Toilet, si Pemanis Bisnis


SIAPA yang bisa hidup tanpa toilet? Seberapa lama anda kuat menahan desakan hajat yang mendesak itu? Betapa sakit badan ini jika kebutuhan hajat itu tidak terpenuhi sesuai dengan kebutuhan. Tidak perduli dimanapaun anda, di rumah, di kator atau diperjalanan sekalipun.
Perjalanan terakhir saya dengan beberapa rekan dari Sumut ke Sumbar, memberikan kesempatan kepada saya untuk memperhatikan, betapa penting peranan toilet itu. Tidak hanya untuk pribadi, tetapi pemanfaatannya untuk kepentingan bisnis.
Desakan hajat ke toilet adalah alasan yang paling efektif untuk mengundang pembeli dalam perjalanannya. Selain faktor tuntutan kebutuhan biologis, tetapi juga karena faktor teknis bahwa tidak semua alat transportasi yang ada memiliki fasilitas toilet yang bagus.
Sepanjang perjalanan saya mencatat beberapa perilaku yang khas dalam hubungan dengan toilet baik di airport, di dalam pesawat dan sepanjang perjalanan darat. Dalam catatan saya, rata-rata seseorang akan membutuhkan toilet setiap dua jam. Lama mereka di tiolet rata-rata 2,5 menit untuk toilet yang kurang bersih dan 4 menit untuk toilet yang nyaman. Bahkan saya mencatat ada sekitar 7 % dari responden saya yang memerlukan waktu lebih dari 15 menit.
Rombongan saya berjumlah 18 orang, jika setengah darinya menggunakan toilet dengan waktu rata-rata 4 menit, berarti kami harus berhenti minimal 36 menit. Catatan waktu itu belum termasuk proses antri, dan proses jalan dari parkir ke lokasi toilet.
Setengah dari rombongan yang lain Ada yang minum sambil merokok dan pasti ada yang berbelanja. Berbelanja bagi orang yang sedang dalam perjalanan adalah seni yang menular. Belum selesai setengah rombongan berbelanja, setengah yang lain satu-persatu ikut nimbrung sesudah dari toilet dan terjadilah aksi kompetisi belanja dan tanpa disadari, pemberhentian sejenak karena hajat ke toilet berubah menjadi wisata belanja yang memakan waktu sekitar 1 jam. Dari catatan saya, dari beberapa kali persinggahan ke toilet, 4 kali diantaranya bahkan lebih dari 1,5 jam dan satu kali sama sekali batal karena kualitas toiletnya memprihatinkan.

Ikon
Perkara toilet adalah perkara yang penting dan mendesak, semua orang membutuhkannya, jadi sangat mungkin jika jasa itu dijadikan ikon untuk mengundang pembeli singgah ke gerai kita. Apalagi untuk bisnis yang masih belum terkenal dan dengan produk yang biasa-biasa saja (belum menjadi unggulan).
Tidak salah jika kita menawarkan jasa toilet sebagai pengundang pelancong untuk singgah. Gunakan media informasi yang menonjol dan pastikan toiletnya pas sesuai dengan janji yang kita sampaikan.
Amatilah sekitar lokasi bisnis anda. Apakah benar semua orang mengandalkan produknya sebagai ikon-nya? Sadarilah betapa besar kebutuhan orang yang datang akan keberadaan toilet. Dalam hal ini sadari juga bahwa Toilet justru bisa menjadi point unggulan untuk menjual produk kita.
Dari beberapa kali rombongan kami berhenti, ada 2 kali terjadi karena faktor toilet yang diluar jadwal berhenti. Lalu saya coba lakukan beberapa wawancara dengan beberapa orang dari rombongan lain, ternyata mereka juga berhenti karena alasan toilet.
Terjadi sekali dalam perjalanan kami dimana direncanakan untuk singgah disebuah restoran dengan makanan khas dan akhirnya terpaksa dibatalkan, alasannya tidak lain karena toiletnya jorok.
Alangkah lebih sempurna, jika tidak saja kita memiliki toilet yang bagus, tetapi juga memiliki produk jualan yang bagus juga. Pasti orang akan datang karena kedua alasan tersebut. Boleh saja anda memiliki produk bagus, tetapi jika toiletnya jelek dan jorok, pasti itu akan mempengaruhi performa penjualan anda.

Harapan
Survey dadakan itu saya lanjutkan dengan mengumpulkan sekitar 80 responden secara acak untuk memberikan gambaran harapan atas toilet umum yang mereka inginkan. Sungguh menarik jawaban-jawaban mereka. Jawaban yang menduduki peringkat pertama adalah tiolet yang kering sebanyak 60 responden. Lalu toilet yang bersih sebanyak 53 responden dan toilet yang lega (ruangan) sebayak 32 responden.
Dari studi singkat itu jelas ternyata paradigma toilet saat ini sudah jauh berubah. Untuk kalangan tertentu, toilet adalah tempat yang harus nyaman dan sehat. Toilet bukan lagi sesuatu yang berkonotasi ‘belakang’, ‘tabu’, ‘memalukan’, hal jorok dan sesuatu yang harus dilupakan.
Komentar-komentar tambahan yang saya dapatkan adalah bahwa responden saya mengharapkan adanya beberapa persyaratan yang idealnya diperhatikan dalam menyajikan layanan toilet umum. Hal-hal itu adalah; lokasi yang tidak terlalu jauh dari tempat parkir/tempat makan; ada penunjuk arah yang jelas; bahasa penunjuk arah yang santun; ada tersedia air dengan selang yang bersih; tersedia dua pilihan wc (jongkok dan duduk); ada tersedia tisue; ada tersedia pengering tangan; ada tersedia cermin yang lebar plus sisir yang bersih dan terawat; penerangan yang cukup; tempat sampah di masing-masing toilet, ada pengharum ruangan, ada hiasan seperti bunga, lukisan atau aquarium. Ada tempat meletakkan barang seperti tas, topi, kaca mata dll. Ada juga yang menghendaki adanya tempat duduk untuk melepas/memakai sepatu dll.
Disamping itu Ada juga 12 responden yang menghendaki ada bacaan di depan urinoir (pria) dan di dinding/pintu depan wc. 18 responden menghendaki musik easy listening di putar di toilet umum, dan 13 responden meminta adanya penjaga khusus di dalam toilet publik yang senantiasa menjaga kebersihan areal toilet, memberikan pelayanan berupa handuk panas/dingin dan melengkapi perlengkapan toiletes seperti parfum, body lotion, dll.
Ada beberapa catatan kecil dari seorang responden yang menarik untuk dicermati. Ia menyarankan agar ada manajemen losts & founds (pengaturan barang hilang/ditemukan). Ia juga menyarankan agar memberikan informasi yang lugas atas teknologi yang digunakan dalam toilet yang kadang tidak ramah dengan penggunanya. Bukan sedikit orang yang tidak tahu cara membuka kran karena standarnya berbeda-beda. Belum lagi untuk toilet dengan sistem pembersih robotik dll.
Previous
Next Post »

1 comments:

Write comments
hendra
AUTHOR
August 24, 2007 at 6:53 AM delete

karena juga dari toilet keluar ide ide segarrrrrr... selamat atas peluncuran web nya... hahahahaaa

Reply
avatar