kecakapan membeli adalah ketrampilan yang harusnya dimiliki oleh para penjual.

Kembali kepada rekan saya yang sekian lama berjualan sepatu, jelas sekali kemampuan negosiasinya melejit dengan bagus karena ia terlatih dalam menjual sehingga kemampuan pembelian yang menguntungkan juga ia miliki. Bagaimana dengan anda?
Previous
Next Post »