X Banner


tulisan ini sudah diterbitkan di kolom inspirasi pada harian waspada medan, tanggal 29 juni 2009 di halaman bisnis dan teknologi

STANDING banner atau sebagian orang menyebutnya dengan X banner, kini menjadi pajangan yang lazim diberbagai tempat. Karena harganya menjadi terjangkau, banyak orang memanfaatkannya dengan berlebihan, berjajar penuh dan saling mencuri perhatian.
Jika kita mengacu kepada kaidah dasar poster, X banner ini adalah karya seni atau desain grafis yang memuat komposisi gambar dan huruf di atas kertas berukuran besar. Pengaplikasiannya dengan ditempel di dinding atau permukaan datar lainnya dengan sifat mencari perhatian mata sekuat mungkin. Karena itu X banner biasanya dibuat dengan warna-warna kontras dan kuat. Seni terapan ini lebih ditujukan untuk propaganda dan reklame atas produk-produk yang dimuat didalamnya. Disebut sebagai standing banner karena memang berbentuk seperti spanduk yang berdiri. Disebut dengan X Banner karena dilakangnya ada tulang untuk menjaganya berdiri dan tulang ini berbentuk seperti huruf X.
X banner yang berukuran poster itu muncul dengan berbagai model, gaya, pesan dan bentuk. Ada yang lucu, serius dan banyak yang ‘sangat tidak lucu’ yang sama sekali tidak mengirimkan pesona apapun lalu terabaikan begitu saja dari perhatian orang yang melewatinya. Banyak pengusaha mikro, kecil dan menengah yang latah menggunakan media promosi ini. Sayangnya media promosi ini terlihat menyedihkan (sebagian usaha besar juga begitu).
Sebagian pengusaha yang latah membuat x-banner ini berharap agar orang ‘melihat’ produknya. X-banner ini dijadikan media pajangan, menggantikan produk aslinya. Sebagian lagi menggunakan x-banner ini untuk menginformasikan daftar menu dan daftar harga. Memang boleh-boleh saja memanfaatkan media promosi tersebut untuk menyampaikan apapaun. Tetapi harus diingat bahwa fungsi dasar promosi hanyalah satu, yaitu meyakinkan orang untuk bertindak.
Biasanya, aksi atau tindakan yang diharapkan adalah pembelian, pendaftaran atau upaya penjagaan peluang bisnis. Pengenalan nama atau sekadar pemberitahuan jelas sangat tidak cukup untuk memaksa seseorang bertindak sesuai dengan kemauan kita.
Bagi anda yang sedang mendesign sarana promosi semisal poster atau x-banner ini. Saya ingatkan akan sebuah konsep lama yang sering orang singkat dengan AIDA. AIDA adalah akronim dari bahasa inggris yang berisi Attention, Interes, Desire dan Action.
Konsep ini diharapkan bisa membimbing kita menciptakan alam pikiran promotif yang mendesak penentuan keputusan. Bayangkan seperti jika anda berjalan mendekati orang asing lalu anda tanyakan kepadanya, apakah dia mau menikahi anda? Sebesar apa peluang anda mendapatkannya? Atau bagaimana jika anda berminat menikahi kekasih anda tapi anda tak pernah mengatakannya.

Attention
Dalam bahasa sederhana attention ini bermakna perhatian; atensi; gubrisan; sorotan dan seterusnya. Artinya, x-banner yang benar dari sisi promosi seharusnya memiliki daya pikat yang tinggi sehingga x-banner ini mendapat perhatian dari khalayak ramai yang melihatnya. Tanpa upaya menjadikan dirinya sebagai sumber perhatian, x-banner bisa disebut tidak eksis.
Teringat beberapa tahun yang lalu, poster dikerjakan dengan goresan tangan, sehingga sulit untuk mendapatkan hasil yang sama dan ilustrasi yang indah. Kala itu, saat kita ingin mempromosikan sebuah salon kecantikan, sagatlah sulit untuk membuat ilustrasinya. Kini, apapun yang bisa di foto, otomatis bisa dicetak, bahkan rekayasa computer bisa memperindah yang kurang indah. Kini, semua pesona gambar bisa direkayasa menjadi menarik dan terlihat hidup.
Prinsip dasar atensi seharusnya menjadi perhatian dasar. Jika anda bukan seorang pakar advertising, setelah design anda selesai dibuat, coba saja meminta pendapat orang-orang awam di daerah anda untuk berkomentar setelah melihat design anda dalam waktu 30 detik. Jika kebanyakan mereka memahami apa yang anda sampaikan memalui media promosi tersebut, artinya design promo anda menarik.
Prinsip design poster atau x-banner ini, menuntut kesederhanaan pesan sehingga bisa dipahami dalam hitungan 30 detik serta dibaca dari jarak pendek – kurang dari 5 meter--. Berbeda dengan spanduk yang harus dipahami dalam hitungan 3-4 detik saja. Juga berbeda dengan brosur yang bisa dinikmati dengan waktu yang lebih lama serta isi yang dikonsumsi sambil duduk. Artinya, brosur bisa diisi dengan pesan-pesan lebih lengkap dan banyak, karena membacanya dengan dipegang. Atas dasar inilah maka hindarkan membuat brosur di x banner atau membuat spanduk dengan x banner.

Interest
Ini bermakna ketertarikan, minat dan animo. Artinya, setelah orang memberikan perhatian kepada x-banner kita, selanjutnya harus tercipta ketertarikan kepada isi x-banner tersebut. Mungkin anda memiliki logo yang indah dan anda pasang dengan ukuran yang besar, jelas itu akan mencuri perhatian seseorang, tetapi jelas itu tidak cukup untuk membangkitkan ketertarikan dan minat untuk berbisnis dengan anda.

Desire
Bagaikan melihat minuman dingin pada siang hari saat puasa ramadhan. X-banner juga harus menerbitkan keinginan, kemauan, hasrat, gairah, idaman, perdambaan, sikap mengingini dan menghendaki. Ingat bahwa orang menggunakan logika hanya untuk menilai tetapi mereka membeli dengan emosinya.
Bayangkan anda melihat iklan makanan panas dan segar ditengah malam. Anda tahu bahwa itu kurang baik, tetapi anda menjadi lapar karenanya.

Action
Pada akhirnya, pembaca pesan x-banner diharapkan untuk bertindak, beraksi, melangkah, dan melakukan apa yang disebut dalam x-banner itu. Masukkan di dalamnya panggilan untuk beraksi. Ini waktunya untuk menjadikan deal bisnis. Arahkan mental konsumen memikirkan kesegeraan untuk beraksi. Ancam mereka dengan urgensi. Misal, “Hanya untuk hari ini saja”.
Terlalu sering saya melihat iklan restoran yang baik dan saya berkata dalam hati untuk kapan-kapan mencobanya, tapi hingga kini saya tak pernah kesana.
Yang terakhir, pastikan penempatan x-banner berada dilokasi yang strategis, terlihat dengan baik dan tidak berdiri bersama serombongan x-banner lainnya. Lalu, X-banner yang sudah lusuh, pudar dan tidak berdiri dengan tegak, semestinya diganti dengan yang baru. Mengganti isi x-banner secara periodic juga bijaksana sehingga kesan baru selalu ada.


Konsultasi & Pelatihan; Tj@cahyopramono.com
Previous
Next Post »