laporan perkembangan project rumah ibu salmiah di hamparan perak


Apakabar saudara-saudaraku? semoga kalian semua dalam keadaan sehat, tenang, damai, dan tenteram.
Selamat mulai beraktiviats setelah libur lebaran yang lumayan panjang.

Hari Minggu lalu(21 oktober 2007), saya berkunjung ke lokasi baru bagi keluarga ibu salmiah yang di hamparan perak.
Agar kalian juga mengikuti perkembangannya berikut adalah yang saya lihat di lokasi tersebut. lokasi ini dihibahkan oleh seorang kerabat yang turut prihatin dengan keadaan keluarga ibu salmiah. lokasi yang baru ini berjarak sekitar 500 meter dari rumah semula yang nota bene adalah tanah pinjaman.
keputusan untuk memindah lokasi rumah adalah karena memang si pemilik tanah sudah meminta bayaran, lalu merenovasi rumah jauh lebih mahal dan ada tanah yang bisa digunakan tanpa harus terbebani oleh pemiliknya dan daerah tersebut sangat dikenal oleh seluruh anggota keluarga ibu salmiah.

Ini adalah Foto jalan setapak menuju lokasi rumah baru. Sebelah kanan foto adalah bekas galian pasir, sebelah kiri adalah kebun penduduk













inilah proses pembangunan rumah untuk keluarga ibu salmiah. Proses ini adalah proses pemasangan batu bata. Dinding tidak semuanya permanen tetapi setengah bata dan setengah pakai gedek/kayu. Gambar ini kita lihat dari sisi belakang. Dibelakang bangunan utama ini masih akan ditambah dapur dan kamar mandi.














inilah alokasi tanah untuk dapur dan kamar mandi


















dibawah ini adalah tampak depan samping















berikutnya adalah alokasi untuk ruang teras (ruang serbaguna)



















ini pemandangan didepan rumah baru beruba hamparan rumput yang menutupi bekas galian basir. di tanda merah direncanakan sebagai tempat kandang kambing (diatas kolam).








Saudaraku yang baik,
cukup banyak respons positive dari email yang saya kirim, untuk itu saya ucapkan terimakasih.
sudah terkumpul dana sebesar Rp.14.200.000,- untuk keperluan renovasi rumah.
sudah terkumpul dana sebesar Rp.12.678.900,- untuk membeli 15 ekor kambing.

Selanjutnya, saya telah membentuk team kecil untuk memaksimalkan kerja (semua sukarela) yang terdiri dari beberapa orang tukang, praktisi peternak kambing, praktisi perkebunan bunga melati dan beberapa guru agama.

Kita masih memerlukan dana tambahan senilai
1. Rp. 760.000,- untuk tambahan ongkos tukang,
2. Rp. 960.000,- untuk pembuatan kandang kambing dan
3. Rp. 820.000,- untuk membeli bibit pohon melati dan pupuk awal.
4. Rp. 430.000,- untuk pembuatan pagar pengaman dari bambu.

Jika kita masih bisa mengumpulkan dana sekitar 7,5 s/d 8 juta rupiah, saya ingin sekali mereka memiliki;
1. 2 set piring, gelas untuk makan/minum
2. 1 set panci/wajan untuk masak
3. 1 buah ember untuk tampungan air bersih dan mencuci
4. 7 buah matras/kasur
5. 14 set seprey/sheet untuk alas matras/kasur
6. 8 helai selimut
7. 8 helai handuk
8. 3 buah cermin
9. 6 set perlengkapan shalat
10. 1 meja makan di dapur
11. 1 lemari makan di dapur
12. 2 set lemari pakaian di kamar
13. 1 meja di teras (untuk belajar dan untuk aktifitas keseharian)
14. 1 set kursi di dapur
15. 1 set kursi di teras
16. 2 set bangku panjang di teras
17. 5 buah lampu ting kapal
18. 1 buah lampu petromaks
19. 1 radio transistor
20. 1 set alat bertani (cangkul, parang, sabit dan gembor)
21. 3 buah jam dinding

demikian, semoga saudara-saudaraku yang baik bisa mengikuti perkembangan yang saya kita kerjakan untuk keluarga ibu salmiah.

Saran dan pendapat mohon emailkan ke tj@cahyopramono.com atau 0811 63 8383

Untuk rekan2 yang sudah memforwardkan email terdahulu, mohon bantuannya juga untuk memforward-kan juga informasi ini.

salam
cahyo pramono
Previous
Next Post »

1 comments:

Write comments
regie
AUTHOR
October 23, 2007 at 2:45 PM delete

ide yang sangat brilian mas, pengen banget aku menjiplak ide mas cahyo (gpp kan kalo plagiator untuk hal seperti ini) salut banget bisa terkumpul dana seperti itu. Artinya mas Cahyo dipercaya untuk menggalang dana, mudah2xan one day aku bisa melakukan hal serupa.

Reply
avatar