Cara Bisnis Yang Cerdas

SETIAP orang memiliki cara sendiri dalam menangani sesuatu, demikian juga dengan cara bisnis yang dipraktekkannya. Saya ingin membagi pengalaman beberapa praktisi bisnis yang saya anggap cukup ‘cerdas’, tetapi bukan berarti cara-cara yang lain dari yang saya ceritakan itu bodoh. Saya katakan cerdas karena menggunakan terobosan-terobosan istimewa yang sedikit diluar kebiasaan umum.
Konsep cerdas yang saya maksudkan adalah bagaimana pengusaha cerdas itu memanfaatkan potensi-potensi diluar dirinya untuk kepentingan mendapatkan keuntungan bagi dirinya secara optimal.
Konsep bisnis cerdas itu adalah MENGGUNAKAN PIKIRAN, TENAGA dan UANG ORANG LAIN. Kecerdasan ini sangat absolut hukumnya jika ingin mengoptimalkan bisnis hingga titik yang jauh dari batas maksimal dari kemampuan pribadi pebisnis. Hukum dasarnya adalah jelas bahwa seseorang tidaklah akan dapat hidup sendirian dimuka planet ini. Seseorang selalu membutuhkan spihak-pihak lain untuk tetap hidup dan berkembang.
Sepandai-pandai seseorang pasti ada batasnya, sekuat apapun tenaga satu orang pasti lebih kuat kalau didukung tenaga orang lain demikian juga sebanyak-banyak uang yang dimiliki seseorang, akan lebih banyak lagi jika didukung oleh pihak lain. Jelas bahwa seseorang tidak akan bisa berada di dua tempat yang berbeda pada saat yang bersamaan. Keterbatasan fisik tidak memungkinkan seseorang mengerjakan sesuatu diluar batas kemampuan fisiknya.
Baiklah, kita akan bahas satu-persatu trik cerdas ini;

MENGGUNAKAN PIKIRAN ORANG LAIN
Lagi-lagi karena alasan keterbatasan diri dan kenyataan menunjukkan bahwa disekitar kita tersedia banyak orang pintar yang cerdas berfikir dan rela membagikan ilmunya kepada kita. Konsepnya sangat sederhana; manfaatkan pemikiran mereka untuk kepentingan kita.
Untuk sebuah ide brilian kadang-kadang tidaklah harus mengeluarkan biaya yang besar. Kadang kala kita hanya memerlukan sebungkus rokok atau secangkir kopi untuk menyogok seseorang agar memberikan ide-ide segarnya kepada kita. Kepada bawahan kita, biasanya jauh lebih mudah, kita hanya perlu menepuk pundaknya dan mendengarkan mereka berbicara lalu sebuah lentera pencerahan akan menerangi pandangan kita.
Memang akan lebih bagus jika bisa mendapatkan petunjuk dari konsultan profesional, karena mereka sudah membekali dirinya dengan pengalaman dan pendidikan serta kemampuan yang memang profesioanl. Mereka mampu menguraikan berbagai hal secara berurut, logis dan mudah dicerna. Tentu saja kita harus membayarkan sejumlah dana untuk pengganti ide-ide cemerlangnya, karena mereka pun memerlukan banyak dana untuk mendapatkan kemampuannya tersebut.
Prinsip dasar dari konsep ini adalah sebuah kemampuan mengendalikan orang lain agar orang lain tersebut rela memberikan dukungan pemikian untuk peningkatan kinerja bisnis kita. Disini sangat dituntut kemampuan mendengar dan menganalisa serta kemampuan untuk menyerap informasi baru dan mengolahnya untuk disesuaikan dengan jalur bisnis yang kita tempuh.
Tidak perlu khawatir dan ragu jika anda membagi dan membahas konsep-konsep bisnis anda kepada mereka, karena umumnya sangat jarang ada orang yang pandai berfikir yang sukses berbisnis. Itu sangat jelas karena bisnis dan talenta sangatlah berbeda. Jadi sedikit sekali peluang anda akan dicontek dan ditiru oleh mereka.
Prinsip ini mengarahkan kita kepada keberanian untuk memilih pegawai yang cerdas dan pintar. Semakin pintar mereka, semakin besar keuntungan kita. Dengan mempekerjakan orang yang pintar, maka dengan sendirinya kita akan ikut pintar dan terus terpacu untuk meningkatkan kapasitas kecerdasan kita sendiri.

MENGGUNAKAN TENAGA ORANG LAIN
Dengan pemahaman prinsip diatas, menggunakan tenaga orang lain pasti akan meringankan beban kita. Semakin banyak tenaga dari luar yang memberikan kontribusi, jelas bukan saja meringankan beban, tetapi juga berpotensi meningkatkan produktivitas dengan mencolok.
Bayangkan anda seorang pedagang bakso keliling, anda membeli bahan baku sendiri, memasaknya sendiri, mengayuh kereta baksonya sendiri, melayani sendiri dan semuanya serba sendiri. Bukankah akan lebih baik dan berpotensi berkembang jika anda memiliki banyak orang untuk membantu anda?
Mendelegasikan pekerjaan adalah cara terhebat dari seorang pemimpin. Pemimpin yang baik lagi-lagi bukanlah seorang malaikat yang serba bisa, tetapi hanyalah manusia biasa yang dibekali kemampuan untuk mengarahkan tenaga-tenaga orang lain demi tercapainya tujuannya.
Tenaga orang lain yang bisa dimanfaatkan memberikan peluang bagi kita untuk mencurahkan perhatian kepada hal-hal penting dan strategis demi lancarnya Operasional bisnis dan upaya-upaya cerdas untuk mengembangkannya.

MENGGUNAKAN UANG ORANG LAIN
Bisnis berujung kepada perolehan laba. Tentu saja modal juga menjadi pokok penentunya. Seperti memancing ikan, semakin besar umpannya maka semakin besar pula ikan yang memakannya. Menggunakan uang sendiri sebagi modal adalah hal yang biasa, tetapi kemampuan menggunakan uang orang lain jauh lebih cerdas.
Yang membedakan adalah volume keuntungannya saja, dengan uang sendiri, besaran keuntungan bisa lebih maksimal. Tetapi ingat, persentase keuntungan yang lebih kecil dengan modal milik orang lain adalah jauh lebih besar nilainya.
Kecerdasan ini sangat bergantung kepada kemampuan diri dalam mendapatkan pemodal serta kemampuan menyesuaikan diri dengan kondisi dan persyaratan yang ditentukan oleh pimilik modal.
Adalah sebuah seni yang menarik manakala kita mampu mendapatkan dana dari lembaga perbankan, atau lembaga pemodal lainnya. Seni ini memerlukan kemampuan meyakinkan dan kemampuan diri meningkatkan keyakinan itu dengan membayarkannya sesuai kesepakatan.

CERDAS
Lagi-lagi rahasia kecerdasan ini adalah terletak dari kemampuan kita mengelola manusia. Menjadi pemimpin bukanlah sekadar hebat secara individu. Tokoh-tokoh terkenal yang sukses diantaranya tidak memiliki latar belakang pendidikan tinggi, tidak cukup kuat secara fisik dan berangkat dari latar belakang yang miskin, tetapi mereka mampu mempekerjakan orang dengan kapasitas kepintaran yang tinggi, kuat dan bisa mendapatkan modal dengan kondisi yang jauh lebih baik.
Kini sudah tidak jamannya lagi menjadi one man show, kini jamannya kecerdasan mengendalikan orang lain demi tercapainya tujuan diri dengan lebih optimal. Semua potensi itu ada disekitar kita, tinggal sejauh mana kita mampu memanfaatkannya.
Previous
Next Post »