“Baru Kembali” --REBORN & RELAUNCHING--

tulisan ini sudah diterbitkan di harian waspada pada tanggal 16 maret 2009 di halaman bisnis dan teknologi

“SELAMAT Ulang Tahun”. Begitulah salah satu harapan dan doa dari kerabat handai tolan serta sahabat pada hari ulang tahun saya minggu yang lalu. Satu persatu mereka menyampaikan doa dan ucapan selamat dengan berbagai cara dan media, sementara saya sedang berada di Lautan India, dilepas pantai Pulau Asu, sebuah pulau gugus terluar Indonesia bagian Barat.
Bersama proses perenungan diri, saya mulai menyadari makna dilahirkan kembali. Menjadi pribadi baru yang lebih baik lagi tentunya. Dan itu mengingatkan saya bagaimana sebuah produk bsinis ada kalanya harus dilahirkan kembali agar terjadi penyegaran dengan hasil yang lebih baik tentunya.
Dilahirkan kembali adalah sebuah proses pembaharuan. Sebuah langkah menjernihkan atas hal-hal yang keruh, menjelaskan yang kabur, menempatkan yang berserak dan mengurai yang kusut serta menyatukan yang bercerai.
Dilahirkan kembali bermakna kemunculan hal baru yang masih bersih, bagus, indah, muda, bermutu serta serangkaian keunggulan-keunggulan lainnya.

Reborn
Demikianlah, dilahirkan kembali adalah konsep-konsep internal sebuah team manajemen untuk menjadikan sesuatu yang menjadi baru kembali. Dalam prosesnya tentu pihak internal harus melalui serentetan kesadaran dan penyadaran arti pentingnya berubah.
Tentu saja dibalik kelahiran kembali itu ada sebuah rahasia penting yang harus dilewati sebuah manajemen untuk bisa melahirkan kembali produknya. Di dalamnya harus ada rangkaian studi yang membuktikan bahwa memang ada perlu pembaruan, lalu semua pihak dalam internal manajemen menyadari hal-hal apa saja yang harus diubah hingga akhirnya memahami serta melaksanakan perubahan-perubahan apa saja yang harus dilakukan.
Proses melahirkan kembali sebuah produk bermula dari keberanian diri untuk mengakui kekurangan yang sudah terjadi lalu disemangati oleh keberanian diri untuk merubahnya. Selanjutnya konsep kreatif dan karya cipta berperan aktif membidani kelahiran kembali itu.
Pada dasarnya semua orang tahu bahwa segala sesuatu di dunia ini itu ada waktunya masing-masing. Artinya kejayaan sebuah produk juga akan ada masanya. Mulai dari masa pertumbuhan, berkembang hingga mencapai masa puncak kejayaan. Jika sudah demikian, sudah pasti masa turun dan melemah akan datang menghampiri.
Dilahirkan kembali adalah salah satu proses peremajaan sehingga usia produk yang sudah menjelang turun menjadi naik kembali. Atau produk yang gagal bisa kembali bersinar dan berkibar.

Relaunching
Memperkenalkan kepada publik atas perubahan-perubahan baru setelah dilahirkan kembali adalah sebuah perayaan yang indah untuk menyongsong pembaharuan itu sendiri. Relaunching atau peluncuran ulang adalah sebuah proses kelahiran setelah janin produk baru itu selesai dan siap dipasarkan.
Perbedaan mencolok dari proses reborn dan proses relaunch, adalah bahwa reborn bagi saya cendrung merupakan aktifitas internal dan relaunch mengacu kepada aktivitas eksternal.
Reborn menuntut perubahan-perubahan internal dan semangat perubahan itu sendiri dan dalam proses peluncuran ulang, yang menjadi sangat penting adalah proses perubahan kemasan dan tampilan
Semangat relaunch tidak menuntut banyak perubahan secara internal, perubahan yang penting adalah produk–kemasannya saja.
Titik berat perubahannya adalah pencitraan. Apakah itu melalui perubahan logo, warna dan bentuk serta ukuran, atau penambahan-pernambahan rasa/aroma. Pencitraan baru ini lebih mengacu kepada tampilan luarnya saja.
Perubahan dalam versi ini pun tidak harus berupa kemasan. Ada kalanya produk dan kemasan tetap dengan sistem yang tetap sama tetapi cara penyampaian dalam kampanye promosinya berubah. Bisa saja perubahan itu hanya berupa perubahan slogan-slogan kampanyenya.
Dengan alasan-alasan perubahan ’permukaan’ itulah bisa diciptakan sebuah kegiatan yang mengundang kerumunan dan juga memberikan nilai berita untuk dipublikasikan. Dengan harapan perubahan itu memberikan kesegeran baru dan semangat baru untuk membeli produk tersebut.

Menjadi baru
Dilahirkan kembali menjadi baru tentu harus jelas terlihat, terdengar atau terasakan hal baru tersebut. Paling tidak publik bisa mengatakan iya atas perubahan tersebut. Walaupun itu hanyalah perubahan slogan dalam promosinya. Menjadi baru baiknya bukan hanya janji. Tetapi benar-benar dibukatikan perubahannya.
Menjanjikan perubahan bagusnya dalam ukuran yang pas. Artinya, kita sudah sangat pasti kapan perubahan itu akan terjadi. Sehingga durasi masa tunggunya bisa kita atur sesuai kondisi emosi khalayak. Hindarkan khalayak yang akan mengklaim bahwa kita hanya sedang bermimpi dan berakhir dengan kesan seperti menipu. Itu bisa menjadi kontra produktif. Jika tidak, minimal rasa simpati mereka bisa berubah menjadi rasa jengkel.
Menjadi baru yang sejati adalah manakala terjadi perubahan pembaharuan terhadap nilai-nilai manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat yang dituju. Baik dari perbaikan kualitas produk, perbaikan harga, perbaikan kemasan yang mudah dipakai, serta perbaikan komposisi dimana lebih berfihak kepada kesehatan atau perbaikan-perbaikan positif lainnya. Secara pasti biasanya perubahan yang seperti ini akan mendapatkan sambutan dan dukungan positif dari publik.
Sekali lagi bagi anda yang merasa produknya sudah mencapai titik jenuh, cobalah untuk mengevaluasi perlu tidaknya upaya untuk meremajakannya. Biarkan sisi kreatif dari diri anda berkembang untuk bisa menyajikan produk anda laksana produk ’gress’ yang masih segar dan menarik minat pembeli.
Kemudian, Melalui tulisan ini sekali lagi saya ucapkan terimaksih atas segala perhatian, doa dan selamat yang disampaikan kepada saya pada hari jadi saya. Sungguh itu akan menjadi komponen penting dalam proses pendewasaan batin untuk menjadi sebuah pribadi yang utuh. Hangat bagi yang kedinginan dan sejuk bagi yang sedang kepanasan. Sebuah batin yang dirindukan jika tiada dan diinginkan jika ada. Sebuah batin yang teguh dan patuh dalam keiklhasan atas kuasa dan takhta sang Khalik. Amin
Previous
Next Post »