Sampling

Tulisan ini sudh diterbitkan di harian waspada medan, pada tanggal 14 desember 2009 di halaman bisnis dan teknologi.






SELAMAT pagi. Semoga penghujung tahun ini adalah waktu yang baik untuk bisnis anda. Dan setelah dikalkulasikan, semoga tahun ini adalah tahun emas bagi anda. Jikapun anda bisnis anda belum dalam tahapan itu, saya berharap akhir tahun ini adalah jarak terdekat anda menuju pintu sukses di tahun 2010.

Tulisan saya kali ini adalah sebuah ide promosi penjualan sederhana untuk peningkatan volume bisnis. Bukan hanya penambahan omzet, karena penambahan omzet bisa saja dilakukan dengan cara singkat yaitu menaikkan harga jual.

Saya melihat sebuah efektifitas gaya promosi penjualan untuk produk-produk tertentu yang berhubungan dengan cita-rasa. Dimana calon pembeli bisa mencicipi atau merasakan produk tersebut sebelum membelinya. Taktik ini saya sebut dengan sampling, memberikan contoh, sample atau cicipan.

Teknik ini terbukti sangat efektif bagi mereka-mereka yang awalnya belum pernah mengkonsumsi atau menggunakan produk sejenis atau bahkan bagi mereka-mereka yang selama ini menjadi konsumen perusahaan pesaing kita.

Teknik ini dilakukan dengan memberikan kesempatan bagi para calon pembeli untuk merasakannya terlebih dahulu, sehingga mereka ‘terpesona’ dan terpengaruh dengan cita rasanya lalu memutuskan untuk membeli. Teknik ini tidak terbatas kepada produk makanan dan minuman, tetapi bisa dilakukan untuk produk apapun yang keputusan pembeliannya berdasarkan cita rasa.

Contoh

Memberikan sampling untuk produk-produk makanan dan minuman yang dikemas, pasti sering anda temui di plaza-plaza atau pusat-pusat keramaian. Saya ingin memberikan contoh lain untuk produk-produk yang mungkin mirip dengan produk yang anda jual.

Seorang Made Sepel, pengelola sebuah komplek villa di Bali, secara rutin mengundang para pimpinan perusahaan di Jakarta dan kota besar lainnya untuk tinggal dengan gratis di villa-nya. Dia mentargetkan untuk mengundang para penggede itu sebanyak 20 orang setiap bulannya.

Made mendapatkan data para pengguna kartu kredit yang nilai transaksinya lebih dari 200 juta per bulanya. Dia pilih orang-orang yang diundangnya itu agar tepat dengan sasaran dan kelas produk yang dimilikinya.

Made rata-rata bisa mendatangkan antara 10 hingga 15 orang setiap bulannya. Mereka dipersilahkan untuk merasakan secara langsung suasana villa, makanan, pemandangan serta pelayanan yang ada. Dan biasanya dia langsung mendapatkan bisnis dari kesemua tamu-tamu yang ditraktirnya itu.

Para tamu yang diundang itu rata-rata mendapatkan pengalaman yang baik selama tinggal di villa si Made sehingga merencanakan kegiatan pelatihan untuk pegawainya di villa yang dikunjunginya tersebut. Bukan sekadar pelatihan, tetapi juga mereka mengirim rekan-rekan bisnisnya dan bahkan merekomendasikannya kepada orang-orang lain dalam dunia bisnisnya.

Made mengaku, cara seperti ini jauh lebih efektif daripada sekadar brosur dan iklan.

Adalah seorang Slamet Raharjo, pemborong properti yang banyak menangani proyek-proyek pembuatan dan renovasi hotel di Bali. Dia juga menerapkan metode sampling untuk bisnisnya. Dia mengundang para calon pembeli untuk melihat-lihat hasil pekerjaannya sehingga mereka langsung membuktikannya sendiri secara langsung.

Untuk proyek renovasi, Slamet sering kali membuat ‘kamar contoh’, sebuah kamar yang dibangun khusus sebagai contoh bagi kliennya, sehingga kliennya memiliki bayangan pasti akan hasil renovasinya sebelum proyek secara keseluruhan dilakukan.

Contoh lain adalah yang dilakukan oleh Ketut Dharma, bagian penjulan salah satu stasiun radio swasta di Sunari. Sebelum bertemu dengan calon pemasang iklan yang dituju, dia membuatkan contoh jingle—iklan radio—yang diperkirakan cocok untuk calon pembeli tersebut. Sehingga proses menerangkan produknya menjadi mudah. Calon pembeli dengan segera bisa merasakan dan mendengar serta memiliki bayangan tentang bentuk promosi radio yang dikehendakinya.

Konsep sampling ini sering dilakukan oleh produsen mobil pada saat mempromosikan produk barunya, mereka menyebutnya test-drive.

Di toko-toko buku, akan ada buku yang terbuka dari kemasan plastiknya, itu disengaja agar calon pembeli sempat melihat-lihat dan membaca sebagian dari buku tersebut.

Bentuk lain

Untuk sesuatu yang sulit diberikan contoh secara langsung, ada ide cerdas dari sebuah toko Kaus nyleneh di Bali yang menamakan dirinya Joger. Jika anda memasuki gerai Joger, dipintu masuknya, anda akan diharuskan untuk ditempeli stiker Joger di pakaian anda.

Orang-orang yang mendapatkan stiker itu berfikir bahwa itu sekadar tanda masuk saja, tetapi tanpa mereka sadari, mereka tidak serta merta melepaskan stiker itu setelah keluar dari Joger. Ini menjadi menarik karena kabanyakan yang datang membeli adalah para wisatawan yang sesudah berbelanja masih akan mengunjungi tempat-tempat wisata lain di Bali. Dan mereka tetap mengenakan stiker yang menempel di badannya. Dan pada saat itulah Joger mendapatkan keuntungan promosi dengan menggunakan badan para pengunjungnya untuk mempromosikan joger.

Anda bisa bayangkan, ratusan orang datang ke joger setiap harinya dan ratusan orang itu akan berkeliaran di Bali dengan membawa pesan tentang joger itu di badannya. Stiker itu menunjukkan kepada setiap orang bahwa seseorang sudah berkunjung ke Joger.

Para penyedia layanan pelatihan surving di Kuta, membayar para surver muda untuk bermain-main dipantai itu, lengkap dengan papan surving dan memainkannya sesekali. Aksi-aksi memikat mereka mengundang orang lain untuk mencoba, minimal bertanya. Dan mereka tahu kemana harus merekomendasikan anda untuk mengambil kursus singkat naik papan luncur itu.

Mengalami

Mempengaruhi orang hanya dengan selembar kertas brosur jelas sangat sulit. Menjual sesuatu dengan hanya mendengar penjelasan dari penjualnya juga sesuatu yang tidak mudah. Apalagi jika seseorang sudah merasakan nyaman dengan produk yang sudah dipakainya selama ini.

Diperlukan pengalaman langsung agar mereka merasakan perbedaannya. Merasakan kelebihan dan keunggulanya. Merasakan bagaimana lebih baik untuk mencoba atau beralih kepada produk yang baru.

Saya berharap tulisan kecil ini memberikan inspirasi untuk menambah jumlah pelanggan anda di tahun depan alih-alih menaikkan harga jual dengan jumlah pembeli yang tidak bertambah.



Konsultasi & Pelatihan; tj@cahyopramono.com






Bookmark and Share


Previous
Next Post »