Blitz-Reading : Membaca Secepat Kilat


Written by ronnyfr on 22 February 2007

Saya tidak tahu, apakah Anda termasuk orang yang ingin bisa membaca dengan kecepatan fantastik dalam hitungan selembar buku kurang dari sedetik, laiknya seperti memotret atau memfotocopy? Sebagai catatan, tentunya yang saya maksudkan ini berbeda dan jauh lebih cepat dari speed reading. Benar-benar mirip melakukan fotokopi atau memotret halaman bacaan. Dalam cara speed reading, kita masih membaca, dalam arti huruf / kata / kalimat masih dibaca, hanya saja dengan kecepatan cepat. Sedangkan yang saya maksud di sini adalah bukan lagi membaca, namun semacam mendownload, memfotokopi ke pikiran.


Inilah Blitz-Reading (BR), teknik mendownload informasi yang melibatkan pikiran sadar (conscious mind) dan pikiran bawah sadar (subconsious mind) secara simultan. Berbeda dengan membaca cara biasa, termasuk speed reading, yang cenderung hanya melibatkan pikiran sadar saja.

Tidak terlalu banyak orang yang tahu bahwa pikiran bawah sadar memiliki potensi yang amat besar dalam hal meng-akuisisi suatu pengetahuan dan ketrampilan, bahkan jauh besar daripada kemampuan pikiran sadar. Perlu dicatat bahwa hampir-hampir semua ketrampilan yang kita miliki sebenarnya selalu pada dataran unconsious competence (kompetensi bawah sadar). Semisal saat menyetir mobil, tentunya kita tidak berminat kalau setiap menyetir harus terus menerus mengingat apakah pedal kopling sudah diinjak dengan kaki kiri dan seterusnya. Kita lebih senang melakukan semuanya secara otomatis alias unconsious competence. Capek sekali rasanya jika seluruh ketrampilan berada di level conscious competence, alias kompetensi di pikiran sadar.

Blitz-Reading memanfaatkan kehebatan pikiran bawah sadar ini dalam hal membaca, dilakukan dengan cara memby-pass proses masuknya informasi yang masuk ke mata agar langsung menuju ke bawah sadar, tanpa melewati pikiran sadar yang penuh dengan filter. Melalui Blitz-Reading informasi di download secara mental-fotografis, bukan dibaca. Seperti kerja sebuah alat scanner atau mesin fotokopi yang mencopy bahan langsung selembar, bukan kata perkata. Beberapa orang mengira teknik ini dilakukan dengan cara memfokuskan / mengkaburkan fokus mata seperti melihat gambar stereogram, bukan seperti itu cara kerjanya.
Blitz-Reading memerlukan 3 tahap sebagai berikut :

1. Persiapan
2. Blitz-Reading
3. Konversi

TAHAP 1 : PERSIAPAN
a. Accelerated Learning dan Anchoring
Proses BR juga harus dilakukan dalam kondisi accelerated learning (percepatan belajar), yakni kondisi ideal untuk membaca karena tubuh fisik kita rileks namun pikiran kita siaga. Pada kondisi pikiran ini, kita akan mudah untuk memahami secara keseluruhan, lebih mengingat, dan memanggil kembali yang pernah dibaca. Latihannya sangat mudah, prinsipnya adalah menurunkan gelombang otak pada kondisi alpha/theta, yakni gelombang pikiran yang lebih rendah dari kondisi biasa kita sehari-hari.

Ada berbagai cara menurunkan gelombang itak, yang paling mudah, murah dan meriah adalah dengan cara relaksasi progresif, yakni mengendorkan/merilekskan seluruh otot tubuh, lakukan dengan tersenyum, damai dan bernafas panjang namun santai (tidak dipaksakan panjang). Berlatih selama beberapa saat, akan membuat Anda mencapai titik seperti mengambang atau memasuki dimensi lain (silahkan dicoba saja, anda akan mengerti sendiri). Setelah bisa mencapai kondisi ini, buatlah anchor sehingga mudah diakses lagi.

Beberapa orang memilih menggunakan cara brain entrainment , yakni stimulasi gelombang otak secara langsung dengan menggunakan suara-suara tertentu melalui telinga kanan dankiri secara berbeda frekuensi. Ada berbagai software semacam ini yang tersedia di pasar, mulai yang berformat khusus dan harus diputar di komputer, ada juga yang menjual alat khusus langsung siap pakai, sedangkan yang paling praktis (dan murah) adalah yang berformat mp3. Dengan format mp3, maka anda bisa memutarnya melalui mp3 player biasa.

Saran saya, berhati-hati dalammemilih software semacam ini, karena anda bermain-main dengan gelombang otak. Baca review dan komentar pemakai lain, cri sertifikat keamanannya. Yang terpenting, jika saat memakai terasa pusing, segera berhenti. Salah satu software yang sangat terkenal karena merupakan pelopor adalah brainwave generator, temukan di www.bwgen.com, silahkan baca review-nya sebelum memutuskan menggunakan. Ada edisi gratisnya, dan banyak ‘preset’ ciptaan para penggemarnya, hati-hati dalam memilih. Jika Anda sukses dengan cara ini, dan berhasil memasuki level accelerated learning, segeralah buat anchor agar lebih mudah diakses lagi.

Saat hendak menggunakan untuk Blitz-Reading, piculah anchor tersebut sehingga anda memasuki tahap ‘accelerated learning’. Lantas secara perlahan bayangkan/rasakan mata Anda berpindah ke atas telinga anda. Caranya dengan menyentuh kepala anda menggunakan jari tangan, tepat di kepala bagian atas telinga (bagian yang biasanya diimajinasikan ada tanduk, hehehe). Lihatlah dari atas seolah mata anda ada disana, jika anda lakukan hal ini dengan benar akan merasakan suatu pergeseran medan penglihatan. Anda akan melihat dengan pheripheral viewing (PV), dengan suatu sensasi meluasnya bidang pandangan anda.

Kondisi ini akan mempermudah Anda mengelola informasi jauh lebih banyak dari biasanya, karena kedua jenis pikiran kita terlibat. Saat Anda gunakan untuk membaca buku, maka anda akan bisa melihat tangan yang memegangi buku itu, karena luasnya medan penglihatan Anda.

b. Menentukan tujuan, dan gunakan afirmasi
Tahap ini begitu sederhana kelihatannya namun sangat penting, karena pikiran bawah sadar perlu diberi arah, sebab jika tidak ia akan berjalan sendiri. Memberi arah pada pikiran dilakukan dengan Menyatakan Tujuan secara Jelas dan Spesifik (dalam NLP disebut sebagai welformed outcome). Tujuan spesifik ini sebaiknya diucapkan sebagai suatu afirmasi. Ada dua buah afirmasi penting dalam BR ini, afirmasi pertama adalah mengenai tujuan, afirmasi kedua adalah mengenai Keyakinan Sukses dalam menjalani proses BR. Ingat afirmasi ini akan sukses jika pikiran anda berada pada kondisi alpha / theta, sehingga tidak direcoki alam sadar yang kritis.

Saya berikan beberapa contoh dari 2 jenis afirmasi ini, silahkan pilih, dan palingbaik afirmasinya adalah buatan anda sendiri.

Afirmasi Goal :

Setelah selesai melakukan BR, saya ingin mengerti bacaan ini terutama dalam hal logika berpikir penulisnya
Saya ingin melakukan BR agar mengerti dan mengingat fakta spesifik dari ilmu fisika ini.
Dan sebagainya.
Afirmasi Keyakinan Sukses :

Saat melakukan Blitz-Reading, saya yakin dapat berkonsentrasi dengan baik dan stabil.
Semua yang saya Blitz-Reading akan masuk ke ingatan jangka panjang pada pikiran bawah sadar saya, sehingga siap dipergunakan kapanpun.
c. Mendapatkan Kerangka Pikiran


Pikiran bawah sadar sangat familier dengan pola (pattern), dengan demikian anda perlu memberikan kerangka pikiran buku tersebut pada pikiran bawah sadar, agar struktur/pola informasinya jelas. Kerangka pikiran diperoleh paling mudah dengan cara mencerna beberapa bagian dari buku secara cepat (2-5 menit), sekedar dibaca dan mendapatkan perasaan mengerti atas susunan pokok pikiran buku tersebut.

Judul dan sub judul
Tulisan di sampul dan punggung belakang buku
Daftar isi (kerangka)
Halaman pertama dan akhir
Kata / konsep kunci biasanya dicetak dalam kotak
Teks yang dicetak tebal atau italic)
Gambar, ilustrasi, tabel atau grafik
Indeks, terutama pada kata yang sering muncul di banyak halaman
Kesimpulan

TAHAP 2 BLITZ-READINGa. Masuki kondisi pikiran fotografis-mental


Kondisi fotografis-mental berguna untuk menyiapkan hubungan langsung dengan pikiran bawah sadar bagi masuknya informasi visual. Dilakukan bukan dengan cara memfokuskan mata secara tajam atau mengkaburkannya. Juga bukan dengan cara membaca ide kalimat, ataupun membaca sekelompok kata sekaligus seperti speed reading. Perlu digaris bawahi, fotografis-mental bukanlah membaca, boleh diulangi sekali lagi bukanlah membaca. Jadi Anda tidak membaca apa-apa dari sebuah buku pada tahap ke 2 ini. Sebab kalau kita memfokuskan diri pada kata-kata, justru akan berurusan dengan pikiran sadar, padahal yang kita butuhkan adalah kemampuan pikiran bawah sadar.



Caranya adalah dengan melihat keseluruhan dari sebuah buku terbuka, laiknya anda memotretnya. Pandanglah pada keseluruhan halaman putihnya dengan pandangan yang santai dan meluas, hindari melihat pada kata-katanya. Lakukan dengan pandangan yang lembut, maka anda akan melihat halaman secara lebih jernih dan lebih dalam, seolah-olah 3 dimensi.

Ada berbagai cara dalam mengakses fotografis-mental ini, saya hanya akan mengulas satu saja yang paling mudah yakni sistem X. Perhatikan buku yang terbuka tepat di tengah lipatannya, secara santai perluas medan penglihatan sehingga dapat melihat ke empat sudut buku sekaligus. Perlembut pandangan anda sehingga huruf cetakan tidak dalam fokus yang tajam. Perhatikan tepian kosong dan ruangan putih di antara paragraf dan bayangkan ada sebuah garis silang (X) imajiner yang menghubungkan ke empat sudut buku.

Jika dilakukan dengan benar, maka di tengah lipatan buku (batas ke 2 halaman), akan muncul sebuah halaman sempit yang berujung bundar (seperti gulungan kertas ditengah buku). Jika pada awal tidak terlihat, hal itu biasa saja. Hal yang terpenting adalah tetap memperhatikan ke empat sudut buku dan garis silang (X) penghubung imajinernya, serta menghidari membaca kata-katanya. Ingat melihat gulungan kertas imajiner bukanlah ukuransukses, itu hanya salah satu side effect saja.

b. Ritme dan Postur Tubuh
Lakukan proses membalik halaman secara cukup cepat dan stabil, dengan cara tangan kiri memegangi buku, sementara tangan kanan membalik halamannya. Jangan cemas dengan halaman yang tidak terbuka (halaman dobel), toh anda akan bisa mengulanginya lagi nanti. Serahkan dan percayakan saja pada alam bawah sadar, meminjam kata Anthony Robbins : “trust your unconscious mind”.

Lihat langsung kedua halaman dengan pandangan lembut, selama satu detik atau kurang. Pandangan anda memperhatikan empat sudut buku dan garis imajinernya (X) serta ruangan putih dan bukan kata-katanya. Beberapa orang bahkan melakukannya dengan buku terbalik, agar tidak tergoda membacanya.

Postur ideal dalam Blitz-Reading adalah duduk tegak, letakkan buku bersudut miring sehingga terlihat tegak lurus dari mata anda. Tempelkan ujung lidah di belakang gigi atas (sepert mengucapkan huruf ‘L’), dan tarik sedikit dagu anda ke dalam. Tulang belakang usahakan lurus agar energi mengalir lebih baik ke otak anda. Usahakan kedua kaki menapak di lantai dan tidak bersilangan. Jaga nafas anda agar tetap dalam dan rata (jangan dipaksa, atu agar alami).

c. Akhiri dengan Perasaan ‘berhasil’Kecenderungan kritis dari pikiran sadar -secara alami- akan mempertanyakan apa hasil Blitz-Reading? Kok seperti nggak terasa apa-apa, nggak jadi ngerti , dan seterusnya…. Hindari mengikuti pemikiran ini agar informasi yang sudah anda download tidak tersabotase secara percuma.

Hal terbaik yang bisa anda lakukan pada alam sadar adalah, memintanya untuk mengakhiri proses in dengan suatu rasa ‘berhasil dengan baik’. Hal ini akan memberikan suatu jalur neurologis awal bagi otak anda agar memiliki akses ke informasi yang sudah di Blitz-Reading. Gunakan afirmasi berikut (jaga tetap dalam alpha), atau anda buat afirmasi Anda sendiri :

“Saya yakin sudah berhasil memasukkan informasi ke alam bawah sadar saya dengan baik. Sekarang silahkan tubuh dan pikiran saya memproses pemikiran ini dan akan saya gunakan dengan baik setelahnya.”

TAHAP 3 KONVERSI
Konversi dalam Blitz-Reading adalah memindahkan dan mengubah (konversi) pemahaman bawah sadar Anda ke level sadar. Proses Konversi setelah Blitz-Reading berbeda dengan proses ‘memanggil ulang’ (recall) apa yang sudah anda pernah baca dengan cara biasa (cara normal). Teknik Konversi didisain untuk merangsang ulang dan memperkuat hubungan sirkuit syaraf yang baru saja terbentuk setelah Blitz-Reading .

Beberapa orang dikaruniai pengalaman suatu konversi spontan, suatu proses konversi yang terjadi dengan sendirinya tanpa stimulasi khusus. Jadi semacam efek ‘Aha!’, pengalaman secara tiba-tiba mendapatkan solusi dari problem yang sudah menghantui berhari-hari. Konversi spontan bisa terjadi karena kita sudah memiliki pola syaraf efektif dalam otak yang kita rekam saat Blitz-Reading. Dan karena suatu pemicu (alami) yang pas, maka pola itu muncul ke permukaan secara spontan.

Perlu dicatat, sekalipun terasa bak mukjizat dan sangat menggairahkan, namun mengalami Konversi secara spontan tidak menunjukkan bahwa orangnya memiliki suatu ‘bakat’ tertentu atau ‘keunggulan’ tertentu dibanding orang yang tidak mengalaminya. Ingat semangat NLP, jika ada orang yang bisa melakukan sesuatu, maka kita juga bisa melakukannya. Kita semua sudah punya semua sumberdaya, tinggal mengakses, memperkuat dan mengurutkannya.

Nah, penjelasan berikut adalah mengenai Konversi manual. Yakni suatu cara sengaja untuk mempercepat perangsangan ulang otak, mengkonversi informasi yang ada di pikiran bawah sadar untuk dipindahkan ke pikiran sadar.

a. Lakukan Pengendapan
Kita perlu memberikan kesempatan pada alam bawah sadar untuk melakukan sistematisasi / pembuatan pola dan jalur sirkuit saraf. Secara sederhana sebut saja sebagai pengendapan di pikiran bawah sadar. Setidaknya 15 - 30 menit cukup bagi yang terlatih, namun yang paling baik adalah mengendap dalam tidur, khususnya tidur di malam hari. Saat pengendapan, kita memberikan waktu pada otak untuk mengintegrasikan informasi baru dengan jalur sirkuit syaraf yang sudah ada. Lakukan juga afirmasi sebelum anda melakukan pengendapan ini, ingat selalu melakukan afirmasi dalam kondisi alpha / theta.

b. Memberikan rangsangan pada pikiran
Perangsangan pada pikiran, akan berefek seperti kita menowel-nowel agar pikiran menggeliat dan terpicu. Cara terbaik memberikan rangsangan pikiran adalah dengan cara pengajuan pertanyaan pada diri sendiri, sambil membangkitkan rasa ingin tahu :

Hmmm, apa yang akan terjadi jika saya menguasai buku ini sepenuhnya?
Emmm, apa nilai pentingnya buku ini bagi saya ya?
Akan seru jika saya ingat, apa point utamanya nih?
Wow, apa saja manfaat dari bahan ini?
Oke, apa yang perlu saya ketahui dari buku ini agar ujian saya berhasil?

Pertanyaan-pertanyaan semacam ini menstimulasi rasa ingin tahu dan mengirimkan rangsangan pada sistem penyimpanan bawah sadar yang terdalam. Membuka sumbat saluran-saluran informasi dan menyalurkan jawabannya kepada anda. Stimulasi ini akan membuat ujung-ujung sinaps syaraf kita memancarkan sinyal listrik untuk membuat sambungan baru.

Pada level ini jangan terlalu berharap mendapatkan jawaban seketika. Bahkan jangan sekali-kali MEMIKIRKAN DENGAN SENGAJA apa jawabannya, karena bisa membuat frustasi. Ajukan saja pertanyaan dengan penuh rasa ingin tahu, hindari memikirkan jawabannya. Jawaban yang kita harap akan muncul dengan sendirinya, bukan dengan jalan dianalisis, seperti ‘pop up’ dalam pikiran.

Sebagai variasi bisa juga minta beberapa kawan yang tertarik isi buku itu untuk berdiskusi, atau mintai beberapa kawan untuk mengetes Anda dengan berbagai pertanyaan sembari mereka membaca buku itu. Lakukan secara fun dan santai. Jangan cemas kalau belum bisa menjawab, tujuannya hanya membuat pancingan saja ke alam sadar.

c. Lakukan scanning
Buka buku perlahan, ikuti kata hati anda, jika ada halaman atau kalimat yang terasa menggerakkan hati, baca bagian itu. perlakukan secara penting. Baca satu atau dua kalimat sampai anda merasa bahwa anda sudah menerima apa yang anda inginkan dari bagian itu. Kemudian lanjutkan membuka-buka buku itu lagi sampai menemukan rasa tergerak lagi.

d. Membuat Peta Pikiran
Secara umum, kita mengenal dua jenis cara mencatat, pertama secara linear seperti di sekolah, kedua menggunakan peta pikiran ala Tony Buzan. Peta pikiran ala Tony Buzan ini amat baik untuk dipergunakan sebagai alat Konversi. Peta pikiran dibuat dengan menggunakan kerangka pikiran (kata kunci) yang sudah anda catat di bagian awal BR ini, gambarlah mulai dari tengah kertas, gunakan pena warna, dan gunakan simbol/gambar jika perlu.

Sebagai variasi, pada bagian awal saat anda memahami kerangka sebelum BR, anda bisa langsung membuat peta pikiran ini dulu. Setelah selesai dan sudah melalui pengendapan, gambarlah ulang peta pikiran itu lantas bandingkan untuk saling melengkapi.

PENUTUP
Nah, komplit sudah ulasan mengenai Blitz-Reading, untuk lebih puas Anda bisa mengikuti pelatihannya. Sebenarnya ada satu hal yang saya khawatirkan, akan banyak penulis dan toko buku mengeluh karena bukunya tidak laku. Kita akan melihat orang-orang berjongkok di toko buku melakukan BR setiap hari.

Satu ide yang penting di akhir tulisan ini, beberapa kali lakukan BR pada kitab suci dari agama Anda. Jangan ditunda, setiap ada waktu kosong atau menjelang tidur, BR-lah kitab suci Anda. Pilih kitab suci yang ada terjemahan dalam bahasa Indonesia. Nah, pada suatu saat Anda tengah dirundung masalah, ambil kitab suci itu. Tentukan niat ingin mendapat jawaban persoalan apa, lantas lakukan scanning (membuka cepat) dengan cara rileks. Hasilnya? Silahkan dipraktekkan dan sharing pada bagian komentar di bawah ini.
Previous
Next Post »