Spiritual Bisnis

tulisan ini sudah diterbitkan di harian waspada medan, pada tanggal 24 Mei 2010.pada halaman bisnis dan teknologi

UANG itu penting tetapi bukan segalanya. Dengan uang kita bisa membeli jam tetapi bukan waktu. Dengan uang kita bisa membeli buku bukan pengetahuan. Dengan uang kita bisa membeli darah, dokter dan obat tetapi bukan membeli nyawa. Dengan uang kita bisa membeli posisi tetapi bukan kehormatan. Dengan uang kita bisa mebeli rumah tetapi bukan kehidupan. Dengan uang kita bisa membeli tempat tidur tetapi bukan tidurnya itu sendiri. Dengan uang kita bisa membali sex tetapi bukan cinta.

Benar bahwa kemiskinan adalah kejahatan yang sebenar-benarnya. Benar bahwa kemiskinan adalah pintu terdekat dengan dosa. Benar bahwa kemiskinan dekat dengan penderitaan keduniaan. Jadi, sangat benar jika orang berusaha untuk menyelamatkan dirinya dari kemiskinan dengan jalan bisnis. Benar bahwa mendapatkan kekayaan adalah cita-cita yang terpuji dan perlu dukungan. Tetapi sangat benar bahwa uang tidak tidak selamanya membawa pemiliknya memasuki dunia kebahagiaan sejati.

Pembaca yang budiman, beberapa waktu terakhir ini saya bertemu dengan banyak pengusaha sukses yang gundah-gulana, mendapati hidupnya yang penuh rutinitas dan melelahkan tanpa isi/makna. Di kala lain, saya sering mengatakan bahwa bisnis adalah salah satu pintu terdekat untuk menggapai ridho Tuhan.

Bagi anda yang baru memulai bisnis, anggaplah ini ide-ide dari pengalaman beberapa pendahulu yang saya pikir cukup berharga untuk dipertimbangkan menjadi referensi.

Saya meyakini bahwa akhir perjalanan kita adalah sebuah kebahagiaan sejati. Akhir perjalanan kita adalah bersama sang Khalik yang suatu saat akan kita sapa dengan kata “kekasih”. Jadi sangat positif jika ujung jalan itu kita capai dengan proses yang benar dalam arah yang lurus. Demikian selayaknya kita memanfaatkan jalur bisnis untuk menjadi kendaraan mencapai tujuan itu.

Saya mendapati 3 tahap hubungan yang paling utama dalam mencapai spiritualitas bisnis. Yaitu kemampuan mengelola hubungan internal, interpersonal dan spiritual. Mari kita bahas satu-persatu.

Hubungan Internal

Ini menyangkut diri sendiri. Apapun yang terjadi diluar diri, tidaklah menjadi lebih begitu strategis dibandingkan dengan harmonisasi diri. Kualitas diri adalah pondasi pertama dari konstruksi ini.

Pembaca yang budiman, setelah saya amati, mengatur dan mengelola orang lain sangatlah gampang jika kita sanggup mengatur dan mengelola diri sendiri. Dan yakinlah semua kebahagiaan dan sukses ada bersemayam dalam diri kita. Tak usah dicari kemana-mana, tidak di gunung tinggi, tidak dilembah, tidak di air terjun yang tinggi, tidak juga di dasar lautan luas.

Untuk sukses lahir dan batin dalam berbisnis, saya mencatat 3 hal penting yang harus dikembangkan dalam hubungan internal ini, jauh hari sejak memulai bisnis apapun. Yang pertama adalah SABAR. Sukses dan kaya hanya dimiliki oleh orang-orang sabar. Yang sanggup menjaga diri untuk tidak berlebihan, untuk bersaja, untuk kuat menunggu momen dan tangguh menjalani semua proses pembelajaran dengan segala potensi-potensi kegagalan.

Hampir tidak ada pengusaha yang begitu mulai bisni langsung sukses dan selalu berjalan mulus. Semua dijalani dengan proses yang benar-benar menuntut kesabaran. Sabar yang unggul biasanya terjadi karena adanya kesadaran bahha Tuhan akan membantu orang-orang yang berjuang dengan sungguh-sungguh.

Yang kedua adalah BERSYUKUR. Membatasi diri untuk tidak berlebihan akan menjadikan rasa cukup. Rasa cukup yang benar akan mengundang rasa puas. Rasa puas yang benar akan mengajarkan rasa bahagia dan terimakasih. Yang pasti, janji Tuhan sangat jelas bahwa Ia akan menambahkan berkah bagi orang-orang yang tahu bersyukur.

Mati-matian mencari uang tanpa mempertimbangkan keseimbangan justru mengarahkan pelakunya menjadi budak. Bukan tuan yang bisa mengatur uang, tetapi orang yang diperbudak uang.

Yang ketiga adalah KESEDERHANAAN. Semua orang-orang pintar dari abad pertama adanya kehidupan di bumi ini selalu menciptakan yang komplikasi dan sulit menjadi sederhana dan mudah. Kesederhanaan menempatkan patron-patron yang pas dan tidak berlebihan.

Hidup bersahaja akan mengantarkan diri kepada kejayaan. Ingat sekadar gengsi, tiada akan membawa kebaikan. Gensi tidak akan mengantarkan anak-anak kita sekolah ke jenjang yang tinggi. Gensi tidak akan menjadikan kita kenyang.

Hubungan Interpersonal

Ada tiga pilar utama untuk sukses berhubungan dengan orang lain yang akan berbuah keindahan dan harmoni, yaitu; kasih sayang, memberi dan memaafkan.

Benar bahwa uang tiada kenal kawan atau saudara, kita harus benar-benar serius menanganinya. Tetapi rejeki jelas urusan Tuhan. Dan rejeki itu datang melalui orang-orang yang ada disekitar kita. Berhubungan dengan orang lain, pantasnya dilandasi oleh kesadaran penuh kasih sayang. Singkirkan rasa iri dengki dan curiga yang menyesatkan. Bahkan jika kita dirampok atau tertipu sekalipun, hilangkan rasa khawatir itu. Karena Tuhan pasti sedang berbicara dengan bahasanya dan pasti Dia akan menolong kita selanjutnya.

Kasih sayang intinya hanya memberi dan memaafkan. Mulailah dengan memberi, karena dengan memberi, kita akan berpotensi menerima. Mulailah dengan melayani, karena sesudahnya kita akan dilayani.

Orang-orang jahat yang mengganggu bisnis kita bukanlah datang begitu saja. Mereka telah diatur oleh Tuhan untuk memperkuat kita. Ada rahasi yang kadang kita tidak paham, bahwa Tuhan menghendaki kita untuk naik kelas ketingkatan spiritual yang lebih tinggi.

Hubungan Spiritual

Nah, semua tahapan diatas adalah sebuah rangkaian pondasi dan tubuh sebuah bangunan diri untuk mencapai tingkat ketuhanan. Dalam tahapan ini saya meyakini hanya ada satu kata kunci, yaitu MENYERAH.

Menyerah bukanlah kalah. Menyerah adalah laku sengaja dengan kesadaran tinggi untuk percaya. Ya, percaya bahwa Tuhan tidak pernah tidur dan tidak pernah ingkar janji, sejauh kita masih berpegangan dan tetap digandengNya.

Mungkin perjalanan hidup kita akan melewati jurang terjal, badai yang menghancurkan, atau kering yang menyengsarakan, tetaplah percaya dan serahkan saja tangan kita untuk tetap dalam gandenganNya. Pasti kebahagiaan sejati akan mejadi milik kita.

Konsultasi & Pelatihan; tj@cahyopramono.com





Previous
Next Post »

2 comments

Write comments
deva
AUTHOR
December 16, 2011 at 1:10 PM delete

luar biasa...benar benar suatu motivator..

Reply
avatar
deva
AUTHOR
December 16, 2011 at 1:11 PM delete

motivator yang luar biasa...

Reply
avatar