Catatan akhir tahun


tulisan ini sudah diterbitkan di harian waspada medan, pada tanggal 22 desember 2009 di halaman bisnis dan teknologi

TAHUN baru 2009 tinggal 9 hari lagi. Tahun baru 1430 H juga tinggal 7 hari lagi. Mungkin kita merasa bahwa tidak terasa waktu berjalan begitu cepat. Seolah-olah baru kemaren saja suara terompet dan kembang api kita dengar.
Pembaca yang budiman, terutama para praktisi bisnis di skala usaha apapun. Di penghujung tahun ini, ijinkan saya menyampaikan selamat dan salut yang sebesar-besarnya bagi anda semua yang telah berjuang mensejahterakan diri dan keluarga.
Saya lagi-lagi ingin menyebutkan bahwa kejahatan yang sebenar-benarnya adalah kemiskinan. Dan kemiskinan itulah juga yang mendekatkan diri dari berbagai godaan menuju dosa.
Bisnis yang anda geluti adalah salah satu cara cerdas untuk menghindarkan diri dan ahi keluarga dari kejahatan-kejahatan tersebut. Benar bahwa kemiskinan bukan sekadar bermuara kepada uang dan harta, tetapi juga karakter dan mental. Betapa sial seseorang yang miskin harta juga miskin mental positif.
Ijinkan saya mendedikasikan tulisan ini lagi-lagi kepada pelaku bisnis, terutama pelaku bisnis skala mikro, kecil dan menengah.

Krisis
Efek tsunami moneter yang menggoncang ekonomi dunia akhir-akhir ini saya harapkan ditanggapi dengan bijaksana. Senang atau tidak, kita harus melewatinya.
Terlepas dari angka statistik dan segala teori manajemen modern, cobalah kita melihat bahwa semua yang terjadi dalam perjalanan hidup bisnis kita adalah sebuah kesengajaan semesta yang akan membawa kita kepada kebahagiaan sejati.
Saya tetap yakin bahwa hanya laut yang berombak dan penuh badai yang akan menciptakan nelayan-nelayan yang tangguh. Nelayan tangguh tidak meminta Tuhan untuk meredakan ombaknya, tetapi memohon perlindungan Tuhan agar ia dibimbing dan mampu melewati segala ombak tersebut.
Berbagai krisis dan tantangan akan datang silih berganti seperti yang dialami pendahulu-pendahulu kita. Dan krisis ini adalah salah satu permainan dunia untuk ‘memilih’. Setelah krisis ini, akan muncul para pemenang yang sanggup bertahan dan bergerak maju. Krisis ini seperti ujian kenaikan kelas. Hanya orang-orang hebat yang mampu melewati ujian tersebut.
Bersyukurlah dengan datangnya krisis ini, karena ia datang untuk memberikan sertifikasi kenaikan kelas dan kualitas kita.

Naik kelas

Bagi pemula, ombak besar adalah penyebab kekhawatiran dan ketakutan, tetapi bagi para peselancar yang sudah terlatih, ombak besar adalah idaman yang mereka nanti-nantikan. Ombak yang sama ditanggapi berbeda oleh orang-orang yang berbeda. Dan semua permulaan cenderung lebih sulit dan segera menjadi mudah begitu bisa melewatinya.
Saya pastikan bagi anda bahwa tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil. Piala kemenangan tidak akan segera kita genggam kalau tidak segera kita mencobanya.
Krisis mengancam zona nyaman kita. Krisis mengancam kesenangan kita. Tinggalkanlah kesenangan yang menghalangi pencapaian kecemerlangan hidup yang di idamkan. Dan berhati-hatilah, karena beberapa kesenangan adalah cara gembira menuju kegagalan
Kenaikan kelas kita harus dilalui dengan cara berubah. Kita harus berubah, maju dan berkembang. Segala sesuatu yang tidak berubah di dunia ini akan terlambat dan tertinggal. Segala sesuatu yang tidak berubah akan sirnah. Segala sesuatu yang tidak berubah adalah melawan kodrat Illahi. Kalau kita tidak mau berubah, sama dengan kita menolak kehendak Illahi.

Berubah
Berubah adalah bertumbuh dan berkembang. Bukan pertumbuhan yang lambat yang harus kita takuti. Akan tetapi kita harus lebih takut untuk tidak tumbuh sama sekali. Jadi bukanlah lebih baik jika kita tumbuhka diri kita walaupun dengan kecepatan apapun.
Bukankah orang-orang yang berhenti belajar hal-hal baru, akan menjadi pemilik masa lalu?. Dan orang-orang yang masih terus belajar, akan menjadi pemilik masa depan?! Tentu saja pembelajaran dan perubahan membutuhkan keseriusan dan energi yang besar. Salah satu pembodohan terkejam dalam hidup adalah ketika kita membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang mendahulukan istirahat sebelum lelah.
Sekali lagi berubah memerlukan pengorbanan sebagai konsekuensi logisnya. Jangan menolak perubahan hanya karena kita takut kehilangan yang telah dimiliki, karena dengan menolaknyanya kita merendahkan nilai yang bisa kita capai melalui perubahan itu
Tentu saja kita tidak akan berhasil menjadi pribadi baru bila kita berkeras untuk mempertahankan cara-cara lama kita. Kita akan disebut baru, hanya bila cara-cara kita baru. Seseorang yang menolak memperbarui cara-cara kerjanya yang tidak lagi menghasilkan, persis seperti orang yang terus memeras kertas koran untuk mendapatkan santan. Jelas mustahil..!
Contoh perubahan adalah cara kita dalam bergaul. Bisa jadi, selama ini kita hanya bergaul dekat dengan mereka yang kita sukai. Kita lalu seringkali menghindari orang yang tidak tidak kita sukai. Padahal bila kita sadari benar-benar, dari dialah yang tidak kita sukai, kita akan mengenal sudut pandang yang baru.
Contoh lain adalah pertanyaan kepada diri sendiri, “Jika kita hanya mengerjakan yang sudah kita ketahui, kapankah kita akan mendapat pengetahuan yang baru?” bukankah melakukan yang belum kita ketahui adalah pintu menuju pengetahuan baru?
Orang-orang bijak menyarankan untuk jangan hanya menghindari yang tidak mungkin. Dengan mencoba sesuatu yang tidak mungkin, kita akan bisa mencapai yang terbaik dari yang mungkin kita capai.
Konon hanya orang takut yang bisa berani, karena keberanian adalah melakukan sesuatu yang ditakutinya. Jadi, bila merasa takut, kita akan punya kesempatan untuk bersikap berani.
Yang terakhir; Waktu, mengubah semua hal, kecuali kita. Kita mungkin menua dengan berjalanannya waktu, tetapi belum tentu membijak. Kita-lah yang harus mengubah diri kita sendiri. Semua waktu adalah waktu yang tepat untuk melakukan sesuatu yang baik. Tidak ada harga atas waktu, tapi waktu sangat berharga. Memiliki waktu tidak menjadikan kita kaya, tetapi menggunakannya dengan baik adalah sumber dari semua kekayaan. Demi waktu dan masa, semoga kita bukan termasuk golongan orang-orang yang merugi. Selamat tahun baru 1430 H dan 2009 M.
Previous
Next Post »