Permainan Thema

tulisan ini sudah diterbitan di harian waspada medan, pada tanggal 04 januari 2010 di halaman bisnis dan teknologi.


SELAMAT tahun baru para pembaca yang budiman. Semoga tahun baru ini kita diberkahi rahmat dan rejeki yang lebih banyak, yang lebih baik serta kedamaian hidup yang menenteramkan. Amin.

Sudah berpuluh kali saya mengikuti pesta pergantian tahun. Dari yang sekadar bakar ikan di api unggun hingga pesta dihotel bintang. Tapi selalu menarik jika konsep pestanya bertema jelas.

Contohnya begini; sekali waktu saya menghadiri sebuah pesta malam tahun baru dengan judul ”Go West”, ternyata tema utamanya adalah tentang dunia cow-boy dan Suku Indian. Tamu-tamu dibawa memasuki suasana dunia film cow boy. Mulai dari lapangan parkir yang dipajang beberapa kuda betulan. Lalu dekorasi dipenuhi set bangunan persis seperti jaman-jaman cow boy di satu sisi dan tenda-tenda Kaum Indian di sisi yang lain.

Para pelayan yang laki-laki mengenakan pakaian cow-boy, lengkap dengan rompi berbintang dengan tulisan sherrif, pistol dan sepatu boot dan topi ala cow-boy. Yang perempuan mengenakan gaun dan atribut seperti layaknya gaya pakaian pada masa itu. Lalu beberapa yang lain mengenakan pakaian indian, lengkap dengan topi berbulu, kampak dan busur panahnya.

Musik yang disajikan didominasi musik-musik country dan tap dance-nya. Hiburan yang disajikan lagi-lagi bernuansa suasana jaman cow-boy mirip di film-film. Makanan yang disajikan juga ada yang diset seperti makanan para penggembala itu.

Secara detail tamu-tamu diarahkan untuk larut dalam tema tersebut. Mereka bahkan diberi atribut-atribut pesta yang sesuai tema. Bukan sekadar terompet dan topi kerucut seperti layaknya pesta malam tahun baru.

Kejelasan tema sangat penting sehingga penikmatnya juga mudah menerima dan mengikuti kehendak penciptaan acara ataupun kegiatan yang dimaksud. Tidak sedikit pesta yang asal-asalan dengan tema yang tak bertema alias gado-gado tidak jelas.

Sekali waktu saya ikut dalam sebuah pesta yang tidak jelas itu. Undangannya berjudul “hallowin”, tetapi dekorasinya bergaya oriental, seragam petugasnya bergaya Eropa dengan dasi dan jas dan makanannya sangat Indonesia. Acaranya didominasi oleh karaoke dari pengunjung dan hanya sekadar membagi hadiah dengan MC yang bergaya petinju. Jelas sekali acara tersebut dibuat asal-asalan.

Aplikasi tema juga berlaku untuk semua bentuk presentasi lain. Mulai dari bangunan, tata taman hingga bentuk promosi pemasaran.

Taman yang dibuat tanpa tema, biasanya tidak memberikan kesan yang mendalam dan biasa-biasa saja. Coba bayangkan jika anda berada di taman dengan tema Rose Garden, suasananya sangat didominasi oleh berbagai bentuk mawar, dari mulai yang sewarna hingga yang multi warna.

Taman yang bertema gurun, akan berisi bebatuan, pasir dan kaktus. Taman yang bertema air akan menampilkan bentuk-bentuk kolam, air mancur, tumbuhan air seperti teratai, penambahan angsa atau bebek air.

Kemudian, ada juga contoh sebuah produk kecantikan yang tiap tahunnya memilih tema yang berbeda-beda untuk kepentingan promosi. Mulai dari tema kecantikan putri keraton jogja, keindahan alam kalimantan hingga eksotisnya kepulauan di timur Indonesia.

Tema Promosi Penjualan

Tentu saja tampilan yang begitu-begitu saja, monoton dan statis biasanya tidak memberikan efek pengaruh yang tajam. Harus ada perubahan-perubahan tampilan agar terhindar dari rasa bosan dan selalu tampil segar.

Untuk sebagian bisnis saat ini sudah mulai menggunakan tema-tema umum yang sudah diterima publik untuk promosi penjualannya, seperti tema liburan hari besar agama, tema hari kemerdekaan, atau perayaan yang sudah memasyarakat seperti hari Valentine dll.

Mereka menggunakan tema-tema tersebut diatas untuk alasan promosi. Mulai dari alasan untuk mengeluarkan diskon khusus, hingga alasan pemunculan produk baru. Biasanya mereka mengaplikasikan tema tersebut dalam bentuk dekorasi, seragam hingga produk-produk tambahannya.

Tema-tema tersebut terbukti memberikan efek rasa senang dan ketertarikan yang lebih besar dari pelanggannya. Permainan tema tersebut memberikan variasi kesan yang berbeda-beda sehingga menghindarkan kesan monoton dan membosankan.

Tentu saja, tema-tema diatas juga dikerjakan oleh pesaing-pesaing yang lain. Dan disinilah kemudian diperlukan satu upaya untuk menciptakan tema-tema yang berbeda tetapi mudah diterima publik dan mengantarkan pencitraan yang lebih baik.
Pengolahan Tema

Untuk kepentingan promosi dan pencitraan. Tema adalah hal penting yang harus ditetapkan terlebih dahulu. Dalam penetapan tema, seyogyanya dilakukan dengan teliti, cermat dan kreatif.

Saya biasanya menentukan tema dengan mempertimbangkan kalender. Kapan-kapan saja hari besar yang akan jatuh pada saat tema kegiatan dilaksanakan. Kalau tema yang akan ditentukan adalah tema tahunan, mungkin bisa dipertimbangkan kejadian-kejadian besar yang akan terjadi di tahun tersebut.

Untuk penentuan tema yang tidak mengacu kepada kejadian kalender, mungkin bisa dipertimbangan hal-hal umum yang mudah diterima khalayak ramai, terutama target pasar yang dituju.

Pastikan tema-tema yang diusung menyentuh dan bersinggungan atau senyawa dengan produk yang akan kita pasarkan. Contoh untuk makanan kebab akan cocok dengan suasana timur tengah. untuk jasa travel agent, mungkin lokasi-lokasi tujuan wisata akan lebih tepat.

Setelah acuan utama dari tema itu dipilih, pastikan objek pilihan tema bisa diterjemahkan kedalam berbagai bentuk tampilan. Misalnya dari sisi dekorasi, musik, makanan dan pakaian dll. Contohnya tema Pulau Bali, tema ini cukup kaya aplikasi. Dari musik, makanan, pakaian, dekorasi hingga tarian dan lain-lain.

Selanjutnya, pada tahap aplikasi tema, pastikan penerapannya sedetail mungkin. Bukan saja sekadar judul, tetapi semua bidang sedetail mungkin. Aplikasikan disemua lini semaksimal mungkin. Mulai dari kemasan, warna, tulisan, penempatan pemajangan, hiasan, seragam hingga semua atribut yang terlihat seharusnya tetap bernuansa tema pilihan tersebut.

Yang terakhir, saya ingin memastikan bahwa aplikasi tematis bisa diterapkan kepada hampir semua bisnis yang berpotensi dirasakan monoton, seperti pusat perbelanjaan, sekolah atau kursus, lokasi hiburan, bahkan pertemuan-pertemuan rutin seperti klub, atau arisan keluarga sekalipun.

Indikator sukses dari pengolahan tema adalah masuknya perasaan pelanggan dalam tema yang kita pilih. Bila mereka-mereka yang kita tuju benar-benar merasakan suasana yang benar-benar baru dari biasanya dan perasaan itu persis seperti suasana tema yang kita pilih. Selamat mencoba.

Konsultasi & Pelatihan; tj@cahyopramono.com







Previous
Next Post »