Kisah Nyata Dari Dusun Selemak, Hamparan Perak

Saya ajak kalian melihat apa yang saya lihat.

Sore itu saya berjalan ke desa Selemak, kecamatan Hamparan Perak, Kab. Deli Serdang.

Ini perjalanan mengulang yang pernah saya lewati 12 tahun yang lalu.

Foto dibawah ini adalah jalan menuju lokasi dimana yang sebelah kiri jalan adalah perkebunan sawit dan sebelah kananya kebun tembakau/tebu milik PTPN.

Masuknya dari pasar 5 simpang kayu besar.



Saya mencari seorang kenalan yang bekerja sebagai penggali pasir disana.

Saya menemukan rumahnya dan bertemu istri dan anak-anaknya, tetapi saya tidak bertemu lagi dengan suami/ayah mereka karena ia sudah meninggal genap setahun lalu yang bertepatan dengan hari raya idul fitri ke tiga.


Ini rumah mereka.



Mereka ini keluarga besar dengan 9 anak dan sedikit terpinggirkan dan tidak cukup teredukasi. Dari ke 9 anaknya, sekarang tinggal si ibu dan ke- 6 orang lagi yang masih tinggal di rumah yang mereka cintai ini, yaitu =


1. Si ibu bernama Salmiah (51 thn), bekerja memungut biji kelapa sawit yang jauh, dalam satu hari bisa dapat setengah karung dan itu dijual dengan harga Rp.7.500,-

2. Halimah (24 thn) janda dg 1 orang anak (arman syahputra- 2 thn) ditinggal lari suaminya dan kini ia kerja jadi buruh pengupas udang dengan pendapatan 12ribu perhari setelah dipotong tranpsort

3. Salim (19 thn) tak pernah sekolah. Kini jadi buruh di pengolahan sampah timah dengan pendapatan 11ribu per hari.

4. irawati (17 thn) menganggur, tidak sekolah

5. suhaibah (14 thn) sekolah kelas 6 SD negeri simpang beringin, selemak, hamparan perak

6. mohammad (13 thn) kelas 3 di SD yang sama.


Teras rumah mereka adalah teras serba guna, karena digunakan sebagai ruang tamu, ruang belajar anak, ruang makan, ruang keluarga dan ruang kerja.




















begitu melongok ke dalam dari depan pintu depan inilah yang terlihat








ada satu ruang yang semestinya menjadi ruang tamu, tetapi menjadi ruang tidur (ramai-ramai) dengan alas kertas/plastik diatas tanah yang tidak rata.

Benar-benar tanah..!












ini yang ada di dalam ruang serba guna itu













inilah meja yang juga serba guna untuk buku-buku si anak yang masih sekolah dan kain untuk si cucu



berikut adalah dapur mereka

dibawah ini adalah tempat memasak (pakai kayu)



ini tempat menyimpan perkakas dapur



berikutnya tempat menyimpan pakaian sehari-hari








ini kamar mandi mereka


















ini WC mereka






dan ini si ibu






ini mereka







Saat ini mereka tetap bisa makan entah dangan cara apapun,
Mereka tidak tersambung dengan listrik, air bersih apalagi gas dan internet.
Tidak kenal klinik/rumah sakit apalagi asuransi kesehatan
Yang masih sekolah berpacu dengan sinar matahari jika ada PR.

Sayangnya mereka tidak cukup memiliki ketrampilan yang bisa membuat mereka bisa sedikit terbantu, Kecuali si mohammad yang paling kecil, ia cukup bisa jika di suruh memelihara kambing.

Apakah ada diantara kalian yang tertarik mengulurkan tangan untuk mereka?

Apapun jelas berguna untuk mereka. Atap yang bocor sudah perlu di ganti, lantai yang berlubang2 perlu di ratakan, syukur2 pakai semen, untuk tidur pantasnya pakai tilam/kasur, dapur pantesnya ada meja-nya. Buku sekolah mestinya ada meja-nya. Karena banyak perempuannya, maunya kamar mandi bisa tertutup. Apalagi kamar mandi dan wc-nya....

Saya kok pengen carikan beberapa ekor kambing untuk modal sekolah si Mohammad.

Apa pendapat kalian?

Saya ingin menawarkan diri menjadi perantara jika kalian ingin memberikan sesuatu untuk mereka.

Semoga saya bisa berlaku amanah.

Silahkan kirimkan ke
Cahyo Pramono
Komp. Bali Indah
Blok C No 8
Tanjung Gusta, Medan


Atau jika mau kirim dana, silahkan ke
Bank Mandiri cab Balai Kota
An. Cahyo Pramono
No 106 00 0210823 4

Jangan lupa email kan ke saya kalau kalian setor dengan menyebutkan jumlahnya ya. biar mudah pembukuannya.

Ah, satu lagi. kalau ada yang bisa bantu konselling! anak perempuan ini sangat rentan terhadap perilaku negatif laki-laki jahat, seperti yang menimpa si Halimah.

Jika perlu bicara/sms, silahkan ke 0811 63 8383

Jangan berfikir jumlahnya. Berapapun asal iklas!

Untuk suadara dan sahabat yang belum bisa membantu secara material, bukan berarti kalian tidak bisa berdoa toh?

Terimakasih ya.

Salam

Cahyo Pramono

www.cahyopramono.com
Previous
Next Post »

1 comments:

Write comments
budi dulkamid
AUTHOR
October 30, 2007 at 4:55 PM delete

cukup bagus programnyah tuk membantu rakyat kecil, mudah2an makin banyak orang yg baik & mau membantu sesamanya tuk meringankan beban saudara2 kita yg sedang membutuhkan...

Reply
avatar