Membebaskan diri dari Belenggu Sukses

tulisan ini sudah diterbitkan di harian waspada, pada halaman bisnis & teknologi, pada tanggal 07 juli 2008


MAJALAH Business Week melaporkan bahwa 95% orang AS menolak anggapan bahwa tujuan satu-satunya sebuah korporasi adalah menghasilkan uang. Selain itu, 39% investor AS mengatakan mereka selalu atau sering meneliti praktik-praktik bisnis, nilai-nilai dan etika dari perusahaan yang dituju sebelum memutuskan untuk berinvestasi.
Spiritualitas ini terpicu oleh para pemimpinnya yang makin ‘religius’. Contohnya; konon seorang Bill Gates mengalokasikan 40% dari keuntungan bersihnya untuk amal. CEO Honda konon hanya tinggal di rumah sederhana dan tidak mewariskan sedikitpun harta miliknya kepada anak-anaknya. Ia malah memilih membuang kekayaannya untuk kegiatan sosial. Seorang George Soros yang amat kaya, justru mengarahkan keuntungannya kepada negara-negara yang miskin dan memerlukan dukungan.
Wujud spiritualitas dalam bisnis yang dimotori oleh para CEO, secara sederhana berarti mewujudkan nilai-nilai personal; kejujuran, integritas dan kualitas kerja yang baik. Dalam prakteknya, ada yang berpendapat spiritualitas adalah memperlakukan semua stake holder dengan cara yang bertanggungjawab dan peduli.
Wujud spiritual yang demikian akan membawa pebisnis kepada kesejatian. Kata spiritualitas atau nilai-nilai dan etika mengacu pada hal saya sebut kecerdasan spiritual. Kecerdasan spiritual itu adalah potensi, dan hanya akan muncul apabila telah melalui serangkaian proses pengasahan.
Mengasah kemampuan ini memerlukan satu ujian dan pembelajaran untuk mencapai kesejatian. Dari referensi kuno, kita ini memiliki 7 cakra kesempurnaan untuk mencapai kesejatian hidup. Sayangnya cakra-cakra itu kadang tertutup, sehingga potensinya tetap terpendam.

Cakra Tanah/Bumi,
Adalah cakra yang berhubungan dengan kemampuan bertahan hidup. Cakra ini membawa seseorang kepada keteguhan dan semangat perjuangan untuk tetap hidup serta menegakkan eksistensi dirinya.
Konon cakra ini terletak di bawah tubuh, tentang tempatnya ini saya tidak begitu tertarik. Tetapi yang penting adalah bahwa cakra ini terkunci rapat oleh rasa ketakutan.
Para CEO sukses dan pemilik bisnis yang sukses, umumnya mampu melawan ketakutan, kekhawatiran dan keragu-raguan.
Melawan ketakutan yang efektif adalah dengan menghadapinya, bukan lari menghindar. Dalam bisnis, hasil dan manfaat itu berbanding lurus dengan peluang resiko. Lebih tinggi resiko, lebih tinggi peluang untungnya.
Sekarang coba ukur, seberapa besar anda berani berhutang. Selanjutnya anda pasti sudah memahami pesan saya.

Cakra Air
Cakra ini berhubungan dengan kemampuan diri dalam menikmati, bersenang dan kebahagiaan. Lihatlah betapa kita sering sekali membuat berbagai persyaratan untuk bisa bahagia.
Cakra ini konon tertutupi oleh perasaan bersalah. Bersalah pada masa lalu atau bahkan kekhawatiran bersalah dimasa yang akan datang. Untuk bisa mengendalikan rasa ini, para bijak menyarankan untuk menerima kenyataan yang terjadi. Terima dengan pikiran positif dan jangan pernah biarkan perasaan-perasaan itu menggelapkan dan meracuni hidup kita. Ada masanya kita berani untuk mengendalikan diri secara positif dengan memaafkan diri sendiri.

Cakra Api
Cakra yang konon terletak di perut, memiliki kekuatan pada hal yang berhubungan dengan kekuatan keinginan. Semua sukses dan karya-karya agung, selalu diawali oleh kekuatan keinginan. Tanpa keinginan, mustahil manusia bisa menapakkan kakinya di bulan. Tanpa keinginan mustahil bagi kita bisa menikmati semua sarana modern dalam kehidupan sehari-hari kita.
Tanpa keinginan, tidak akan ada pengusaha yang sukses.
Cakra penting ini biasanya di selubungi oleh kabut peka yang bernama perasaan malu. Setiap keinginan besar, sering kali terhambat hanya karena rasa malu yang tidak proporsional. Jika ada kesempatan, cobalah amati, Kekecewaan atau pemikiran diri apa yang membuat kita merasa malu?
Yakinlah, bahwa malu tidak akan membuat kita kenyang, malu tidak akan menyekolahkan anak kita. Malu tidak akan menciptakan rumah yang layak. Malu tidak akan membuat kita kaya.

Cakra Cinta
Cakra yang bersemayam di dalam hati ini konon tertutupi oleh rasa duka cita. Kesedihan yang mendalam akan menghilangkan potensi kasih sayang yang ada dalam batin jernih kita. Kasih sayang dan cinta adalah satu bentuk energy dasyat yang beterbangan mengitari kita.
Kekuatan cinta sudah membuktikan adanya kejadian-kejadian spektakuler. Bisnis yang dibangun dengan kekuatan cinta, niscaya akan memiliki potensi kekuatan untuk bertahan dan berkembang dengan baik.
Kesedihan yang mendalam akan menutup cakra ini. Lagi-lagi kesadaran dan pikiran positif serta kesediaan untuk bangkit adalah obat yang paling manjur bagi penyebab tertutupnya cakra ini.

Cakra Suara Kebenaran
Konon menurut para pendahulu, cakra ini berada di tenggorokan. Cakra inilah yang menyuarakan kebenaran, kesejatian dan kebaikan. Sayangnya cakra ini sering tertutup oleh kebohongan.
Semua bentuk kebohongan, walaupun disebut bohong putih, tetap saja merupakan kebohongan. Segala kebohongan akan mematikan suara-suara kebenaran dan sekali kita berbohong, sebenarnya kita sedang meminum air laut, semakin kita minum makin terasa haus.

Cakra Cahaya
Cakra yang terletak di tengah-tengah dahi ini adalah cakra yang berhubungan dengan pencerahan. Cahayalah yang menyebabkan kita bisa melihat segala sesuatu. Cakra ini memberikan kita kesempatan untuk bisa melihat dengan lebih luas dan bijaksana.
Sayangnya, cakra yang penting ini biasanya tertutup oleh ilusi. Sebuah pandangan semu, bukan kesejatian seperti fatamorgana. Ilusi yang terbesar di dunia ini adalah ilusi atas perbedaan, pembagian-pembagian. Sesuatu yang terlihat/dikira terpisah dan berbeda, sebenarnya merupakan satu kesatuan dan sama. Kita mahluk yang sama, tetapi kita hidup seolah-oleh terpisahkan dan berbeda-beda. Dalam kerangka 4 elemen dasar Besi adalah bagian dari bumi yang sudah dimurnikan dan diolah.

Cakra Pikiran
Cakra inilah sumber pengolahan energi cosmik yang murni. Ini cakra utama, terletak di ubun-ubun. Cakra ini biasanya tertutupi oleh keterikatan duniawi. Keterikatan duniawi tidak pernah akan membebaskan pikiran kita untuk merdeka, maju dan berkembang.
Ketika cakra ini dibuka, kita memasuki tingkat kesempurnaan yang muncul dengan kontrol penuh dan kesadaran tinggi atas semua langkah kehidupan.
Previous
Next Post »