Ala Time Share (ide bisnis)


tulisan ini sudah diterbitkan di harian waspada medan, pada tanggal 11 mei 2009, di halaman bisnis dan teknologi.www.cahyopramono.com

INGIN wisata ke Berastagi dan semua hotel penuh? Tidak usah khawatir. Kini sudah banyak bungalow atau villa milik pibadi yang bisa disewa. Suasananya sangat berbeda dibandingkan dengan tinggal di hotel. Rasanya seperti tinggal di rumah sendiri, ada ruang tamu, beberapa kamar tidur, ruang keluarga bahkan dapur yang disana anda bisa memasak sendiri makanan yang anda sukai.
Liburan akhir pekan lalu saya berkesempatan mengekplorasi beberapa villa yang disewakan tersebut. Masing-masing dari villa itu memiliki fasilitas dan kelengkapan yang berbeda-beda. Ada yang melengkapinya dengan karaoke set, air panas, perlengkapan dapur lengkap dan garasi tertutup.
Untuk keluarga dengan jumlah orang yang banyak, saya pikir mengunakan villa seperti ini lumayan cocok dan pas, apalagi kencenderungan harganya sedikit lebih murah dari pada hotel yang biasa. Apalagi dengan jumlah orang yang banyak biasanya tidak bisa terelakkan kegaduhan-kegaduhan kecil yang berpotensi menggangu tamu kamar lain jika tinggal di hotel. Alasan lainnya yang cukup menarik adalah bahwa tinggal di villa seperti ini, cenderung lebih tidak formal dan santai.
Mendapatkan villa-villa yang bisa disewa sungguh tidak susah karena menjelang akhir pekan atau hari libur, karena mereka biasanya mengiklankan villa-nya di koran-koran. Hubungi nomor teleponnya, tanya harga dan fasilitas lalu jadi. Anda akan mendapatkan kunci villa pada saat membayar atau saat berkunjung. Itu saja...
Villa yang dibangun untuk keperluan pribadi sudah biasa, bungalow untuk yang diswakan untuk umum juga sudah biasa. Tetapi villa pribadi yang sesekali disewakan untuk umum itu menjadi menarik. Kini kita bicarakan sisi bisnisnya. Bagaimana pemilik villa mendapatkan bisnisnya? Lalau bagaimana kalau mereka sendiri akan datang kesana? Apa memang membeli villa hanya untuk disewakan?

Time shared
Ini adalah sebuah konsep dari asas efisiensi. Menjadi kenyataan bahwa memiliki villa-villa di areal resor adalah seseutu yang menyenangkan. Tetapi semua orang tahu bahwa liburan tidaklah tidak dikerjakan sepanjang tahun. Dan tidak tiap liburan seseorang akan mengunjungi tempat yang sama. Sementara itu, biaya operasional villa tetap berjalan sepanjang tahun tanpa henti, dari biaya penjaga, kebersihan, listrik, air, pajak, perawatan dan sebagainya.
Bermula dari tahun 1960, di Eropa, konsep ini berkembang hinga saat ini menjalar keseluruh dunia. Konsep ini adalah konsep berbagai sesuai waktu yang disepakati. Boleh bertukar dengan pemilik yang lain atau variasi-variasi lainnya.
Yang saya ingin bahas dalam tulisan ini adalah konsep membagi kesempatan untuk bisa memiliki properti sekaligus mendapatkan keuntungan lebih dari propertinya. Artinya, villa yang dibeli tidak hanya untuk bersenang-senang dan berlibur, tetapi juga bisa menjadi mesin uang untuk si pemilik. Jika si pemilik villa tidak menggunakanya, villa bisa disewakan kepada publik.

Pribadi dan Publik
Saya pikir hanya sebatas masalah pemikiran saja, dimana pemilik properti mengijinkan atau merelakan properti pribadinya untuk digunakan bersama orang lain. Tentu saja ini hanya masalah pengaturan. Jika manajemen pengelolaannya bagus dan penatalaksanaan tata grahanya bagus, tentu tidak perlu khawatir atau merisaukan perkara ini.
Sepertu halnya pengaturan hotel yang baik dan bersih, maka memberikan kesempatan kepada orang lain untuk menggunakaan proterti tersebut tidaklah menjadi sesuatu yang bermasalah.

Perijinan
Dibeberapa daerah, perijinan yang diberlakukan adalah yang berhubungan dengan ijin usaha kepariwisataaan. Tentu saja beda daerah, beda ketentuan aturan yang diberkalukan oleh pemerintah setempatnya. Dalam perijinan itu nanti ada beberapa hal yang harus dipenuhi sebagai layaknya sebuah usaha penyewaan perhotelan/penginapan.

Pemasaran,
Tentu saja konsep ini sangat cocok bagi daerah-daerah yang pengunjungnya sudah banyak, atau tempat tersebut sudah terkenal sebelumnya. Selanjutnya, strategi promosi yang lumayan cocok adalah strategi follower/pengikut. Domplengkan promosi properti tersebut dengan aktifitas yang berhubungan dengan promosi sarana yang lebih besar atau promosi kedaerahan.
Harus dipahami bahwa model sarana akomodasi seperti ini menuntut karakter tamu atau pelanggan yang juga khas. Pelanggan tersebut haruslah mereka-mereka yang bisa melayani diri sendiri, tidak membutuhkan palayanan berlebihan. Mereka tidak memerlukan layanan kamar, layanan makanan, layanan pencucian baju, dan layanan-layanan lain layaknya di hotel yang biasa. Mereka juga adalah tamu-tamu dalam grup yang memiliki kedekatan tertentu seperti keluarga atau perkawanan.
Promosi yang efektif untuk tipe akomodasi demikian adalah menggunakan media-media untuk para traveler. Bagus juga menggunakan harian-harian yang banyak pembacanya, terutama mendekati hari libur. Jangan dilupakan bahwa karakter tamu dari sarana akomodasi ini sangat khas dan mereka saling menginformasikan kepada kawan-kawannya. Jadi berikan kesan positif kepada mereka sehingga mereka akan membantu mempromosikannya.
Jika perlu ajak beberapa hotel untuk bekerjasama. Jika mereka membantu menjualkan villa anda kepada tamunya yang mungkin datang pada saat hotel penuh, maka anda akan memberikan insentif berupa komisi dan sebagainya.
Jangan lupa, Jaringan komunikasi pribadi melalui internet juga potensial untuk dimanfaatkan.

Tata graha
Inilah salah satu kunci keberhasilannya; properti yang bersih, terawat dan terjaga. Siapa yang tidak senang mendapatkan tempat tinggalnya terjaga kebersihan dan terawat semua fasilitasnya.
Kalau ini jelas menyangkut sistem organisasi tata graha dan kebiasaan serta budaya bersih yang dianut oleh pelakunya. Dari beberapa villa yang saya kunjungi, ada beberapa yang sangat baik kebersihannya dan ada juga yang memprihatinkan, padahal masing-masing ada petugas kebersihannya.
Mengapa ini menyangkut budaya? Karena kebersihan apapun tidak bisa dikerjakan sebulan sekali, tetapi harus dikerjakan tiap hari dengan rutin. Ada atau tidak ada tamu, seharusnya langkah kebersihan dikerjakan setiap hari. Tentu saja kelengkapan kebersihan juga harus menunjang.
Saya menemukan ada villa yang handel pintunya rusak. Ada yang kamar mandinya bocor, ada yang tidak memiliki lampu penerangan, ada yang instalasi listriknya bergantungan tidak terawat. Dan jelas itu akan mengecewakan tamu yang datang. Bisnis jasa seperti ini jelas bertumpu kepada perasaan senang dan puas bagi pelanggannya. Jadi usahakan apapun juga untuk mencapainya.
Previous
Next Post »