Banyak Kendaraan Menuju Roma

tulisan ini sudah diterbitkan di harian waspada pada tanggal 31 desember 2007 di halaman bisnis dan teknologi

10.000 warna yang bisa dibedakan oleh mata kita sebenarnya berasal dari 5 warna dasar saja. Jutaan karya musik tercipta dari tangga nada yang hanya 7 not dasar saja. Jutaan menu makanan dengan rasa yang serbaneka tercipta dari 5 rasa dasar saja.
Dari warna dasar yang terbatas, nada dasar yang terbatas dan rasa dasar yang juga terbatas jika diolah dan dicampur maka jumlahnya sungguh tidak akan terbatas. Lalu apakah kini masih ada alasan untuk merasa bahwa produk kita terbatas sehingga berpotensi kalah dalam percaturan bisnis dengan pesaing? Apakah sekarang masih ada alasan untuk membiarkan konsumen merasa bosan dan lari kepada pesaing lain? Tentu tidak bukan?

Tidak terbatas
Tulisan ini saya tujukan untuk anda yang sedang mencari ide tambahan untuk pengembangan produk sekaligus menjawab pertanyaan saudara Andi Siregar di USU, Saudari Nindawati di Tebingtinggi dan Bapak Multazam di Medan.
Tentang warna, nada dan rasa sebenarnya sudah dibicarakan secara umum sejak jaman dahulu. Salah satunya oleh Miyamoto Musasi pada abad 16 atas inspirasi Sun Tzu dalam kitabnya legendarisnya (400 sebelum masehi).
Lalu secara praktikal, tahukan anda bahwa ubi kayu bisa diolah menjadi sekitar 120 jenis makanan yang berbeda nama, rasa, bentuk, warna dan ukuran? Tahaukan anda bahwa mie kuning bisa diolah menjadi 130 jenis makanan yang berbeda-beda? Tahukah anda bahwa tepung terigu bisa diolah menjadi 547 jenis makanan yang berbeda?
Gambaran lain yang perlu saya sampaikan adalah bahwa perusahaan telekomunikasi, pada dasarnya hanya menjual jaringan untuk komunikasi. Tetapi mereka bisa membuat serangkaian produk agar potensi pendapatannya meningkat, mengantisipasi poin-poin yang tidak efektif, memastikan terjadinya optimalisasi penjualan dam mendapatkan keuntungan yang maksimal dan berkelanjutan.
Aplikasi dalam bisnis Perusahaan Telekomunikasi; saat ini kita bisa melihat beberapa contoh. Misalnya dalam menjual pulsa, satu perusahaan telekomunikasi, biasanya memiliki 2 atau 3 jenis kartu yang diberi nama berbeda dengan keunggulan yang seperti dibeda-bedakan. Padahal produknya sama, jaringan yang dipakai sama dan fasilitas dasarnya juga sama.
Lalu dari dasar penjualan pulsa, mereka melebarkan sayap kepada layanan lain, seperti SMS, GPRS, sambungan internet, sambungan vidio, bahkan kini mereka menjual rekaman musik menjadi nada sambung pribadi. Mereka ada yang menambah produknya dengan beberapa fasilitas berita, info-info belanja, info ibadah dan berbagai macam produk lainnya.
Apakah anda pernah mendengar bahwa salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia ini, hanya memerlukan penjualan SMS selama 6 hari saja untuk memenuhi gaji ribuan karyawan mereka di seluruh Indonesia. Coba bayangkan seberapa besar penjualan dari produk-produk lainnya.
Kembali kepada penjualan pulsa, untuk produk pra-bayar, mereka memiliki banyak alternatif dengan voucher atau electronik. Voucher yang dijual juga bervariasi harganya, dari yang hanya Rp.10.000,- hingga Rp.100.000,- per lembarnya.
Apakah anda sudah mencium ide dasar yang saya contohkan diatas?
Bukti dan contoh diatas seharusnya memberikan inspirasi kepada kita untuk yakin bahwa kita bisa mengembangkan produk kita kepada pilihan-pilihan yang juga tidak terbatas. Penciptaan pilihan-pilihan itu sangat penting karena pangsa pasar kita memiliki karakater dan budaya membeli yang berbeda-beda. Untuk itulah kita harus memudahkan pelanggan kita sehingga mampu memenuhi hampir semua kebutuhannya dan seleranya dengan menciptakan beberapa pilihan dari produk yang kita tawarkan.

Analisa Produk Dasar
Langkah pertama yang penting adalah memastikan kita mengenal dengan baik produk dasar kita yang terbatas itu. Lalu koneksikan dengan pola kultural belanja dari pelanggan potensial kita. Budaya dan karakter belanja pelanggan kita akan menjelaskan kepada kita bagaimana mereka berbelanja, datang langsung atau via telephone?, membayar cash atau kredit? Membeli produk mahal atau produk murah? Berbelanja tahunan, bulanan, mingguan atau harian? Kapan mereka belanja? Pada pagi hari, siang hari, sore hari atau malam hari? Dan berbagai pertanyaan lain yang lebih detail.
Yang berikutnya adalah memastikan apakah produk kita memiliki potensi untuk dipecah-pecah sesuai dengan kebutuhan pelanggan? Apakah produk kita memiliki keunggulan saing? Produk mana yang paling laku dan mana yang paling tidak laku? Seberapa lama produk tersimpan di pajangan dan seberapa cepat perputarannya?

Memecah Produk
Pisahkan produk berdasarkan beberapa kriteria yang cocok, misal berdasarkan harga, karakter produk seperti ukuran, warna, dan bentuk, lalu berdasarkan kualitas, berdasarkan jam belanja atau lokasi.
Contoh pemecahan produk hotel misalnya, ada beberapa jenis kamar yang berbeda harga dan fasiliatasnya, lalu berbeda pada waktu ramai dan waktu sepi. Produk Padio dan TV yang menjual siaran, dibagi dalam jam tayang istimewa dan jam tayang biasa. Lalu mereka bagi-bagi produknya dalam bentuk acara yang berbeda-beda. Dan iklan yang dijual juga berbeda-beda.
Produk swalayan membedakan lokasi rak pajangan, antara yang mudah terlihat terjangkau dengan yang tidak mudah terjangkau. Produk properti membagi zona dan tipe bagunan. Produk otomotif membagi kelas berdasar kapasitas mesin dan kegunaannya dan lain sebagainya.

Menjual Pecahan
Mulailah membuat paket-paket panjualan dari pecahan-pecahan tersebut. Sering terjadi pecahan itu memberikan pesona harga yang sangat murah, sehingga bisa dijadikan bahan utama dalam berpromosi.
Menjual pecahan-pecahan tersebut akan memudahkan pembeli memilih sesuai dengan seleranya. Mereka seolah-olah diberikan kemerdekaan memilih. Tentu saja syarat dan kondisi transaksi ini berbeda-beda dan jelas aturannya.
Menjual dengan bagian-bagian tertentu memerlukan struktur harga dan pencatatan yang lebih banyak, promosi yang lebih gencar. Konsekuensi logisnya, kita bekerja sedikit lebih banyak, tetapi itu biaya yang layak untuk keuntungan yang lebih besar.
Yang pasti, bolehlah kita merasa memiliki produk yang terbatas, tetapi bukan berarti kita harus membatasi pikiran. Ingat selalu warna, rasa dan nada, mereka terbatas tetapi sangat mungkin menjadi yang tidak terbatas. Biarkan semuanya bercampur menjadi sebuah keindahan dan harmoni.
Previous
Next Post »