Mau gulai lemak, tak mau kelapa pecah

tulisan ini sudah diterbitkan di harian waspada medan, tanggal 01 maret 2010.

SENDA gurau kami membuat semua orang terpingkal-pinkal ketika berkumpul beberapa pengamat politik lokal membincangkan para calon Walikota Medan yang sedang bertanding menduduki posisi no satu di Kota ini.

Kala itu sampai kepada pembicaraan tentang beberapa orang yang memaksakan diri untuk maju mencalonkan diri tapi pelit dalam anggaran biaya politik yang harus dikeluarkannya. Disitulah muncul kata-kata “Mau Gulai Lamak, Tak Mau Kelapa Pecah”. Sebuah ironi yang tajam dan menyakitkan bagi yang melakukannya.

Dalam keseharian kita meyakini pepatah No pain no gain atau orang jawa sering menyebutnya, jer basuki mowo beo. Bahwa semua ada biayanya, semua ada syaratnya, semua ada kondisi yang harus ditempuh (dikorbankan) demi tujuan atau cita-cita yang diharapkan.

Saya tidak hendak membahas perpolitikan yang sedang hangat terjadi di banyak kota kabupaten, tetapi saya juga sering menemukan pebisnis dengan fenomena yang sama. Maunya beruntung banyak tanpa bermodal, maunya cepat sukses tanpa melalui proses penguatan, maunya bermimpi terus dan tak bangun-bangun, karena bangun dan nyadar adalah hal yang menyakitkan.
Mimpi dan Nyata

Berkali-kali orang datang ke saya yang mengatahui bahwa saya memimpin sebuah forum UKM di Sumatera Utara ini. Mereka menceritakan mimpi mereka yang indah tetapi belum dipindahkan menjadi cita-cita. Mereka pikir saya memiliki mantra sakti yang bisa membuat sebuah bank mengucurkan kredit sebanyak yang mereka mau pada saat itu juga. Begitu saja. Ya begitu saja tanpa syarat apapun.

Berkali-kali orang datang ke saya menceritakan mimpi mereka tentang konsep bisnis yang luar biasa. Mereka menceritakannya dalam hitungan menit. Sesingkat pegalaman bisnis taipan properti Ciputra dalam sebuah wawancara cepat. Seperti kisah sukses Bill Gates yang ditulis dalam 5 paragraf. Mereka lupa bahwa sukses 2 orang itu dibangun bertahun-tahun dengan lusinan kegagalan dan hambatan. Mereka tidak sadar bahwa sukses, kaya dan pandai adalah hasil dari sebuah proses. Dan mereka bahkan belum memulainya sama sekali.

Berkali-kali orang datang mengkisahkan asyiknya menjadi pengusaha sukses. Enaknya memiliki banyak pabrik, enaknya wisata kemana-mana, enaknya bermobil mahal dan enaknya hidup merdeka dari tekanan ekonomi. Sementara hari ini mereka masih menjadi pelanggan tetap angkot Mr X jurusan Amplas.

Saya bukan anti mimpi. Saya sangat senang jika ada orang yang berani mimpi, tetapi mimpi yang berkepanjangan hanya menjadikan orang bertambah malas. Mimpi yang tidak segera dirubah menjadi cita-cita adalah langkah bodoh seperti menggali tanah untuk dijadikan kuburan sendiri.

Perubahan minpi menjadi cita-cita adalah langkah penghubung untuk mengupayakan mimpi itu menjadi kenyataan. Cita-cita adalah mimpi yang tersusun dengan strategis, terukur, terencana, dipecah dalam urutan-urutan dan tahapan-tahapan yang terjangkau dan realistik.
Proses

Berkali-kali saya menyampaikan bahwa dunia ini terjadi dalam sebuah proses. Tidak ada orang yang langsung mendadak kaya, sukses, besar dan pintar. Pasti bermula dari miskin, gagal, kecil dan bodoh.

Tinggal perjalanan proses itu yang berbeda-beda tergantung masing-masing. Ada yang cepat dan ada yang lambat. Ada yang cenderung mudah dan ada pula yang lebih bersusah payah. Tetapi jika sekali anda mencoba dan sukses, jangan lalu anda merasa sukses yang permanen, karena bisa jadi itu kemujuran sang pemula. Lanjutkan ke proses selanjutnya, nantikan kegagalan-kegagalan berikutnya.

Berbahagialah menyambut kegagalan atau kejatuhan, karena semua itu adalah makanan wajib untuk mereka-mereka yang ingin sukses. Semua proses sulit dan berat adalah indikasi kenaikan kelas. Gagal dan jatuh adalah hal yang biasa, tetapi bangun dan bangkit kembali adalah hal yang luar biasa.

Ingatlah, bahwa semua sakit yang tidak membunuh kita, justru akan memperkuat kita.

Jadi yang penting pada saat anda menginginkan sesuatu, segeralah lakukan prosesnya. Jangan tunda lagi. Dan sadari apa yang menjadi penghambat proses itu.

Sejauh pengamatan saya, pada para pemula, biasanya yang menjadi hambatan adalah mimpi bensar itu sendiri. Pemula merasakan jarak yang sangat jauh antara situasi nyata pada saat ini dan hasil mimpinya yang jauh, tinggi dan seperti tidak terjangkau diatas awan.

Abjad bermula dari “A”, baru “B”, “C” dan seterusnya. Tetapi semua ada awalnya. Boleh lah bermimpi tentang abjad “Z”, tetapi huruf “A” sebagai awalnya.
Ganteng, Kaya, Tajir, Terkenal

Jikalah anda seorang pria lajang yang muda, ganteng, kaya, tajir, tekenal, santun, cerdas dan bergaul pasti akan dengan mudah mendapatkan wanita cantik sesuai idamannya. Itu hal yang sangat-sangat biasa! Tidak ada istimewanya.

Bayangkan jika anda seorang pria yang tidak lagi muda, tidak cukup ganteng, miskin, kurang bergaul, sedikit tidak pintar dan bisa mendapatkan wanita cantik yang ideal. Inilah yang saya sebut sebagai luar biasa.

Jadi, untuk menjadi pengusaha sukses, pelajar yang pintar, jabatan publik yang terkenal dan apapun yang anda kehendaki dan anda tidak dalam kondisi sangat ideal untuk mendapatkan sukses itu, itu yang saya sebut sebagai luar biasa.

Berbisnis dengan modal yang berlebih itu hal yang biasa. Tetapi berbisnis dengan modal yang kurang atau pas-pasan, itu baru luar biasa.

Tentu saja keluarbiasaan itu terjadi karena upaya yang juga luar biasa. Keyakinan yang luar biasa serta kemampuan bertahan terhadap cobaan-cobaan yang menguatkan dirinya.

Tulisan ini saya anggap sudah menjawab pertanyaan sdr. Amir siregar di Tebing, sdr. Lukman di Medan, Sdr. Irwansyah di Unimed, Sdr. Basuki yang tidak menyebutkan alamatnya dan sdri. Indriana yang juga tidak menyebutkan alamatnya.

Kepada mereka yang saya sebutkan diatas, saya berharap agar saudara segera saja mengaktualisasikan mimpi-mimpi itu. Bergeraklah dengan potensi yang ada saat ini. Sebelum anda memiliki modal cukup untuk menjadi distributor utama, jadilah sub agen. Jika modal menjadi sub agen tidak juga cukup, jadilah pengecer dahulu. Selamat berjuang.


Konsultasi & Pelatihan; tj@cahyopramono.com
Previous
Next Post »