3 X Puasa, 3 X Lebaran (usia usaha melewati ujian pertama)

tulisan ini sudah diterbitkan di harian medan bisnis medan, pada hari senin 2 juni 2014.

BANG Toyib jelas sudah sukses pergi dari anak-istrinya. Durasi kepergiannya membakukan kesimpulan bahwa Bang Toyib benar-benar pasti meninggalkan tanggungjawabnya.

Durasi (waktu) yang sama juga bisa dijadikan salah satu acuan untuk menilai kemapanan sebuah bisnis.  3 tahun adalah waktu yang sangat strategis untuk menilai apakah sebuah bisnis bias bertahan langgeng. 

3 tahun awal adalah waktu yang cukup padat dalam pembentukan pola dasar bisnis yang kompleks. Dalam masa itulah, ibarat bayi mulai bisa merangkak, berdiri dan berjalan tertatih-tatih. Pada tahap itu bisa saja terjadi keajaiban yang disebut dengan “beginner luck” (nasib baik bagi pemula). Keajaiban itu bisa terjadi ketika memulai usaha dengan moment yang tepat. Proses mudah, bisnis mudah di dapat dan memberikan keuntungan yang baik.

Atau selama masa awal tersebut, sangat mungkin bisnis terseok dan memerlukan banyak dukungan dan suntikan vitamin. Lalu kemampuan bertahan atas segala godaan dan ujian selama 3 tahun membuktikan bahwa kinerja manajemen sanggup untuk menghadapi ujian pada jangka yang lebih panjang.

Tahun pertama

               Semua hal terlihat baru bagi pebisnis. Semua teori dan keyakinan yang dianut pebisnis dihadapkan dengan realita-realita yang bisa jadi tidak terbayangkan sebelumnya.

               Terlepas dari peluang Beginer Luck, pada tahap ini semua masih meraba. Persis seperti harus menancapkan sebuah paku dalam kegelapan, mungkin pukulan yang ke 1001 baru bisa tepat sasaran. Pada tahap ini segala-sesuatu dilakukan hanya dengan referensi dari pihak luar, karena data dari internal belum pernah ada sebelumnya.
bang toyib...?

               Perencanaan keuangan, perencanaan stok, perencanaan jam kerja operasional, hingga perencanaan pemasaran masih merupakan porses uji.

               Beruntungnya tahap ini adalah karena pelaku bisnis umumnya sedang dalam situasi psikologis yang penuh semangat. Di tahap inilah bisa terbukti bahwa kekuatan pikiran sangat berperan. Bisa saja ketidakmungkinan yang logis justru akan terjadi karena semangat yang positif dari pelaku bisnis ini.

Tahun kedua

               Inilah waktu yang paling krusial untuk melanjutkan atau menutup sebuah bisnis. Kinerja selama 1 tahun awal bisa dianggap positif atau negatif oleh si pelaku bisnis. Tergantung keyakinan si pelaku bisnis, apakah akan dilanjutkan atau harus di tutup. Disinilah jiwa kewirausahaan terasah dengan baik. Apakah seseorang mudah patah semangat atau terus pantang mundur.

Secara operasional, pada dasarnya tahun kedua adalah proses pengulangan atas kejadian tahun pertama. Sudah mulai ada acuan untuk membuat standard dan prosedur. Pola manajemen keuangan sudah mulai bisa ditata rapih dan terseruktur. Pegawai dan sumberdaya lain sudah mulai terpola jelas.

Bisa jadi efek atau hasil promosi pada tahun pertama dapat dipanen pada tahun kedua ini.

Tahun ketiga

               Setidaknya sudah 2 kali proses pengulangan dilakukan. Di tahap ini, pelaku bisnis sudah bisa menyimpulkan secara garis besar tentang apa yang akan terjadi dalam masa depan berdasar data 2 tahun sebelumnya.

               Produk mulai lebih luas dikenal pasar. Operasional kian lancar, sumber daya lain sudah makin matang dan yang paling penting adalah bahwa     Pihak luar akan lebih yakin dan percaya. Kalangan Perbankan dan pemasok juga akan lebih percaya dalam pemberian kredit.  Pada tahap ini bisnis anda sudah memiliki nilai tawar.

              

                                                                                                         Konsultasi; tj@cahyopramono.com

              
Previous
Next Post »