TAIKO, EIJI YOSHIKAWA


Kepencut dengan Miyamoto Mushashi, trus tertarik nyoba ngebaca TAIKO dari pengarang yang sama.

ini novel tentang perang dan kemenangan pada zaman feodal di Jepang. ternyata cukup laku, buku yang saya beli kemaren adalah buku cetakan ke 5 versi bahasa Indonesia.

Eiji Yoshikawa yang lahir pada tahun 1892 di Kanagawa Jepang, memulai hidupnya dengan berbagai kesengsaraan. hingga akhirnya dia mendapatkan tanda jasa kebudayaan yang bergengsi dan Mainichi Art Award pada tahun 1962.
Eiji meninggal karena kangker pada tahun 1962, meninggalkan karya besar=
1. Shinran 1934
2. Miyamoto Musashi 1935
3. Shinsho taikoki 1937 (diterjemahkan menjadi Taiko pada tahun 1992)
4. Shin Heike Nomogatari 1950

mencatut review orang lain (sumber tidak diketahui)=

Edisi hard cover dari terbitan lama yang dicetak dalam versi 10 jilid
buku. Menceritakan sebuah epik perjalanan hidup sang taiko, penguasa Jepang
pada abad 17, Toyotomi Hideyoshi. Novel ini berlatar belakang sejarah carut
marut Jepang. Kisah perang antar tuan tanah [daimyo] berkecamuk selama
bertahun-tahun. Ada tiga tokoh penting yang diceritakan dalam novel ini,
yaitu Oda nobunaga, Toyotomi Hideyoshi dan Tokugawa Ieyasu. Mereka bertiga
berusaha keras mempersatukan jepang yang kacau pada saat itu. Namun setting
utamanya adalah perjuangan Hiyoshi [nama kecil Toyotomi Hideyoshi] untuk
menjadi penguasa tertinggi di kekaisaran jepang, taiko. Hideyoshi adalah
anak petani miskin dan tidak bisa memegang gelar shogun dikarenakan bukan
keturunan samurai. Ia memulai karirnya dengan mengabdi pada Oda Nobunaga,
salah satu daimyo [tuan tanah] yang berkuasa saat itu. Hideyoshi kemudian
diangkat menjadi jendral kepercayaan Nobunaga. Nobunaga sendiri akhirnya
tewas bunuh diri setelah mengalami pemberontakan dari salah satu pengikut
kepercayaannya, Akechi Mitsuhide. Matinya Nobunaga menuntut pembalasan dari
Hideyoshi dan anak buahnya. Mitsuhide akhirnya memilih bunuh diri setelah
dikejar-kejar oleh para pengikut setia Nobunaga. Hideyoshi kemudian
melanjutkan cita-cita junjungannya yang tewas itu untuk mempersatukan
Jepang. Dalam usahanya ini Hideyoshi bersaing keras dengan Tokugawa Ieyasu.
Novel klasik ini merupakan karya pengarang terkenal asal Jepang, Eiji
Yoshikawa, yang juga mengarang Musashi. Yoshikawa sangat pintar
menceritakan intrik-intrik penguasa kelas atas, strategi perang, serta
intrik politik yang mengagumkan. Semua ilmu perang dan strategi militer ala
Sun Tzu ada di sini. Sejarah dan suasana yang dibangun juga sangat detail,
serta mendekati fakta. Novel ini juga dibumbui kisah roman dan
persahabatan, juga sisi manuasiawi dari Hideyoshi - di mana seorang manusia
juga memiliki berbagai kelemahan. Klasik dan esensial!...

YANG PENTING diawal bukunya adalah CATATAN UNTUK PEMBACA yang menuliskan sajak anak-anak sekolah yang konon terkenal di Jepang=
"Bagaimana jike seekor burung tidak mau berkicau?"
Nobunaga menjawab, "Bunuh saja!"
Hideyosi menjawab, "Buat burung itu ingin berkicau."
Ieyasu menjawab, "Tunggu."
Previous
Next Post »

3 comments

Write comments
clust3r
AUTHOR
July 5, 2008 at 1:11 PM delete

Taiko adalah salah satu buku favorit saya, Hmm... ternyata untuk membuat perubahan besar pada suatu negri dibutuhkan figur yang berkepribadian kuat ya. Akankah muncul di Indonesia?

Reply
avatar
Anonymous
AUTHOR
January 30, 2011 at 3:04 PM delete

dulu pernah muncul bernama ir. soekarno .kalau sekarang....,

Reply
avatar
Anonymous
AUTHOR
May 10, 2011 at 6:53 AM delete

untuk beberapa puluh tahun ke depan, seperti nya masih cuma mimpi untuk punya orang seperti itu di indonesia..
soekarno juga ga terlalu bagus kok.. bagiku dia itu cuma seorang ambisius yang tak terlalu memperhatikan nasib warganya..

Reply
avatar