Upgrade Pendapatan Dengan Penampilan

tulisan ini sudah diterbitkan di harian waspada, pada tanggal 23 maret 2009, di halaman bisnis dan teknologi.

PENAMPILAN memberikan potensi pendapatan yang berbeda-beda. Semakin cantik seseorang, potensi pendapatannya akan jauh lebih besar. Apakah anda percaya?

Ajining diri saka lathi
Ajining salira saka busana

Sebuah pepatah Jawa kuno yang sampai saat ini lumayan relefan. Ajinig diri saka lathi berarti bahwa kehormatan diri itu dari ucapannya/mulut. Ajining saliro saka busana berarti kehormatan penampilan itu dari busana yang dikenakannya. Budi pekerti dan ucapan melambangkan kualitas diri seseorang, dan penampilan fisik jelas menjadi jendela pertama yang bisa digunakan untuk mengukur kualitas diri pemiliknya.
Topik ini muncul dalam pikiran saya ketika sekali waktu saya tidak kuat menahan simpati dan rasa heran atas penampilan fisik seoarang sahabat yang semakin hari semakin bagus, indah dipandang. Hingga akhirnya saya sampaikan pujian tulus saya kepadanya.
Sahabat saya ini seperti berubah dalam dua tahun belakangan. Seolah-olah dirinya pun juga ikut berubah. Itu saya lihat dari penampilan fisiknya. Pakaian yang dikenakannya begitu rapih, pas padanan warna dan motifnya serta tertata menguatkan karkater intelektualnya. Belum lagi kelengkapan penampilannya, mulai dari jam tangan bermerek yang pas hingga peralatan-peralatan kerja yang dia kenakan. Secara sederhana ia berubah drastis seperti ulat keluar dari kepompong mendadak menjadi kupu-kupu yang indah.
Sekilas saya pikir dia ini sedang jatuh cinta. Atau minimal dia didampingi seorang perempuan yang memiliki cita rasa tinggi. Saya yakin anda sependapat dengan saya, ketika cinta berbicara, semua yang tersentuh akan menjadi indah dan memperindah dirinya.
Terlepas dari kisah cintanya, saya menjadi tersadar saat sanjungan saya berbalas sebuah jawaban logis dan sederhana. Sahabat saya berfikir bahwa memperindah diri adalah ungkapan syukur dan terimakasih kepada Pencipta atas karuniaNya. Yang kedua, penampilan yang baik dan berkualitas akan mempermudah pergaulan. Dan yang ketiga, orang tidak akan memberikan ‘recehan’ untuk penampilan berkelas dan bagus.
Saya mulai berfikir, pantas sahabat saya ini hidupnya selalu “Pas-pasan” – sebuah canda yang menyebutkan pas memerlukan apapun pas saat itu juga bisa terturuti karena memang ada uangnya--. Rejekinya terus mengalir dan semakin jauh dari kesulitan keuangan seperti jaman dahulu.
Saya teringat janji Tuhan yang sangat jelas, barang siapa bersyukur, maka Ia akan memberikan Karunia dan rejeki yang lebih berlimpah lagi. Jadi ungkapan syukur melalui upaya memperbaiki penampilan diri jelas berbalas kebaikan yang lain.
Lalu, dengan penampilan yang baik, tentu orang akan senang berdekatan dan bergaul dengannya. Dari pergaulan yang semakin bertambah, tentu peluang rejeki dan pendapatan akan semakin terbuka. Betapa penampilan yang tulus dan indah bisa berbuah kebaikan pula.
Berikutnya, jelas seseorang akan berfikir beberapa kali untuk memberikan pembayaran atau hadiah dengan jumlah yang sedikit jika melihat penampilan penerimanya menggambarkan seorang yang tidak miskin.

Penampilan
Sungguh nyata bahwa kebanyakan orang hanya menilai penampilan dipermukaan saja. Pernampilan itu langsung menohok pikiran dan secara kasar menciptakan kasta sosial yang hingga kini sulit dipecahkan.
Entah mengapa kita menjadi langsung saja memberikan penilaian atas penampilan seseorang. Memang pada saat sadar, kita mengakui keberadaan seseorang bukan dari penampilannya. Tetapi penampilan seseorang memberikan perbedaan perlakuan yang nyata.
Saya sering melihat betapa pemilik mobil mewah mendapatkan kemudahan parkir, langsung didepan lobby, sementara kita yang menggunakan mobil biasa harus berjauh-jauh parkirnya. Hingga hari ini saja, anda akan mudah mendapatkan tempat parkir istimewa di airport kita jia anda menggunakan monbil mewah.
Dalam sebuah pertemuan, begitu seseorang datang mengenakan jas dan berdasi, ia akan diarahkan untuk duduk dibarisan terhormat. Kini, manajer-manajer asal Indonesia tidak kalah kualitasnya, tetapi banyak perusahaan yang menggunakan tenaga asing karena tampilan Bule-nya. Bukankah begitu?
Dengan alasan itulah, saya pernah mendapati seorang wartawan yang beralih profesi menjadi pemborong yang selalu menjaga penampilannya dengan berbagai cara. Kala itu awal tahun 90-an. Jaringan telepon genggam yang ada hanyalah tipe analog. Si kawan ini selama berbulan-bulan selalu membawa telepon genggamnya, kemanapun ia pergi. Ia tampil sebagai eksekutif yang prestisius karena saat itu hanya orang kaya saja yang bisa memiliki telepon genggam.
Yang menarik dari kisah telepon genggam itu dan hingga kini saya tidak pernah lupa adalah bahwa kawan saya selalu mematikan telepon tersebut dan dengan sengaja ia kosongkan isi batereynya. Bergaya memegang telepon genggam dan pada saat memerlukan telepon ia pinjam telepon ke sekretaris dimana ia bertamu dengan alasan baterey handphone-nya habis. Orang-orang tetap percaya bahwa ia memang bonafid dan tetap memberikan pinjaman telepon untuknya. Sebuah trik yang lihai dan berani.
Lagi-lagi penampilan sangatlah penting. Jika anda seorang agen multi level marketing yang mengajak seseorang untuk bergabung agar hidupnya berubah menjadi kaya, tetapi anda masih naik mobil umum, apa kata dunia?

Ingat dan Waspada
Benar bahwa penampilan akan memberikan keuntungan tambahan. Tetapi dijaman yang serba gila ini, mesti ada sikap yang selalu ingat serta waspada agar kita tidak menjadi korban tuntutan penampilan.
Orang-orang penduduk bumi ini terus saja berlomba-lomba untuk bisa mendapatkan pengakuan bahwa dirinya adalah warga kelas pertama. Mereka lupa bahwa penampilan juga memerlukan modal yang tidak sedikit. Dan penampilan memberikan suntikan tambahan gengsi. Dan semua gengsi itu biayanya mahal.
Parkir ditempat biasa, mungkin hanya Rp.1000,- tetapi parkir ditempat istimewa semisal didepan lobby jelas lucu kalau memberikan tips hanya Rp.1000,- saja.
Berlaku bijaksana dengan sebuah kesadaran penuh bahwa memperbaiki penampilan diri bukan sekadar gengsi, adalah langkah tepat agar kita tidak menjadi korban mode. Kita mesti sadar bahwa kitalah penentunya.
Yang terakhir, sikap seseorang terhadap kita bukan saja karena penampilan fisik kita, tetapi sangat dipengaruhi oleh keyakinan diri dari kita. Pesona percara diri akan memancar indah dari wajah dan tubuh yang dihiasi dengan pakaian apapun itu.
Previous
Next Post »