RADIUS 3 KM

tulisan ini sudah diterbitkan di harian waspada medan, tanggal 20 Juni 2011. anda boleh mengcopy-nya tapi tolong sebutkan sumbernya, dengan jelas ditulis di awal atau akhir tulisan, bukan disisipan di tengah.

            SELALU melihat ke langit, bisa membuat kita tersandung. Mungkin begitu jika kita selalu memperhatikan hal-hal yang jauh dan luas tanpa menyadari keadaan sekeliling kita.

            Demikian juga dengan pemasaran bisnis kita. Untuk produk-produk yang dibutuhkan banyak orang dalam frekuensi yang sering. Mungkin perlu ada semacam kesadaran pemasaran di lingkungan kita berada.

            Yang saya maksud adalah bahwa warga masyarakat disekililing kita sebenarnya adalah pasar yang potensial untuk kita jadikan sasaran. Kadangkala, atas nama keinginan bisnis yang besar, kita lupa bahwa kita sudah tidak memperhatikan sasaran yang lebih dekat dan terjangkau di tangan kita.

            Mereka-mereka yang tinggal di sekitar lokasi bisnis kita adalah calon pembeli, calon pelanggan. Dengan melakukan pemasaran ke masyarakat sekitar, kita akan mendapatkan banyak hal positif. Yang pertama; anggaran pemasaran pasti jauh lebih hemat. Tidak perlu distribusi yang memakan biaya karena jauh. Kita tidak perlu menciptakan “pengganti” diri untuk menjadi dekat dengan mereka yang jauh.

Yang kedua; strategi komunikasi pemasarannya bisa disederhanakan dan disesuaikan dengan keadaan sekitar kita dengan tepat. Karena itu lingkungan kita, jelas kita bisa dengan mudah mempelajari dan mengamati kebiasaan-kebiasaan yang mereka lakukan.

Yang ketiga; pengeluaran pemasaran akan lebih sesuai dengan hasil yang kita harapkan.



Radius 3 KM.

            Jika anda memiliki peta kota atau daerah tempat gerai anda berdiri, buatlah titik dengan jarak 3 KM dari posisi usaha anda itu. Lalu buat lingkaran megitari lokasi anda dari titik 3 KM itu. Dan itulah sebenarnya daerah 3 KM yang penting untuk anda jadikan sasaran.

            Perbesarlah tampilan peta tersebut, sehingga anda bisa melihatnya dengan lebih detail semua bagian dalam lingkaran anda. Dari posisi tersebut anda bisa melihat potensi-potensi apa saja yang ada. Mulai dari jumlah rumah, kondisi perumahan, jumlah pertokoan, jumlah perkantoran dan semua potensi lainnya.

            Selanjutnya pelajari, apakah mereka yang ada di dalam lingkaran itu sudah menjadi pelanggan anda. Kategorikan mereka kedalam 3 bagian utama. Yang pertama; mereka yang sudah anda hubungi dan sudah menjadi pelanggan anda. Yang kedua; mereka yang sudah anda hubungi tetapi belum menjadi pelanggan anda dan yang ketiga adalah mereka yang belum anda hubungi dan belum menjadi pelanggan anda. Buat daftarnya..!

            Daftar itulah yang bisa dijadikan acuan kerja pemasaran anda.

            Jangan salah sangka! Banyak dari kita merasa bahwa pasti tetangga kita di radius itu sudah menjadi pelanggan kita, padahal bisa jadi mereka tidak pernah tahu tentang bisnis kita. Manusia hari ini sangat penuh dengan pesan-pesan di dalam pikirannya. Bahkan cenderung berlebihan sehingga mereka tidak lagi mau menerima pesan-pesan baru.

            Seperti sering saya ingatkan, banyak dari kita sudah tidak lagi mau atau memiliki kesempatan untuk membaca poster dan spanduk-spanduk di pinggir jalan. Kita sudah tidak lagi tertarik dengan iklan. Kita bahkan tidak pernah membaca tulisan dikemasan makanan yang kita pegang. Kita tidak lagi pernah membaca tulisan yang ada di bungkus rokok yang tiap hari kita pegang. Media komunikasi sangat banyak, dari koran, tv, radio, internet dan promosi luar ruangan. Untuk membaca semua pesan dari koran terbitan jakarta yang bisa sampai 30-an halaman, dengan cara baca cepat, kita membutuhkan sedikitnya 32 jam –bahkan hari kita pun tak cukup untuk itu--.

            Bahkan kita tidak pernah lagi membaca semua tulisan dalam brosur-brosur promosi yang pernah kita terima. Apalagi menyimpanya.

            Begitu juga dengan tetangga kita yang juga sibuk dan penuh kegiatan. Artinya, walaupun sudah lama bisnis anda, jangan merasa bahwa mereka yang menjadi tetangga anda paham dan tahu bisnis anda. Karena selain kesibukan mereka, bisa jadi para tetangga itu sebenarnya orang-orang yang silih berganti tinggal dan pergi. Artinya; segeralah buat daftarnya, dan segera lakukan sesuatu untuk menjadikan mereka pelanggan anda.



Klik

            Data yang anda dapat dari peta itu adalah awal yang baik untuk bisa mendapatkan data tamahan berupa jumlah penduduk, bentuk rupa profesi atau bisnis mereka, jumlah pesaing, kondisi pesaing dan binis lain yang bisa kerjasama dengan anda dan bukan pesaing.

            Setelah itu siapkan strategi dengan tahapan perkenalan, mengundang, mencoba, kolaborasi dan jualan. Tahapan perkenalan adalah tahapan yang perlu sekali dilakukan. Tentu saja terasa sedikit aneh kalau kita berkenalan lagi kepada tetangga yang sudah sekian waktu berdekatan tapi tidak kenal. Untuk tahap ini, cobalah buat re-louncing –peluncuran ulang--. Buatlah sesuatu sebagai alasan untuk memperkenalkan lagi produk atau outlet anda. Bisa saja anda membuat paket khusus untuk tetangga dekat dengan judul yang sama. Lalu mungkin dengan pemberian diskon dan hadiah-hadiah tertentu.

            Komunikasikan dengan para tetangga itu dengan media promosi yang sederhana dan tepat. Kunjungi mereka bersama tim anda. Mungkin dengan membagikan brosur dan diikuti dengan presentasi penjualan. Undang mereka untuk hadir dan melihat bisnis anda. Jika produk anda memungkinkan untuk diberikan sebagai contoh, mungkin anda bisa membagikannya kepada mereka dengan gratis untuk menarik perhatian mereka.

            Untuk mereka mungkin anda bisa memberikan layanan pesan antar. Toh jaraknya tidak jauh, bisa cepat sampai dan relatif mudah.

            Untuk mereka yang sama-sama berbisnis tetapi bukan pesaing, selain secara pribadi mereka bisa menjadi pelanggan anda, secara lembaga mereka juga bisa dijadikan partner. Bisa saling numpang brosur, brosur anda ada di tokonya dan brosurnya ada di toko anda. Ini penting, karena mereka juga memiliki pelanggan yang bisa jadi belum pernah menjadi pelanggan anda.

            Jika hubungan semakin bagus, anda bisa saling memancing pelanggan dengan memberikan hadiah atau diskon kepada pelanggan mereka. Misalnya, pelanggan toko roti tetangga anda yang berbelanja lebih dari 200 ribu akan mendapat kupon diskon 35% untuk berbelanja di tempat anda.

            Selamat mencoba.

Konsultasi & Pelatihan; tj@cahyopramono.com




Previous
Next Post »