Muatan Marketing Di Pakaian Seragam


tulisan ini sudah diterbitkan di harian waspada medan, tanggal 22 juni 2009 pada halaman bisnis dan teknologi

DALAM tetralogi Laskar Pelangi, diceritakan betapa ayah seorang Ikal begitu senang melihat orang berpakaian seragam. Dalam pikiran dan keyakinannya, orang berseragam biasanya lebih pintar dari orang kebanyakan. Maka tak heran betapa si ayah langsung tersenyum sambil berlinang air mata ketika melihat anaknya pulang dengan pakaian seragam –walaupun itu hanya sekadar seragam doorman/Penjaga pintu--
Hari ini ijinkan saya membahas tentang Pakaian Seragam dari sudut pemasaran. Ada banyak manfaat yang bisa dipetik dari baju seragam itu. Pakaian seragam jelas membangun rasa persamaan agar tidak terjadi kecemburuan, karena si pemakai seragam berangkat dari latar belakang yang berbeda-beda. Pakaian Seragam merangsang tumbunya perasaan senasib dan persahabatan.
Pakaian Seragam memberikan pengaruh perilaku bagi pemakainya. Pemakai pakaian yang terlihat seperti tentara, biasanya akan berperilaku seperti tentara, hingga ada semacam lelucon pemakai pakaian yang seperti itu nampak seperti orang yang gila tentara. Pakaian sunguh mengarahkan seseorang kepada perilakunya. Jika anda sedang mengenakan baju koko, bersarung dan berkopiah, apakah anda akan merasa senang mengenakannya di ruang diskotik?
Seragam juga merangsang kebanggaan atas korps-nya serta menjadi media untuk menumbuhkan loyalitas terhadap korps. Seragam yang dikerjakan dengan baik dan rapih, akan memberikan rasa bangga bagi pemakainya dan menumbuhkan perasaan yang kuat bahwa si pemakai adalah bagian yang tidak terpisah dari korpsnya. Hingga pada gilirannya si pamakai akan menjunjung tinggi martabat korpsnya.

Branding
Kini, baju seragam semakin bervariasi dengan desain yang semakin inovatif, berani, dan beberapa diantaranya bahkan tampil sangat ekstrim. Kecenderungan ini berjalan bersama dengan semakin banyaknya perusahaan dan merek yang menyadari seragam karyawan adalah citra perusahaan dan merek.
Karena seragam yang baik harus mampu mencerminkan visi dan misi perusahaan atau merek, sehingga pembuatannya pun menuntut konsep terpadu termasuk munculnya kesadaran bahwa pakaian adalah media promosi yang paling mobile, dekat dan murah. Terbawa kemana-mana, terbaca oleh orang yang dekat dan langsung terjadi dialog jika seseorang ingin menanyakannya.
Pakaian Seragam adalah identitas yang juga mewakili perusahaan atau produk yang kita luncurkan. Orang-orang yang mengenakan pakaian seragam dan orang-orang yang melihatnya akan otomatis mengidentifikasikan Pakaian Seragam itu dengan perusahaan atau produk. Bahkan orang awam akan menyebutkan seseorang sebagai orang tertentu dari seragamnya.
Penambahan pesan-pesan promosi sesuai dengan rencana pemasaran juga sangat mungkin disematkan dalam design pakaian seragam. Jaman sekarang, jelas anda masih dibolehkan memilih pakain seragam berupa kemeja putih dan celana hitam, tapi jika anda bisa memanfaatkan media seragam itu dengan lebih maksinal, mengapa tidak dicoba?
Sudah banyak perusahaan yang menggunakan badan pegawainya sebagai papan promosi yang berjalan. Ditempelkannya berbagai jenis produk yang mereka miliki dalam pakaian seragam karyawanya. Tentu saja dengan design dan tata letak yang ideal.
Merancang pakaian seragam mungkin akan bagus jika diserahkan kepada designer yang profesional dibindangnya. Perancang mode biasanya memiliki informasi tentang trend dan ketika memahami filosofi perusahaan serta jenis pekerjaan si pemakai seragam, mereka akan dengan mudah menerjemahkannya ke dalam pola kain.
Kini perancang busana tidak saja hanya mengenal keindahan, tetapi juga mulai mengenal kaedah-kaedah pemasaran dan promosi sehingga keinginan branding dari pihak perusahaan bisa mereka akomodir.
Sementara itu, kualitas produk kain saat ini sudah sangat maju. Kini Sudah banyak perusahaan kain yang menekankan pada riset pengembangan kain, antara lain dengan membuat kain yang cepat menguapkan air termasuk keringat dan air hujan serta melepaskan suhu tubuh ke udara (moisture management) serta antikotor dengan soil release technology.

Karakter usaha/produk
Rancanglah pakaian seragam dengan dua pertimbangan dasar, yang pertama adalah pertimbangan teknikal dan yang kedua pertimbangan seni dan yang ketiga adalah pertimbangan karakter produk/usahanya. Dalam hal ini saya tidak akan membahas sisi pembiayaan.
Pertimbangan teknikal adalah upaya-upaya memahami fungsi pakaian seragam secara teknik. Misalnya untuk bagian apa, digunakan dalam ruangan atau dilapangan, sebagai pelaksana atau manajer. karakter yang dihubungkan dengan kebutuhan teknis dari pemakai seragam. Apakah harus lengan panjang atau lengan pendek. Apakah harus menggunakan kerah baju atau oblong saja.
Dalam pendekatan pencitraan dan promosi, Karakter usaha/produk adalah acuan dasar menentukan seperti apa seragam yang cocok. Karakter dilihat dari ciri khas yang ingin ditonjolkan dan kesan apa yang ingin didapat dari orang-orang yang melihatnya serta orang-orang yang mengenakannya.
Langkah yang sederhana adalah upaya mendiskripsikan karakter usaha/produk kita. Misalnya dengan pertanyaan-pertanyaan seperti. Ini untuk segmen apa? Perinci dengan detail segmen itu, sehingga ditemukan kedetailan yang terang. Misalnya; untuk usia berapa? Laki-laki atau perempuan? Kelas sosial apa? Tinggal dimana? Kebiasaan segmen itu apa saja dan seterusnya.
Selanjutnya tambahkan kesan apa yang ingin ditampilkan melalui pakaian seragam itu. Apakah bisnis anda ingin dikenal sebagai bisnis atau produk yang religius? apakah ingin dikenal sebagai bisnis atau produk yang cerdas? Yang mahal? Yang murah? Yang terkini? Yang antik? Yang maskulin? Yang feminin? Yang dinamis? Yang ramah? Yang berwibawa? Yang relax? Yang formal? Yang manja? Yang santun?
Pertanyaan-pertanyaan itu akan membimbing kita dan perancang mode menentukan bentuk seragam yang akan dikenakan. Kita tahu bahwa warna dan bentuk cukup bisa mempengaruhi orang agar bersikap dan berfikir.
Yang terakhir, benar karyawan akan mengikuti semua ketentuan perusahaan termasuk memakai pakain seragam yang diberikan kepadanya. Tetapi ingat, bahwa selain fungsi promosi dan pencitraan seragam memiliki fungsi-fungsi psikologis. Harus diperhitungkan kerelaan dan mental pihak karyawan yang akan mengenakan pakaian seragam tersebut.fungsi-fungsi promosi juga tidak akan tercapai jika si karyawan itu sendiri tidak memberikan dukungan. Dalam hal ini sosialisasi dan penjelasan kepada karyawan adalah hal yang sangat penting dilakukan sebelum pembagian pakaian seragam tersebut.

Konsultasi & Pelatihan; tj@cahyopramono.com
Previous
Next Post »