Bulan Dalam Air (Strategi kompetisi - Marketing)


tulisan ini sudah diterbitkan di harian waspada pada tgl 28 januari 2008 pada halaman bisnis & teknologi

TERDUDUK saya di sebuah pulau seukuran lapangan basket pada suatu malam dan menikmati tenangnya air danau. Langit begitu cerah, kemudian pada detik pertengahan malam menyeruak cahaya bulan yang membersihkan segala langit hingga cahaya terangnya menembus danau yang jernih itu. Ada bulan di dalam air!
Cahaya Bulan itu amat terang tapi lembut, meliputi seluruh areal permukaan hingga dasar danau sekaligus menerangi keadaan dilingkungannya tanpa memberikan sengatan seperti sengatan matahari. Cahaya itu begitu ramah, sejuk, bersahabat, bernuansa kasih sayang, mengundang sikap terbuka kerjasama dan kehangatan.
Cahaya Bulan yang menerangi seluruh danau ini mengingatkan saya kepada sebuah pengalaman memainkan strategi sederhana memasuki wilayah musuh, mengamati dan menguasainya tanpa harus menimbulkan konflik dan gejolak.
Dalam kancah persaingan bisnis, kita tidak bisa lepas dari pesaing-pesaing dengan kehebatan masing-masing. Mereka terus akan bergerak maju dan berpotensi meninggalkan kita dibelakangnya. Persaingan menjadi sesuatu yang melekat erat dalam konsep bisnis siapapun dan itu adalah sebuah permainan untuk dimenangkan. Untuk bisa bermain seindah cahaya bulan untuk memasuki wilayan pesaing, berikut pengalaman saya;

Menjadi bulan
Cobalah menjadi bulan. Atau minimal terkesan oleh pesaing anda bahwa anda adalah bulan. Anda yang tampil dengan kemasan bulan akan terlihat sebagai orang yang memberikan kehangatan pada saat dingin, kesejukan pada saat panas dan penerangan di kegelapan. Pesaing anda harus mengenal anda sebagai bulan yang kehadirannya tidak memberikan ancaman.
Kesan sangat bersahabat ini harus dimunculkan sehingga pesaing tidak berposisi protektif dan tidak memasang kuda-kuda untuk bertahan atau melawan balik. Karena pada dasarnya semua pihak saling tahu bahwa mereka adalah pesaing dalam arena yang sama.
Ini sedikit sulit jika kita berhadapan dengan pesaing yang memiliki filosofi kempetisi picik, dimana mereka melihat persaingan sebagai permusuhan. Jika pesaing menganggap kita sebagai musuh, maka mereka akan berusaha untuk tidak membuat kontak apapun dengan kita dan mereka akan menutup semua pintu bagi kita untuk ‘melihat’ keberadaan mereka akan menjadi lebih sulit.
Memancarkan cahaya bulan kepada pesaing memerlukan pertimbangan waktu dan tempat yang tepat, apalagi untuk pesaing yang menganggap kita sebagai musuh.

Menyinari Gelap Malam
Mulailah dengan Pilihlah waktu dan tempat yang menguatkan potensi bulan. Pancarkan pesona bersahabat pada saat mereka kesepian, pesona hangat pada waktu mereka kedinginan, pesona sejuk saat mereka kepanasan, pesona terang saat mereka berada di kegelapan. Pesona itu akan lebih mudah bersinar jika anda tidak membawa bendera bisnis anda sendiri. Pilihlah media yang efektif untuk ajang tebar pesona ini seperti forum-forum atau kegiatan yang tidak secara langsung membahas bisnis.
Ada ajang olah-raga, kesenian atau hiburan termasuk hobby. Atau lebih bagus lagi adalah menggunakan forum-forum bisnis yang membahas permasalahan bersama. Forum-forum yang terbangun atas kesamaan penderitaan dan kesamaan tujuan. Misalnya asosiasi pengusaha. Sekarang sudah sangat banyak persatuan/persekutuan/asosiasi pengusaha/pebisnis/eksekutif bisnis atau apapun namanya yang fokus kepada sektor-sektor tertentu.
Berbagung dalam sosiasi/lembaga bisnis dengan anggota yang sejenis bisnisnya dengan anda adalah cara halus untuk memasuki wilayah persaingan. Ya, sangat indah, karena kita memasuki zona permasalahan bersama dan itulah areal yang tepat untuk memposisikan persamaan awal. Begitu sudah ada frekuensi persamaan, maka disitulah gerbang untuk masuk lebih lanjut.
Manfaatkan media-media tersebut karena media tersebut mengumpulkan para kompetitor anda. Dari forum-forum bisnis tersebut memberikan sedikit gambaran siapakah mereka-mereka itu yang menjadi pesaing anda.
Penting disadari bahwa man behind the gun adalah kunci utama persaingan. Artinya, apapun senjata yang digunakan, harus diperhatikan siapakah orang yang memegangnya. Sebatang pensil bagi kita hanya untuk menulis, tetapi bagi seorang ahli bela diri, pensil itu bisa dijadikan senjata yang mematikan.
Karena itulah, mengenal orang-orang yang menjadi pesaing kita sangatlah penting. Karena dari merekalah muncul berbagai strategi persaingan. Dengan mengenal karakter dan cara berfikirnya, kita bisa memastikan strategi apa saja yang akan mereka munculkan dikemudian hari.
Itulah artinya bahwa bergaul dengan pesaing adalah hal penting lalu yang paling penting adalah upayakan kitalah yang melakukan observasi bukan kebalikannya.

Menempel Lekat
Cahaya bulan yang lembut memberikan kesempatan bagi kita untuk mengamati alam semesta ini dengan dalam dan tenang. Demikian juga dengan konsep cahaya bulan, kita bisa mengamati pesaing dengan detail tanpa kecurigaan.
Karakater cahaya bulan tidak sekeras cahaya matahari. Konsep strategi cahaya bulan meminta kita untuk melakukan upaya observasi melekat. Artinya sejauh pesaing tetap merasa ‘sejuk’, kita harus terus masuk kedalam dengan pelan, tenang dan merasakan ritme objek kita.
Ikuti saja apapun gerakan pesaing, lengket dan melekat seperti bayangan di cermin. Dengan melakukan observasi yang lengket, maka kesimpulan pengamatan akan lebih jelas dan gamblang.
Observasi dengan gaya cahaya bulan ini memerlukan waktu yang sedikit panjang, artinya observasi yang dilakukan sekali dua kali tidaklah cukup menjamin adanya penggambaran yang jelas dan terang.

Bulan diatas
Bulan yang sesungguhnya tidak pernah berada di dalam air. Bulan yang sesungguhnya tetap diangkasa. Perumpamanan kata bulan yang saya gunakan ini adalah konsep observasi pesaing seperti bulan di air. Bulan ini memancarkan cahaya sehingga masuk kedalam air, menerangi semuanya tetapi ia tetap tangguh bertengger di angkasa.
Langkah observasi itu harus dilakukan dengan kontrol kesadaran penuh. Harus kita yang ‘mengendalikan’, bukan pesaing! Ini bukan pekerjaan berat tetapi memang sedikit memerlukan praktek dan latihan.
Latihan pertama yang mudah adalah berusaha bertanya lebih banyak dari pada bercerita. Lalu berlatih berpuasa menceritakan diri sendiri dan pilih topik yang sesuai saja dengan pihak lawan kita. Biarkan kala itu menjadi panggungnya pesaing anda, tetapi sebenarnya kita sedang menguasainya. Sebuah kemenangan yang elegan.
Previous
Next Post »