HARGA BBM PASTI NAIK


Tulisan ini sudah dimuat di harian waspada pada tanggal 12 mei 2008, di halaman bisnis dan teknologi



“Bismillahir rahmanir rahim, uriping zatullah, metu murub, Allah mobah jroning ambegan, Allah mosik jroning ati, ya rasa, ya Rasul, ya rasaning pangeran,Gusti Allah ingkang kuwasa, ingkang murba sejati, kawula nyuwun enget, nyuwun slamet, nyuwun ngapura, nyuwun gampang anggen kawula padhos sandhang tedha, sarinane sawengi, salawase, sajeg kawula gesang, samarga-margane pinaringan gampang, gampang sarining gampang, saking karsaning Allah.”

Rapal doa diatas sering diucapkan almarhum kakek saya dahulu sebelum berangkat di subuh pagi untuk berdagang ke kota. Rapal doa itu begitu merdu dalam telinga saya dan sepertinya mengantarkan diri kakek untuk selalu sukses dalam berbisnis.
Saya rasa kini saatnya untuk kembali memanjatkan rapal doa itu karena ditunggu atau tidak, matahari pagi akan tetap datang demikian juga dengan kenaikan harga BBM kita. Sepertinya tidak ada pilihan selain menerima kenyataan bahwa pemerintah masih belum sanggup mengayomi dan melindungi rakyatnya dengan baik. Entah apa saja yang diurus pemerintah kita hingga kita harus membayar BBM yang lebih mahal dari saat ini.
Kini semua bentuk kepanikan dan ketakutan terlihat dengan kentara diberbagai media massa. Ancaman kemiskinan global dan krisis total babak lanjutan sepertinya sudah diambang pintu.
Biaya produksi yang terus meningkat tidak sejalan dengan daya beli pasar yang melemah belum lagi ditambah kompetisi yang semakin keras. Apakah ini adalah halaman terakhir dari bisnis kita? Trus kita bagaimana? Siapa yang akan menolong kita? Sedang pemerintahan yang berkuasa saja tiada memiliki daya!
Saya ajak anda untuk sejenak berhening diri menyadari bahwa itu bukan akhir dari segalanya. Tidak ada kebahagiaan jika tidak ada kesusahan. Tidak ada nelayan yang tangguh jika gelombang lautnya tidak bergolak. Dan itu semua adalah proses yang harus kita lewati menuju perbaikan diri.
Mohon digaris-bawahi bahwa tulisan ini sungguh bukan untuk membenarkan tindakan-tindakan yang diterapkan pemerintah, tetapi ini hanya sekadar pemikiran untuk bisa menolong diri sendiri dari cobaan ekonomi yang terpaksa harus kita lalui ini.

Menolong diri sendiri
Ini sangat penting. Siapa lagi yang perduli dan mau urusin kita kecuali diri sendiri? Siapa lagi selain kita sendiri dan Tuhan. Jadi menolong diri sendiri adalah langkah wajib agar kita mampu bertahan. Bentuk pertolongan pertama yang paling esensi adalah membangun serta menguatkan pemikiran dan keyakinan bahwa ‘badai pasti akan berlalu’ juga keyakinan bahwa ‘semua penderitaan yang tidak membuat kita mati, justru akan memperkuat diri kita sendiri’.
Pertolongan yang kedua adalah menerapkan sekali lagi efisiensi dan efektifitas. Pengendalian biaya idealnya berprinsip kepada penghematan dan ketepatan sasaran. Lagi-lagi kini saatnya mengurangi unsur perasaan dalam pengumpulan data dan pengambilan keputusan. Gunakan data yang objektif dan akurat. Berikutnya aplikasikan secara tepat waktu dengan ketelitian dalam pengontrolan serta kesadaran yang bagus dalam pelaksanaannya.
Pertolongan ketiga adalah pertolongan dari pegawai. Bisnis kita melibatkan banyak orang lain, tentu saja, mereka memiliki pemikiran yang berbeda-beda atas pengertian efisiensi yang kita kehendaki. Tentu saja mananya juga manusia; maka perlu dilakukan upaya-upaya untuk menumbuhkan kesadaran semua pihak akan arti pentingnya upaya-upaya penghematan.
Hindarkan praktik-praktik yang kontra-produktif, hindarkan perilaku pihak dalam perusahaan yang berperilaku boros dan tidak peduli. Cari terobosan untuk membangkitkan kesadaran dan keikhlasan seluruh pegawai melaksanakannya. Ini adalah momen yang istimewa dan sangat baik untuk menciptakan hubungan yang lebih mesra antara manajemen dengan karyawan.
Biarkan semua pihak merasa bersama-sama menanggung kesulitan yang ada. Yang perlu disadari adalah bahwa pertolongan baik itu harus dibalas dengan kebaikan lain diwaktu yang lain. Kenyataan bahwa keterbukaan juga harus dilakukan tidak hanya pada saat sulit, tetapi juga pada saat senang. Jika tidak, pihak manajemen akan dituding sebagai penghianat dan akan terjadi pembalasan dalam bentuk yang sama.

Pertolongan dari Tuhan
Siapa lagi yang Maha Besar selain diriNya? Siapa yang Maha Kuasa? Jadi jelas permintaan pertolongan yang terbaik adalah kepadaNya yang memiliki segala kehendak dan menguasai semesta ini.
Saya yakin kini saatnya tingkat keyakinan dan iman kita sedang dalam masa yang penuh tantangan. Terkadang kita khawatir kalau bisnis kita rugi dan jatuh miskin, terlilit hutang atau resiko lainnya. Sialnya konsep berhemat berhimpitan tipis dengan perilaku kikir yang disisi yang lain, adalah sikap yang menunjukkan bahwa pelakunya tidak pernah beriman dan yakin kepada kekuasaan kasih sayang Tuhan yang akan melindungi dan memastikan rekeji mahluknya. Orang kikir cenderung tidak menyadari bahwa pada saat ia menahan uangnya, ia sedang mulai tidak percaya bahwa Tuhan akan membantunya jika menghadapi kesulitan.
Jika boleh pelan-pelan direnungkan; Kekhawatiran yang kita miliki karena efek kenaikan BBM, hanyalah salah satu efek dari kesombongan insaniah plus ketidakyakinan insaniah bahwa Tuhan akan menolong umatnya, seperti yang Ia janjikan.
Inilah waktunya kita berserah diri dan memohon agar Tuhan menggandeng diri kita. Yakin saja bahwa dalam gandengan Tuhan kita akan selamat. Jikapun perjalanan yg dilewati adalah lumpur, badai dan tebing curam, yakinlah bahwa itu adalah kehendak Tuhan dengan rencanaNya yang secara khusus diberikan kepada kita.
(Bismillahirahmanirahim, Hidupnya Dzat Allah, menyala memancar, Allah bergerak dalam nafas, Allah bersemayam di dalam hati, ya rasa, ya rasul, ya rasa-nya junjungan, Allah yang berkuasa, yang sejati, saya memohon sekali, memohon keselamatan, memohon maaf, memohon dimudahkan dalam saya mencari nafkah, sandang, pangan, siang dan malam, selamanya, sepanjang hayat saya, semua-semuanya mendapatkan kemudahan, mudah semudah mudahnya, karena kehendak Allah.
Previous
Next Post »