Balada Agen Dunia




AZIZ, demikian saya mengenal namanya. Orangnya sangat dinamis. Terlihat dari penampilan dan gaya hidupnya. Ia mengenal banyak orang dari kalangan manapun. Dia saya kenal sebagai agen. Saya tidak bisa menceritakan agen apa, tetapi sepertinya dia mengagenkan semua hal. Dari properti, jasa surat kendaraan bermotor, hasil bumi, hingga proyek-proyek listrik. Tidak salah kalau orang-orang menyebutnya sebagai agen dunia.

Dunia saya memungkinkan bertemu dengan orang-orang seperti Aziz. Ada yang proffesional dan ada juga yang serabutan tidak menentu. Salah satunya adalah Bebi, dia ini seorang perempuan yang ligat, terlihat berkelas dan mengenal banyak pejabat pemerintahan. Ia memangil Walikota dan Gubernur tidak lagi dengan sebutan Bapak, tetapi dengan sebutan Abang. Bebi adalah agen khusus masalah proyek-proyek dari pemerintahan.

Salah satu kenalan saya yang lain adalah Togap. Ia bukan pegawai departemen hukum dan ham, tetapi ia seperti berkantor di kejaksaan dan pengadilan. Togap inilah yang sering dijuluki sebagai makelar peradilan. Ia konon bisa ‘memperingan’ hukuman bahkan kalau mulus bisa ‘membebaskannya’.

Ada lagi Mustafa, pada awal perkenalan hingga pertemuan yang ke 4 saya baru tahu kalau ternyata dia adalah agen penjualan pesawat helicopter dari Rusia. Pembelinya adalah pemerintah dan kalangan atas yang memerlukan helicopter untuk sarana transportasinya.

Tulisan ini saya dedikasikan untuk orang-orang seperti Aziz yang mengandalkan hidupnya menjadi ’perantara’. Terutama bagi mereka-mereka yang masih menjadi ’agen dunia’, masih mencari bentuk dan belum fokus dalam bidang layanan tertentu.

Mediator

Secara sederhana, agen adalah orang-orang di posisi tengah. Yang menghubungkan pembeli dan penjual. Mereka memuluskan urusan orang-orang yang membutuhkan jasanya. Dalam sejarah transaksi di dunia ini, peran-peran mediator seperti itu tidak pernah ada habisnya.

Mereka tetap dibutuhkan karena seringkali penjual tidak memiliki konsidi yang pas untuk berjualan. Mungkin alasan waktu, lokasi, keterbatasan sumber daya atau karakter yang tidak pas untuk berjualan. Sementara itu pembeli juga sangat mungkin tidak memiliki wawasan luas akan produk yang akan dibelinya.

Mediator juga memungkinkan bertemunya berbagai potensi bisnis sehingga terjadi kesepakatan kerjasama yang lebih baik untuk semua pihak.

Karakter

Di level agensi apapun, saya melihat beberapa karakter dasar yang penting untuk menjadikan seorang agen sukses dibidangnya.

Yang pertama adalah bergaul. Aziz, Bebi, Togap dan Mustafa memiliki pergaulan yang luas, dikenal dan mengenal banyak orang. Populer tapi tidak menonjol. Dan mereka tidak saja hanya mengenal nama, tetapi juga tahu serba-serbi jaringannya secara pribadi. Orang-orang seperti Bebi bahkan sangat tahu apa saja yang disukai dan tidak disukai oleh Pak gubernur. Orang seperti Bebi tahu keluh kesah Pak Gubernur yang tidak diketahui ajudannya.

Mereka ’membina’ hubungan dengan calon-calon pemimpin potensial, karena suatu saat mereka akan mendapatkan keuntungan dari para binaannya tersebut.

Mereka bergaul dan memiliki kekuatan pergaulan yang ibaratnya bisa digerakkan hanya dengan satu kali telepon.

Yang kedua adalah pengumpul informasi. Agen-agen yang sukses seperti call center yang mengumpulkan dan memanfaatkan informasi dengan baik. Bukan sekadar informasi peluang-peluang bisnis, tetapi juga informasi-informasi lain yang penting bagi kliennya. Orang-orang seperti Mustafa lebih tahu dari seorang Kapolda tentang siapa-siapa yang akan menjabat di jajaran markas besar kepolisian. Meraka bahkan tahu, siapa-siapa saja yang ’berminat’ mengejar jabatan terntentu di kalangan kliennya.

Yang ketiga adalah pengingat yang baik. Mereka memiliki sistem mengingat yang luar biasa. Mereka ingat kapan saja anggaran di syahkan oleh sebuah badan atau perusahaan setiap tahunnya. Mereka ingat siapa yang ditemuinya dan berpotensi dalam hal apa saja. Mereka bahkan mengingat ulang tahun kliennya satu per satu.

Yang keempat adalah rendah hati dan sangat penolong. Mereka bisa merendahkan dirinya sangat rendah bagi kliennya dan akan senang hati menolong kliennya dalam masalah apapun. Kesemuanya adalah investasi yang suatu saat akan dipanen jika sudah tiba waktunya. Semakin banyak menanamkan hutang budi, semakin mudah urusan dikemudian hari.

Mereka memiliki ketrampilan yang hebat dalam hal melayani dan menyelami pribadi targetnya. Mereka bisa menjadi diplomat, sahabat, salesman, saudara, informan, bahkan bisa jadi menjadi pengancam yang efektif.

Yang kelima adalah memiliki yang orang lain tidak miliki, dalam hal ini adalah bahwa agen-agen ini memiliki hal-hal yang tidak dimiliki oleh pembeli dan penjual, baik berupa informasi, jaringan dan hal-hal lainnya.

Mereka menjadi sumber solusi bagi para kliennya. Mereka seperti superman yang seolah-olah sanggup mengerjakan apapun.

Yang keenam adalah negosiator yang handal. Mereka mampu menciptakan suasana ketergantungan. Penjual bergantung kepadanya dan pembeli juga seolah tak bisa hidup tanpanya. Mereka bisa memainkan peran sandiwara yang luar biasa hebat. Sehingga kadang mereka mendapatkan keuntungan dari kedua belah pihak. Dari penjual dan dari pembeli sekaligus.

Yang ketujuh adalah berjiwa petaruh. Mereka saya kira memiliki kemampuan diri dalam hal bertaruh. Kadang seperti penjudi tanpa kartu joker dan meja rollet. Mereka sangat tahu kapan memasang dadu pergaulan. Berani menggertak dan berani berspekulasi. Sesuatu yang tidak dimiliki banyak orang.

Senior

Secara sederhana saya simpulkan yang membedakan antara agen pemula yang disebut agen dunia dengan agen senior adalah tingkat fokusnya. Pemula biasanya mengagenkan apapun, sehingga disebut agen dunia.

Para agen proffesional biasanya hanya berfokus pada satu bidang tertentu yang dia geluti secara utuh. Tentu saja, dengan fokus dan membatasi diri pada bidang tententu saja, maka kualitas keagenannya semakin bagus.

Dengan fokus pada bidang terntentu, jelas tidak membingungkan kliennya, karena klien dan jaringannya akan mudah mengenal dan mengingatnya.

Tentu saja untuk menjadi senior dan sukses diperlukan perjalanan yang panjang. Tidak serta merta menjadi sukses. Jadi, jika anda masih menjadi agen dunia, silahkan teruskan saja hingga anda mendapatkan pola dan format yang cocok untuk anda fokus kepadanya.



Konsultasi & Pelatihan; tj@cahyopramono.com

Previous
Next Post »