Genggam pasar dengan amati perulangan Trend



tulisan ini sudah diterbitkan di harian waspada medan, pada halaman bisnis dan teknologi tanggal 24 agustus 2009


MUSIM di alam ini terus berulang, jika tahun ini ada musim dingin, tahun depan juga akan ada musim yang sama. Jika tahun ini ada musim hujan, biasanya pada bukan-bulan yang sama di tahun depan juga akan terjadi hal yang sama.

Perbedaan musim memaksa manusia memiliki kebutuhan yang berbeda juga. Mulai dari pakaian, kelengkapan rumah tangga dan banyak lagi lainya. Bukankah itu sebuah peluang bisnis?

Hal serupa terjadi dengan musim perayaan dan even. Yang namanya ramadhan, natal, tahun baru, kenaikan kelas, hari valentine, hari kemerdekaan dan pemilihan umum akan terjadi lagi pada tahun-tahun berikutnya.

Amatilah pergerakan pasar pada musim-musim even tersebut. Ada banyak hal musiman yang hanya terjadi pada saat itu saja. Contohnya, lihatlah bahwa penjualan kurma dan hidangan buka puasa menjadi banyak pada tiap ramadhan. Kebutuhan terigu dan gula meningkat karena masyarakat banyak membuat kue lebaran.

Lihatlah betapa penjualan bunga mawar meningkat tajam pada hari valentine. Penjualan buku tulis, seragam sekolah, sepatu sekolah dan perlengkapan sekolah terus meningkat pada saat tahun ajaran baru. Demikian juga aktifitas promosi dengan menggunakan material promosi menjadi sangat tinggi pada saat kampanye pemilihan umum.

Pola yang sama juga berlaku pada situasi yang bertumbuh, misalnya dengan mengamati angka kelahiran pada tahun ini, maka sudah bisa diprediksi kebutuhan sekolah TK pada 4-5 tahun mendatang, kebutuhan sekolah SD, SMP dan SMA, bahkan kebutuhan perumahan, kendaraan dan lain-lainnya pada tahun-tahun yang akan datang.

Saya tidak membahas trend fashion yang jelas sangat berpotensi berulang. Kalau kita lihat pakaian anak muda sekarang dengan celana ketat model Cangcuter, jelas itu pernah terjadi beberapa tahun yang lalu.



Mempelajari Trend

Mempelajari tren yang terjadi di pasar selayaknya menjadi kebutuhan bagi semua usaha. Tidak terkecuali bagi mereka yang masih tergolong dalam kategori Usaha Kecil Menengah (UKM), apalagi yang sudah berorintasi ekspor. Setiap detik, pasar selalu penuh dengan produk baru dari seluruh produsen. Dan bagi mereka yang berorientasi ekspor, persaingan ketat terjadi untuk mendapatkan perhatian dari para pembeli. Disinilah kemudian fungsi dari mempelajari tren tersebut. Contoh sederhana, kombinasi tren-tren di Amerika dan Eropa bisa menciptakan kesempatan bagi produsen produk interior rumah dari Indonesia.

Mempelajari tren, hendaknya dilakukan secara kontinyu. Karena pada dasarnya tren ini selalu berubah. Tidak jarang banyak tren yang bermunculan sekaligus dan membentuk beberapa pilihan aliran gaya dan juga tidak jarang yang bahkan kadang juga berbenturan.

Trend sebenarnya identik dengan wabah influenza yang menyebar tanpa bisa diketahui asal muasalnya. Saling mempengaruhi dan memiliki masa inkubasi. Kadang sifatnya circular atau berulang, dimana konsep lama kembali menjadi trend baru. Banyak faktor yang menyebabkan adanya trend ini, yang semuanya berasal dari sumber external. Bisa karena gejala yang terjadi di sekitar kita, seperti fashion, TV, system, politik, dsb.

Bagi usaha yang sensitif terhadap perubahan trend, dengan mempelajari trend maka strategi bisnis akan menjadi lebih baik. Dengan cara itu juga pemilihah tren akan dilakukan sesuai dengan kekuatan yang dimiliki perusahaan, berikutnya strategi membidik target konsumen akan lebih folus dan akurat.

Satu yang perlu diperhatikan dari tren ini adalah masa hidup dari suatu produk. Perubahan tren yang selalu terjadi membuat suatu produk hanya bisa bertahan tidak lebih dari 18 buan saja. Tidak jarang, masa hidup produk ini hanya cuman 6 bulan saja untuk di beberapa negara tertentu. Walau begitu, tren ini akan selalu berulang. Tidak pasti memang jangka waktunya, dan ini perlu kejelian tertentu.



Antisipasi

Dalam hal trend pasar yang berulang dan kadang tidak terbaca arah perubahannya, ada baiknya sikap antisipasi dilakukan dengan bijaksana.

Kecerobohan yang paling banyak dilakukan manajemen bisnis adalah keterlambatan aksi. Seringkali even-even yang berulang seperti ramadhan, lebaran dll tidak cukup diperhatikan dan akhirnya terkaget-kaget begitu saatnya tiba.

Tiap produk membutuhkan waktu untuk memproduksinya. Demikian juga perlengkapan dan segala konsep pemasaran dan promosinya. Jadi mempersiapkan produk harusnya sudah dilakukan jauh hari sebelumnya. Contohnya, produk untuk tahun baru, seharusnya sudah selesai dipersiapkan paling tidak pada bulan November.

Hambatan yang sering muncul adalah karena tidak ada team perencana dan team pelaksana yang berbeda. Sehingga fungsi-fungsi perencanaan terpaksa diabaikan karena faktor pelaksanaan hari demi hari.

Idealnya ada team perencana untuk setiap even atau musim yang berbeda. Sehingga persiapan-persiapan produk baru tidak memecahkan konsentrasi pelaksana operasional harian.

Kisah perebutan stand di Ramadhan Fair kota Medan, salah satunya terjadi karena para calon pedagang tidak cukup memperhatikan trend ini. Telepas dari faktor-faktor lain, Mestinya mereka paham bahwa tiap ramadhan akan ada even tersebut, artinya 3 atau 4 bulan sebelum ramadhan seharusnya sudah dilakukan upaya mencari informasi dan mendaftarkan diri agar mendapatkan stand seperti yang diinginkan.

Bagi pengusaha kecil yang tidak cukup banyak anggotanya, atau lebih cenderung bekerja sendiri (one man show), penting sekali untuk membekali dirinya dengan catatan dan agenda. Pasang pengingat di buku agenda kapan-kapan saja dan melakukan apa saja. Teknologi kini memungkinkan pengingat itu bersuara dan mendapat perhatian dari kita. Kini, hampir semua produk handphone memiliki fasilitas calender dan agenda. Sangat bagus kalau kita memiliki komputer dan terinstall program semacam Outlook. Silahkan gunakan fasilitas kelendernya.

Hindarkan menggunakan otak anda untuk mengingat semua hal. Itu langkah pintar yang akan memperbodoh diri anda sendiri. Karena daya tampung otak ada batasnya, dan memaksa otak bekerja berlebihan akan memberikan efek stress dan menumpulkan kreatifitas.





Konsultasi & pelatihan tj@cahyopramono.com
Previous
Next Post »