perkembangan per tgl 02 november 2007 atas project rumah keluarga ibu salmiah di hamparan perak

Saudaraku yang baik,

Berikut adalah laporan perkembangan project pembangunan rumah untuk keluarga ibu salmiah dihamparan perak sampai dengan hari minggu tanggal 04 november 2007.

Atas ijin Tuhan yang Maha Pengasih. Bangunan utama dan teras sudah selesai dibuat. Ibu salmiah dan keluarga sudah pindah hari jumat lalu tanggal 02 november 2007. lalu hari sabtunya rumah lama dibongar agar beberapa seng, kayu/papan bisa digunakan untuk dapur dan kamar mandi di rumah yang baru.

Direncanakan mulai hari ini (senin, 5 november 2007), pekerjaan pemasangan bis beton untuk sumur dan kerangka kayu dapur sudah dimulai.

Mohon tetap dibantu dengan doa agar project ini berjalan dengan sukses dan kami tetap dikaruniai kesabaran dan keendahan hati untuk bisa belajar menuju pendewasaan batin. Juga Untuk tetap yakin, bahwa Tuhan akan menyelamatkan kita jika kita berserah diri dan bersyukur.

Saudaraku, jika dilihat dari jauh, (depan rumah), inilah yang terlihat.
Maaf saya gunakan resolusi rendah agar memudahkan pengiriman via email.)



Sebuah kekuasaan Tuhan yang tidak bisa saya mengerti, betapa lokasi rumah baru keluarga ibu salmiah berada disuatu tempat yang terindah yang pernah saya lihat. Hamparan rumput diatas kolam galian pasir terlihat seperti pemadani hijau.

Selalu saja tiap hari ada ratusan burung bangau mengerubungi ternak sapi yang sedang digembalakan, dan mereka terbang beriring pulang ke sarangnya saat senja datang. Dan itu semua terlihat jelas dari teras rumah baru ini.

Tak bisa saya gambarkan betapa angin semilir yang selalu bertiup melengkapi keindahan itu.

Damai.... dan tenang.....!


dibawah ini adalah sudut yang sama dengan zoom, sehingga terlihat lebih dekat











jika difoto dari jarak dekat, inilah yang terlihat













pada saat saya datang, pekerjaan pondasi dan tembok untuk dapur sedang dikerjakan.













belajar dari rumah lama, rumah baru ini dilengkapi dengan 12 jendela dan ventilasi, dengan harapan cahaya matahari mudah masuk dan sirkulasi udara tetap segar.


kini, keluarga ibu salmiah tidak lagi tidur diatas tanah, sudah ada panggung sebagai alas kasur/matras. Tanah yang tidak rata, basah dan dingin biarlah jadi kenangan indah bagi mereka dan tidak perlu diulang lagi.

(gambar bawah ini)


















karena bangunan dapur masih dalam proses, maka mereka memasak dibawah pepohonan sawit tidak jauh dari rumah barunya.

Siang itu mereka makan daun ubi rebus, sambal, ikan asin dan nasi panas. Mereka bilang sangat lezat…!














foto dibawah ini diambil menjelang sore.
Mereka selalu heran mengapa saya selalu membawa kamera dan selalu memfoto bangunan setiap kali datang.
Dan saat saya foto mereka, terlihat mereka sudah mulai berani bercanda dan TERSENYUM. Ya.... tersenyum... sesuatu yang amat jarang kami lihat dari wajah-wajah mereka.
Saudaraku, lihatlah betapa mereka benar-benar sudah mulai belajar tersenyum.
Mungkin terdengar naif, tapi memang mereka ini sudah lama dalam keterasingan dan beban yang tak sanggup mereka pikul.
Betapa sudah terlalu lama mereka tidak pernah lagi memiliki airmata apalagi senyuman.
Sore itu saya melihat mereka tersenyum. Semoga senyum mereka hari ini tidak diikuti dengan airmata kesedihan dikemudian hari.

Saya dan team kerja sungguh berterimakasih atas budi baik saudaraku yang sudah memberikan mereka alasan untuk bisa tersenyum kembali.



dalam kehidupan keseharian yang saya alami (apalagi dalam dunia hospitality), saya sangat mudah menemukan orang tersenyum, entah senyuman apapun itu, tapi senyum yang saya lihat sore hari minggu lalu adalah salah satu yang terindah yang pernah saya lihat.

Selanjutnya, saya dan team kerja mengucapkan ribuan terimakasih atas segala respons positif, saran-saran dan dukungan moral serta material yang sudah diberikan . hingga saat ini kita sudah mendapatkan tambahan-tambahan dukungan berupa;

06 set sping bed layak pakai,
12 set sprei/sheet
08 set bantal
18 set sarung bantal
16 set handuk
06 set perlengkapan shalat
01 lembar karpet untuk alas shalat
01 buah jam dinding

Kita masih memerlukan dana tambahan senilai
1. Rp. 260.000,- untuk tambahan ongkos tukang,
2. Rp. 960.000,- untuk pembuatan kandang kambing dan
3. Rp. 820.000,- untuk membeli bibit pohon melati dan pupuk awal.
4. Rp. 430.000,- untuk pembuatan pagar pengaman dari bambu.

Jika kita masih bisa mengumpulkan dana sekitar 6 juta rupiah, untuk membeli;
1. 2 set piring, gelas untuk makan/minum
2. 1 set panci/wajan untuk masak
3. 1 buah ember untuk tampungan air bersih dan mencuci
4. 8 helai selimut
5. 3 buah cermin
6. 1 meja makan di dapur
7. 1 lemari makan di dapur
8. 2 set lemari pakaian di kamar
9. 1 meja di teras (untuk belajar dan untuk aktifitas keseharian)
10. 1 set kursi di dapur
11. 1 set kursi di teras
12. 2 set bangku panjang di teras
13. 5 buah lampu ting kapal
14. 1 buah lampu petromaks
15. 1 radio transistor
16. 1 set alat bertani (cangkul, parang, sabit dan gembor)
17. 2 buah jam dinding

demikian, semoga saudara-saudaraku yang baik bisa mengikuti perkembangan yang kita kerjakan untuk keluarga ibu salmiah.

Saran dan pendapat mohon emailkan ke tj@cahyopramono.com atau 0811 63 8383
Previous
Next Post »