Kejarlah Daku, Dikau Kutangkap.


Tulisan ini sudah diterbitkan di harian waspada medan, pada tanggal 27 April 2009 di halaman bisnis dan teknologi
SELAMAT pagi para pembaca yang budiman. Saya pikir tidak salah jika saya berdoa untuk kebaikan anda sembari mengucapkan terimakasih sudah mengikuti tulisan saya selama ini.
Beberapa waktu yang lalu saya, memberikan pelatihan untuk praktisi media cetak dan praktisi media radio yang dilaksanakan secara terpisah. Secara kebetulan saya memberikan materi dengan topik yang sama dan kini saya ingin membaginya untuk anda. Saya arahkan tulisan singkat ini kepada para praktisi radio siaran, praktisi media massa, baik cetak maupun elektronik serta multi media.
Judul diatas memang terinspirasi dari sebuah film remaja beberapa tahun yang lalu, tetapi kini saya gunakan dalam konteks pemasaran. Untuk memudahkan memahami judul diatas dan konsep pemasaran, secara sederhananya begini;
Sasaran pemasaran media massa itu ada dua. Yang pertama adalah pembaca, pendengar atau penonton. Sasaran yang kedua adalah para pemasang iklan. Kedua sasaran ini sangat erat berhubungan dan saling mempengaruhi.
Pemasang iklan akan tertarik mengeluarkan uang untuk kita, jika pendengar, penonton atau pembaca media kita jumlahnya banyak dan sesuai dengan sasaran promosi mereka. Dalam hal ini praktisi media harus berusaha untuk tampil sempurna agar orang-orang membaca, menonton atau mendengarkan produk siarannya.
Kalau pemasang iklan membayar dengan uang, pendengar, pembaca dan penonton kita membayar dengan waktu dan bahkan membayar secara materi. Untuk itulah praktisi media berusaha merayu khalayak ramai dan selanjutnya menggunakan kekuatan keramaian itu untuk mempengaruhi pemasang iklan. Kejarlah daku, dikau kutangkap...

Berorientasi Pasar
Benar bahwa media massa memiliki daya pengaruh yang tinggi untuk menjadi trendsetter tetapi untuk sukses mendapat perhatian dan pada akhirnya mendapatkan pembayaran dari pasar, tentu perhatian dan orientasi kepadanya adalah hal yang penting.
Berorientasi kepada pasar berarti juga memperhatikan keinginan dan harapan pasar. Dalam hal ini ada dua pasar yang berbeda kebutuhan dan harapannya. Yang pertama menghendaki sajian yang bermutu dan yang kedua menghendaki keramaian yang khas. Bukan sekadar banyak, tetapi kekhasan yang sering orang sebut sebagai segmentasi.
Pemasang iklan akan menuntut kejelasan usia, kemampuan bayar, kecenderungan perilaku belanja dan berbagai latar belakang lainnya secara jelas. Pemasang iklan jelas tidak ingin bersia-sia mengeluarkan uang untuk sasaran yang tidak jelas.
Bayangkanlah jika anda seorang pemasar yang ingin mengiklankan produk anda yang berupa alat bantu dengar untuk lansia. Jelas anda tidak akan memasangnya di media yang mengumpulkan anak-anak muda.
Jika anda ingin beriklan untuk kalangan perkotaan, jelas radio bersiaran FM akan lebih tepat di banding radio yang mengudara pada frekuensi AM.
Media-media yang tidak secara khas membidik katakter keramaian tertentu yang spesifik, biasanya akan menjadi pilihan kesekian dari para pemasang iklan. Pertimbangannya sangat jelas, dalam keseharian jelas sulit terjadi penyatuan minat antara orang tua dengan anak remaja. Sama seperti kelompok pecinta olahraga dengan pecandu narkoba. Artinya, akan ada kelompok-kelompok masyarakat yang berbeda-beda.
Seseorang akan berkelompok biasanya karena memiliki kesamaan-kesamaan baik nasib, pekerjaan atau minatnya. Seseorang akan berkelompok mungkin karena alasan jender, alasan kelas ekonomi, alasan hobby, alasan pekerjaan, alasan asal muasal nenek moyang, alasan religi atau alasan lainnya. Setiap kelompok itu bisa menggambarkan karakteristik orang-orang didalamnya yang bagi pemasang iklan sangat penting.
Sampai saat ini golf dianggap sebagai permainan papan atas dan mahal, tentu saja pemasang iklan menganggap bahwa pemain golf adalah orang-orang yang berada dikelas ekonomi mapan serta memiliki daya beli. Jika mereka menggunakan sarana tranportasi publik paling tidak akan menggunakan yang lebih nyaman walaupun berbiaya lebih mahal. Kalau mereka memilih hiburan mungkin jauh dari hingar bingar hebohnya musik jalanan. Kalau memilih rumah jelas mereka akan memilih rumah yang berukuran tertentu, dilokasi tertentu dan harga tertentu yang diangap mahal oleh kebanyakan orang.
Orang-orang dalam Perkumpulan Golf adalah sasaran yang bagus untuk mereka yang akan menjual properti, sarana akomodasi kelas atas, sarana tranportasi kelas eklusif, pertunjukan musik Jazz, Opera dan hal-hal yang bergengsi dengan harga yang mahal.
Praktisi media yang tidak mengelola medianya dengan orientasi pasar yang khas, jelas akan mengaburkan siapa audiencenya (pembaca, penonton dan pendengar). Audience yang kabur jelas tidak menarik pemasang iklan.
Jika masih ada pemasar dari media-medai massa yang latah mengaku medianya untuk kalangan menengah keatas, itu sudah ketinggalan jaman, karena dari tampilan dan kemasannya saja orang sudah bisa menafsirkan kemana arah mata panah media tersebut di arahkan.

Data base
Inilah yang sering dilupakan oleh para pemasar. Data base audience dan para pemasang iklan semestinya menjadi salah satu senjata yang sangat penting. Data ini bisa berisi informasi apapun yang berhubungan dengan audience menjadi sangat penting demi penjualan langsung dan promosi kepada pemasang iklan.
Saat ini jika kita akan berpromosi melalui pemilik jaringan e-mail di dunia internet, kita akan ditanya oleh mereka, “Anda ingin pasar apa? Di negara mana? Di kota apa? Usia berapa, laki-laki atau perempuan? Pecinta electronik atau olah raga dan sebagainya.
Mereka mempertanyakan itu karena mereka memiliki kelengkapan data yang bagus. Sehingga akurasi sasaran promosinya menjadi tepat dan akurat.

Kejar - Tangkap
Sangat sederhana, publik memilih media yang mempesona lalu media akan menggunakan publik tersebut untuk menarik keuntungan penjualan dari pemasang iklan. Sederhana bukan?!
Pesona-pesona yang ditebarkan oleh media bisa berupa kualitas cetak, isi berita, program acara dan lain-lainya yang saya yakin sudah dipahami secara gamblang oleh para praktisi media massa. Tetapi menghadirkan hubungan emosional antara audience dengan media jelas sesuatu yang sangat istimewa.
Bayangkan bahwa anda adalah juara salah satu cabang olehraga, lalu sekali waktu foto anda terpasang disebuah media cetak dengan berita yang baik, bagaimana perasaan anda? Itulah yang saya maksudkan.
Previous
Next Post »