ONE-MAN SHOW Sudah tidak jamannya lagi…! (Leadership)


Tulisan ini sudah diterbitkan di harian waspada pada desember 2006, pada halaman ekonomi & Bisnis
BERHENTILAH, cobalah sadari bahwa masih banyak potensi yang bisa ditingkatkan jika anda melepaskan gaya kepemimpinan manajemen One Man Show. Ingatlah bahwa anda bukan pemimpin bisnis yang serba super seperti malaikat, anda hanya manusia biasa. Tentu anda tidak sempurna. Gunakan pikiran, potensi, tenaga dan kalau perlu modal dari orang lain. Percayalah, hasilnya akan berbeda, lebih berkembang dan positif.
Sekarang adalah akhir tahun, kala banyak orang melakukan renungan-renungan, evaluasi dan perencanaan untuk tahun berikutnya. Diantara sederet daftar kegagalan, kendala dan peluang yang terlewatkan, dosa gaya kepemimpinan anda adalah komponen yang paling strategis untuk dievaluasi.
Jika anda ingin mengembangkan usaha dan bukan sekedar menjalankan usaha, ingin hidup lebih sehat dan berbahagia, segeralah tinggalkan konsep One Man Show. Mengapa?

Anda akan cepat mati
Mati memang urusan Tuhan, tetapi logika kita sangat jelas menunjukkan kepada kita faktor-faktor umum penyebab kematian. Selain faktor kecelakaan, faktor sakit adalah pembunuh yang paling kejam. Yang menarik adalah sebuah studi yang mengungkap bahwa 70% penyakit manusia adalah disebabkan faktor psikosomatik. Faktor pikiran dan manajemenya.
Dengan tetap menerapkan gaya One Man Show, anda akan terbebani oleh banyak hal yang merugikan pikiran dan perasaan anda. Kelebihan tekanan terhadap mental anda akan secara langsung mempengaruhi kinerja jantung, paru-paru, lever, pankreas, ginjal, otak dan berbagai macam pemicu penyakit fisik lainnya. Saat ini bukan gurauan jika statistik berbagai penyakit semakin meningkat tajam, seperti hipertensi, gula darah, stroke, asam urat, lever, dll. Beban yang berlebihan itu akan menuntun anda kepada liang lahat yang anda gali sendiri.
Saya tidak tahu siapa yang pertama kali memunculkan istilah ini, tetapi untuk menyamakan pandangan, yang saya maksud dengan One-Man Show adalah sebuah gaya kepemimpinan yang serakah, yang serba ingin menguasai segala sesuatunya. Pemimpin dengan gaya ini, akan melibatkan dirinya dari awal hingga akhir. Ia akan mengikuti semua detail. Gaya ini biasanya diterapkan oleh para pengusaha kecil dan menengah. Mengapa?
Tentu saja jawabaannya adalah karena pada umumnya pelaku usaha kecil dan menengah tidak cukup memiliki kapital dan potensi yang cukup, sehingga semuanya ia kerjakan sendiri; dari mulai perencanaan, pembelian bahan baku, pengolahan, pengawasan, keungan, pembayaan, hingga ke penjualan produknya juga dilakukan oleh si pengusaha itu sendiri. Inilah yang saya maksud dengan gaya One Man Show.
Konsekuensi logis dari gaya ini, tentu lembaga usaha hanya akan berkembang seiring dengan perkembangan kedewasaan pengusaha. Jika semangat si pengusaha sedang naik, maka kinerja bisnis akan juga naik. Jika semangat si pekerja sedang down, maka lembaga usahu itu juga akan ikut down.
Gaya One Man Show cenderung membawa anda kepada beban pikiran dan mental yang belebihan, karena itu anda sengaja, maka anda sebenarnya sedang melakukan praktek bunuh diri secara perlahan. Pada saat yang sama anda sedang melakukan pengingkaran atas konsekuensi tanggungjawab kepada diri sendiri, keluarga bahkan Tuhan.

Tidak sehat
Gaya One Man Show, tidak saja terbatas kepada praktik pelaksanaan yang semuanya dikendalikan secara langsung, tetapi juga kepada praktik-praktik delegasi yang tanggung-tanggung. Jelas perilaku ini amatlah tidak sehat, mengapa?
Yang pertama, anda menderita penyakit tidak percaya kepada orang lain. Sehingga semuanya anda pikir memerlukan keterlibatan anda dalam pelaksanaannya. Anda harus menyadari bahwa setiap delegasi pasti memiliki potensi kesalahan. Karena volume kemampuan setiap individu amatlah berbeda-beda.
Delegasi juga memerlukan penyesuaian dan pengajaran. Anda harus mengakui perbedaan volume kemampuan kerja setiap individu yang berbeda-beda. Anda harus ingat bahwa segala-sesuatu memerlukan proses. Jika seseorang melakukan kesalahan karena masih belajar, tentu itu adalah hal yang wajar harus kita terima. Bimbinglah mereka seperti anda membimbing anak kecil yang akan belajar naik sepeda. Ia akan jatuh dan menabrak pada awalnya, jika latihan dilanjutkan niscaya suatu saat ia akan mampu naik sepeda dan mengendalikannya tanpa harus khawatir menabrak atau jatuh.
Yang kedua, anda sedang membodohi diri sendiri. Anda membatasi kemampuan anda untuk mengerjakan hal-hal rutin, sederhana dan itu hanya membuang-buang waktu. Seharusnya anda bisa mengosongkan setengah dari volume pikiran anda agar anda memiliki kesempatan untuk melihat masa depan dengan lebih kreatif.
Yang ketiga, dengan tetap menggunakan gaya One Man Show, anda sebenarnya sedang membodohi orang lain. Anda tidak akan pernah menciptakan pemimpin-pemimpin baru yang akan membantu meringankan beban anda. Anda hanya memiliki orang-orang dengan kekuatan otot saja tanpa memanfaatkan sisi otak yang mereka miliki. Nantikanlah waktu dimana semua orang hanya akan berusaha untuk menyenangkan anda, bukan menguntungkan anda.
Penyakit anda akan lebih berbahaya jika anda tidak memiliki sistem dan alat-alat bantu manajerial anda. Jika masih semuanya disimpan di dalam kepala tanpa bantuan tulisan, agenda, daftar kerja dll, sudah pasti anda hanya akan menjadi pemimpi yang pelit, penuh curiga dan cenderung merusak kinerja anda sendiri.
Yang keempat, karena secara teori anda cenderung menjalankan bisnis, maka tingkat keuntungan juga tidak sangat maksimal. Lalu anda menjadi semakin pelit dan tidak lagi berorientasi kepada efektifitas kerja.
Cobalah anda renungkan, mungkin dengan gaya ini, anda akan mendapatkan keuntungan sesaat yang lebih banyak, tetapi jangan lupa, jika anda memiliki banyak orang pintar yang bekerja untuk anda, pasti keuntungan akan lebih maksimal dan berjangka lebih panjang. Bukan sedikit contoh orang-orang sukses dengan latar belakang pendidikan minimal tetapi mampu membayar banyak proffesor dan doktor untuk kepentingan bisnisnya. Walaupun anda memiliki banyak orang yang lebih pintar dari anda, percayalah anda tetap dianggap sebagai boss mereka.
Yang terakhir, saya sarankan agar anda menyayangi diri sendiri, memiliki waktu yang cukup untuk diri sendiri dan keluarga serta memiliki wawasan yang jauh kedepan untuk pengembangan bisnis dengan meninggalkan praktek-praktek One Man Show. Semoga renungan ini bermanfaat untuk persiapan menjelang tahun baru yang lebih bermakna, produktif dan sehat.
Previous
Next Post »