Menang Dengan Iklan Koran


KORAN hingga kini masih cukup efektif digunakan untuk dijadikan media pengantar pesan promosi kita. Karakternya tetap berbeda dengan berbagai media yang lain, seperti Radio, TV, Multimedia dll.
Koran menyajikan informasi dengan gaya khas yang tidak bisa disamai oleh media yang lain dan kenyataannya hingga kini koran tetap menjadi media penting dalam proses pembentukan opini publik. Jaminan bahwa koran akan tetap berjaya dimasa yang akan datang adalah contoh dari berbagai negara-negara tua yang memiliki kultur koran sejak ratusan tahun lalu, tapi hingga kini masyarakatnya masih saja tetap fanatik dengan koran. Kenyataan itu juga dibuktikan oleh sekian banyak perusahaan yang selalu memanfaatkan koran untuk media promosinya.
Lihatlah koran hari ini, lihatlah berapa banyak iklan yang muncul disana. Apakah itu dibaca orang? Apakah efektif? Apakah efisien? Untuk bisa memanfaatkan kelebihan koran demi efektifitas promosi, saya mencatat beberapa hal berikut ini;

Profile Media
Semua media/koran memiliki karakter pembaca yang berbeda-beda. Ada tiga cara dasar untuk memahami karakter pembaca media yang ingin anda tuju. Yang pertama adalah meminta data profile media kepada pihak koran yang bersangkutan.
Profile perusahaan koran itu berisi informasi singkat tentang perusahaan koran dan gambaran pembacanya. Profile itu akan memuat data statistik pembacanya. Mulai dari jangkauan distribusi, jumlah oplahnya per hari, jumlah pembaca, usia pembaca, jenis kelamin pembaca, profesi pembaca, pendidikan rata-rata pembaca, pendapatan rata-rata pembaca, dan berbagai informasi mengenai pembaca.
Informasi tersebut sangat penting untuk memastikan apakah media yang kita pilih benar dan tepat sasaran. Sayangnya dari beberapa koran yang saya tahu, data-data yang mereka cantumkan seringkali merupakan data internal pihak manajemen koran. Kadang saya jadi ragu, jangan-jangan itu rekayasa pihak mereka saja tanpa penelitian yang benar. Tetapi untuk koran-koran ternama, biasanya data yang disuguhkan adalah data hasil penelitian yang serius atau mereka membayar peneliti independen untuk melakukan penilaian kepada mereka. Tanda bahwa mereka menggunkan peneliti independen adalah penyebutan sumber data dalam profile tersebut.
Langkah ke dua silahkan dilakukan jika anda masih juga tidak percaya atas data yang tercantum dalam profile dari media/koran, cobalah anda mencarinya di biro statistik independen. Ada banyak lembaga seperti itu di indonesia, seperti SRI, AC Neilsen, Frank Small dll.
Langkah ke tiga, adalah melakukan penelitian sendiri. Silahkan kembangkan berbagai cara untuk menggali informasi dari orang banyak tentang media yang anda kehendaki. Salah satu cara kuno yang masih cukup efektif untuk mengukur efektifitas media adalah dengan memberikan diskon menarik jika pembeli membawa sobekan/potongan iklan kita pada saat belanja.

Lokasi Pilihan
Kalau di media audio/tv ada istilah prime time –waktu istimewa yang banyak pendengar/penontonnya--. Untuk koran yang diperebutkan adalah alokasi tempat. Seperti yang pernah saya bahas terdahulu. Setiap halaman memiliki kekuatan dan harga yang berbeda-beda. Halaman yang paling strategis adalah halamam paling depan dan halaman yang paling belakang.
Nah, sekarang adalah bagaimana jika anggaran tidak memungkinkan kita memilih halaman tersebut. Coba amati halaman-halaman yang lain. Cari halaman yang khas dan favorit. Misalnya di halaman yang ada kartun khas harian tersebut.
Biasanya redaksi koran akan membagi hari-hari tertentu dengan liputan yang khas. Coba ikuti dan amati, disana akan ada halaman khusus otomotif, halaman kuliner, halalam real estat, halaman agrikultur, dll. Jika anda berbisnis otomotif, pilihlah hari pemasangan iklan yang pas bertepatan dengan terbitnya liputan khusus untuk otomotif. Menumpang tema halaman adalah langkah yang efisien, karena pembaca akan terarah kepada tema-tema tersebut dan pada saat pembaca sudah tune pada tema tersebut, biasanya pesan anda akan mudah ditangkap alam pikirannya.
Untuk iklan baris/kecil, biasanya cukup efektif jika sasasaran yang dituju adalah kalangan bisnis –yang nota bene juga suka beriklan--, karena selain faktor kebutuhan informasi, pemasang iklan juga sangat senang melihat iklannya sendiri. Indikatornya adalah saat kita tidak pasang iklan kita jarang melihat halaman iklan, tetapi begitu kita pasang iklan, kita serta merta mengacak halaman itu demi melihat iklan sendiri. Selain itu, iklan baris sering dimanfaatkan publik sebagai pengganti buku informasi telepon.

Design & Content
Inilah keistimewaan sebuah keberhasilan promosi dengan iklan. Persis seperti bumbu dan bahan dasar pada sebuah masakan. Kelezatannya menjadi sangat terpengaruh oleh racikan dan pengolahannya.
Design bercerita tentang ukuran, model, pewarnaan, bentuk huruf, ukuran huruf, ilustrasi, back ground dan tata letak. Lalu content –isi—adalah muatan pesan yang hendak kita sampaikan melalui iklan tersebut. Semua harus bisa meggoda ‘mata’ siapapun yang melihatnya sekaligus menghipnotisnya.
Rahasia design adalah tema-nya. Harus fokus kepada tema yang dipilih. Tema anak-anak harus diterjemahkan kepada bahasa anak-anak, warna anak-anak, bentuk anak-anak dan ilustrasi yang bisa dipahami anak-anak.
Tema utama harus diikuti tema susulan. Misal tema utama promosi penjualan dalam rangka lenbaran, tetapi sub temanya adalah harga murah dan bonus. Tentu sudah bisa anda kembangkan bukan?
Hal tabu yang harus dihindari dalam mendesign sebuah iklan koran adalah, keserakahan. Serakah untuk berusaha menyampaikan semua pesan dalam satu wadah. Acuan untuk design content adalah yang pertama harus ada lead. Lead adalah hal pertama yang mencuri perhatian pembaca. Usahakan pesannya pendek dan bombastis, sehingga orang tertarik untuk membaca pesan berikutnya. Selanjutnya harus ada bridge –jembatan—yang membuat pembaca bisa membayangkan isi selanjutnya. Body adalah isi pesan iklan dan Clossing –penutup—yang merupakan pesan final yang bisa mengikat perhatian pembaca untuk mengerjakan apapun yang kita inginkan.
Kesemua langkah itu adalah langkah hipnoterapy, sehingga pembaca terhipnotis dari awal hingga akhir dan anda sukses menjadi pengendali opini target anda.
Previous
Next Post »