IKLAN MINI


tulisan ini sudah dimuat di harian waspada medan, tanggal 19 Januari 2009, di halamam binsis & teknologi.

BERMULA dari kunjungan periodik saya ke beberapa praktisi binis UKM di SUMUT, suatu hari sekira 5 minggu yang lalu saya menemui seorang pelaku UKM yang sedang membaca Koran dan melingkari iklan-iklan mini di lembaran Koran tersebut.
Dikesempatan lain, ada beberapa rekan pengusaha yang lebih senang membaca Koran dari belakang. Mereka lebih senang membaca iklan dulu baru beritanya. Sedikit aneh memang, jarang orang senang membaca iklan, tetapi perilaku tersebut mengarahkan saya untuk melakukan studi kecil-kecilan atas perilaku pengusaha mikro – kecil di daerah Kota Medan terhadap iklan koran, terutama iklan mini.
Selama beberapa waktu berikutnya hingga saya menurunkan tulisan ini, saya mendapatkan sekitar 73 responden dan yang mengagetkan saya adalah bahwa 32,23% dari mereka senang membaca iklan mini. Benar bahwa jumlah responden sangat kurang untuk bisa mewakili seluruh masyarakat Medan. Tetapi, jelas sekali angka ini bisa dijadikan bayangan. Akan lebih bagus jika pengguna media iklan mini atau pihak Koran meluangkan waktu membuat studi yang lebih dalam dan serius mengenai hal ini.
Responden yang saya dapatkan untuk studi ini adalah pengusaha kecil dan dari mereka saya dapatkan beberapa informasi yang menarik. Alasan terbanyak bagi mereka yang sering membaca iklan mini adalah bahwa mereka membutuhkan informasi mengenai supplier. Alasan berikutnya adalah mencari produk-produk yang sedang promosi. Alasan ketiga adalah melihat harga-harga pasaran. Lalu, dari sekian banyak alasan, Bagi saya ada satu alasan yang menarik dalam urutan ke delapan yaitu untuk melihat aktifitas pesaing.
Sungguh sebuah fenomena yang menarik, dalam pandangan saya terdahulu, iklan mini hanyalah sekadar informasi cepat yang tidak terlalu efektif. Tetapi kenyataan yang saya temui ini membuka pandangan saya bahwa iklan kecil ini juga memiliki celah menarik. Berbiaya relatif ringan sehingga pemunculannya bisa lebih sering.
Selama beberapa minggu berikutnya, saya mengamati lembar iklan mini di tiga Koran besar Sumut – Aceh. Saya melihat bahwa banyak produk/perusahaan yang selalu muncul tiap harinya. Mulai dari property, otomotif, elektronik, jasa pendidikan, jasa WC tumpat, jasa medical, lowongan kerja dan lain-lainnya. Dari pemunculannya yang setiah hari itu, jelas bahwa mereka mendapatkan manfaat yang lumayan positif dari iklan mini tersebut.
Lalu, saya berhasil menghubungi empat perusahaan yang selalu berpromosi melalui iklan mini tersebut, saya mengobservasi sekilas. Saya menemukan beberapa alasan menarik mengapa mereka memasang iklan mini dengan masa pasang yang lama. Alasan yang pertama adalah biaya yang cenderung jauh lebih murah, yang kedua mereka meyakini bahwa pembeli malas membaca buku direktori yang diterbutkan oleh perusahaan telekomunikasi, jadi pembeli lebih senang melihat di Koran sekalian mereka membaca berita. Alasan ketiga adalah bahwa mereka sangat yakin pembaca Koran tempat memasang iklan tersebut adalah pangsa pasar potensial mereka. Mereka bisa merasakan jumlah penelpon akan bertambah jika iklan dipasang.

Karakater
Mempelajari fenomena ini, saya mencatat ada beberapa hal penting sehubungan dengan karakater iklan mini di koran.
Yang pertama, iklan ini dalam ukuran kecil, sehingga tidak cukup menonjol dan merebut perhatian pembaca awam. Yang kedua, iklan-iklan kecil ini berkumpul dalam kelompok yang sama dan cenderung dihindari oleh pembaca pembenci iklan. Dan dengan berkumpulnya iklan-iklan kecil ini dalam lembar yang sama, berarti iklan kita berkompetisi dengan iklan lain dengan jelas dan tegas.
Yang ketiga, usia iklan koran adalah 1 hari. Dimana koran lain akan muncul pada hari berikutnya. Jadi peluang utamanya adalah pada tingkat distribusi yang luas sejumlah tiras koran yang bersangkutan.
Yang keempat, namanya juga iklan mini, berarti ukurannya juga mini. Ini berarti tidak semua informasi bisa diletakkan didalamnya –walaupun masih banyak pemasang iklan yang memaksakan diri menulis semua informasi sehingga hurufnya menjadi sangat halus dan sulit dibaca--.
Yang kelima, sasaran iklan menjadi sangat spesifik, yaitu pembaca yang memiliki karakter memerlukan informasi bisnis, seperti pedagang, bagian pembelian, bagian cost control, dan pembeli yang benar-benar ingin membeli. Bukan pembaca umum lainnya.

Tips
Mempelajari hasil studi kecil-kecilan yang saya lakukan, berikut ada saran-saran sederhana untuk memastikan kita mendapat hasil positif dari beriklan mini di koran;
Kelebihan iklan di koran dibanding dengan brosur adalah bahwa, koran memuat berita-berita yang dibutuhkan khalayak ramai, artinya orang tidak saja membaca iklan tetapi juga mendapatkan informasi lain yang dibutuhkannya.
Membuat brosur memerlukan beberapa biaya tambahan, seperti separasi warna, biaya cetak dan biaya distribusi. Tentu saja biaya itu tidak muncul pada saat berpromosi melalui koran.
Seperti karakter iklan mini yang saya sebut diatas, alangkah baiknya jika design iklan dibuat sedikit mencolok misalnya dengan membuat latar belakang yang hitam nge-blok. Atau memempatkan gambar yang bisa sedikit mencolok di areal yang sempit.
Penggunaan kata-kata juga harus dihemat, misalnya kata ”Informasi” disingkat menjadi ”info”, kata ”Hubungi” menjadi ”Hub” atau tuliskan saja langsung no telepon anda.
Untuk yang menonjolkan harga, gunakan kata mulai dari Rp..... –harga terendah—daripada harus menyebutkan semua harga-harga yang mengakibatkan pencaplokkan area iklan sehingga menjadi tidak menarik.
Hubungi bagian iklan di koran yang anda kehendaki. Tanyakan format grafis apa yang mereka gunakan dalam sistem komputer koran tersebut. Kirimkan kepada mereka format digitalnya saja sehingga pihak koran tidak lagi perlu mendesign ulang yang berpotensi perbedaan hasil dari yang kita kehedaki. Mengirimkan format design secara manual akan memakan waktu yang lama bagi pihak koran untuk mendesign ulang di komputer mereka.
Mintalah kepada pihak koran untuk ditempatkan diurutan pertama dari masing-masing kelompok jenis produk dalam lembaran iklan mini-nya. Tentu saja ini tergantung dari kebijakan masing-masing koran untuk menyetujuinya, tapi tidak salah untuk mencoba toh?
Anda bisa menguji efektifitas beriklan mini dengan mencatat berapa banyak penelpon setelah pemasangan iklan. Anda juga bisa merangsang pembaca dengan memberikan diskon istimewa jika mereka membawa potongan iklan tersebut.
Selamat mencoba.
Previous
Next Post »