Bilakah Giliran Kita?

tulisan ini sudah diterbitkan diharian waspada, pada tgl 09 juni 2008, di halaman bisnis dan ekonomi

BILAKAH giliran kita? Bilakah perusahaan-perusahaan negeri ini mencuat dan bertengger di papan atas dunia bisnis di planet ini. Ijinkah saya melontarkan pertanyaan ini agar menjadi sebuah ajakan untuk menghayal. Biarlah khayalan ini akan membentuk pondasi mimpi. Biarlah mimpi itu akan bermetafora menjadi cita-cita. Biarlah cita-cita itu akan menjadi suatu kenyataan. Suatu saat nanti, Insyaallah...
Adalah sebuah media internasional majalah Business Week yang tiap tahun melakukan survei ekstensif kepada ribuan eksekutif di seluruh dunia. Kepada mereka ditanyakan “Perusahaan apa saja yang paling inovatif di dunia?”
Tahun 2008 ini tercatat ada 10 perusahaan dunia yang dianggap paling inovatif berdasar persepsi ribuan eksekutif diseluruh dunia. Berikut daftarnya berdasarkan ranking;
1. Apple
2. Google
3. Toyota Motor
4. General Electric
5. Microsoft
6. Tata Group
7. Nintendo
8. Procter and Gamble
9. Sony
10. Nokia

Inovasi
Seorang Peter Drucker mengatakan bahwa setiap organisasi harus siap sedia meninggalkan segala sesuatu yang tengah dilakukannya untuk tetap bertahan hidup dimasa mendatang.
Inovasi adalah sepotong kata kunci yang harus dilakukan oleh sebuah perusahaan ketika hendak menjadi pemenang dalam arena persaingan bisnis yang kian brutal dan menggila. Tanpa kepiawaian merajut proses inovasi secara konstan, sebuah organisasi bisnis bisa tewas terkapar dalam dinamika perubahan yang bergerak dengan cepat. Innovate or die.
Inovasi akan menjamin usia produk atau proses produksi tetap awet muda. Inovasi menjadi penting ketika pasar menuntut perubahan-perubahan sesuai perkembangan jaman. Inovasi memastikan usia hidup bisnis lebih panjang dan bukan sekadar bertahan, tetapi juga berkembang, sejahtera dan sentosa.
Kemampuan sebuah produk untuk bertahan dan menyesuakan dengan tuntutan pasar tidaklah cukup. Harus ada kecerdasan untuk bisa maju diatas rata-rata dan menonjol menuju yang terbaik. Kemampuan ini dapat dilakoni dengan baik jika lembaga itu memiliki kemampuan untuk berubah dan terus berubah. Inovasi menjadi sangat penting karena itu adalah produk dari kemampuan daya pikir dan daya juang untuk selalu berubah.

Perusahaan inovatif
Daftar 3 pemenang teratas, seperti Anda lihat diatas, jawara nomer satu perusahaan paling inovatif di dunia adalah Apple. Sungguh, melalui parade produk-produknya yang merupakan perpaduan sempurna antara teknologi dan seni (the art of technology), Apple memang amat layak untuk duduk dalam singgasana kemenangan. Karya-karya Apple seperti iPod, iPhone dan MacBook Air memang sebuah karya teknologi yang elegan, artistik dan menggoda. Melalui deretan produk ini, Apple juga telah memberikan pelajaran yang amat berharga kepada dunia tentang apa itu makna inovasi sejati.
Pemenang kedua dalam ranking itu adalah Google. Siapa yang tak kenal dengan Google, Sang Dewa Internet Dunia. Instrumen search engine yang dirancang oleh dua pendiri Google, Sergei Brin dan Larry Page, merupakan salah satu inovasi yang paling brilian dalam jagat dunia maya yang bergerak dengan cepat. Melalui rangkaian algoritme yang rumit dan kompleks, mesin pencari Google tak pelak telah menjadi sahabat setia bagi ratusan juta peselancar dalam petualangan di dunia maya tanpa batas. Mesin pencari yang bisa kita ibaratkan “lampu aladin” itu, Google dengan cepat menaklukan jagat online – memukul telak Yahoo dan Microsoft.
Pemenang ketiga dalam parade inovasi ini adalah Toyota. Kemenangan Toyota ini boleh jadi dipicu oleh dua faktor. Faktor yang pertama adalah kehebatan perusahaan ini dalam melakukan inovasi pada aspek proses manufaktur mobil – jadi bukan semata inovasi dalam aspek produk. Selama ini, Toyota memang amat dikenal melalaui beragam inovasinya dalam aspek proses pembuatan mobil, dan dari merekalah lahir beragam pendekatan inovatif seperti konsep lean production system, zero inventory, ataupun konsep kaizen (continuous improvement). Faktor kedua yang juga membuat Toyota menjadi pemenang adalah kisah kegemilangan mereka dalam memproduksi mobil hybrid (mobil dengan energi campuran antara bensin dan tenaga listrik) pertama didunia dan kebetulan laku keras, yakni mobil Toyota Prius. Inovasi dalam memproduksi green car ini tak pelak telah melentingkan reputasi Toyota – terlebih saat ini ketika isu global warming telah menjadi perbincangan hangat dimana-mana.

Kebangkitan Asia
Catatan tentang lokasi geografis dari para pemenang inovasi menunjukkan bahwa dari 10 daftar diatas, Amerika diwakili oleh 5 perusahaan (yakni Apple, Google, GE, Microsoft dan P&G), sedangkan Asia diwakili oleh 4 perusahaan (tiga dari Jepang yakni Toyota, Sony dan Nintendo), lalu satu dari India (Tata Group). Sedangkan dari Eropa hanya diwakili satu perusahaan dari Finlandia yakni (Nokia).
Apa artinya ini? Dalam aspek inovasi, ternyata perusahaan-perusahaan dari Asia lebih unggul dibanding Eropa. Saya sendiri berharap dalam dekade mendatang, perusahaan-perusahaan dari Asia bisa kian unggul dalam aspek inovasi ini. Sudah jelas terlihat produk-produk Jepang yang secara cepat berubah-ubah, menjadi contoh bagai produk Eropa untuk ikut mendandani dirinya, lebih modis dan lebih bertumbuh.
Mungkin saat inilah momentum kebangkitan Asia, sebuah momentum positif untuk merobohkan dominasi Eropa. Ratusan tahun silam, negara-negara Eropa melakukan penjajahan terhadap Benua Asia. Kini saatnyalah melakukan “serangan balik”. Dan hasil ranking inovasi diatas dengan jelas menunjukkan, Asia memiliki modal yang amat kokoh untuk benar-benar menaklukkan Eropa dalam perang ekonomi global.

Kebangkitan Indonesia
Dinamika bisnis global terus berjalan, dan karnaval inovasi pasti akan terus dibentangkan. Melalui caranya masing-masing, ke-10 perusahaan inovatif ini telah memberikan warna yang semarak dalam perjalanan sejarah inovasi dunia.
Bilakah giliran kita? Ijinkah saya melontarkan pertanyaan ini sekali lagi agar menjadi sebuah ajakan untuk menghayal. Biarlah khayalan ini akan membentuk pondasi mimpi. Biarlah mimpi itu akan bermetafora menjadi cita-cita. Biarlah cita-cita itu akan menjadi suatu kenyataan. Suatu saat nanti, Insyaallah...
Previous
Next Post »