Kalau Cinta Sudah Melekat, .... kucing terasa coklat. (bisnis dari hobby)

tulisan ini sudah diterbitkan di harian medan bisnis, tanggal 9 juni 2014
 

ADALAH Maulana Tarigan, anak SMP yang berhemat setengah mati tidak jajan demi bisa mengumpulkan dana untuk membeli kamera foto professional. Dunia fotografi membuatnya mabuk kepayang. Puasa jajan 7 bulan ditambah beberapa honor membantu seniornya jadi tukang angkat
lampu di beberapa acara kawinan, akhirnya mengujudkan impiannya.

               Adalah Bang Ali, berulang kali jatuh bangun dilumpur dan terperosok di jurang bahkan berkali-kali terjebak ditengah hutan tidak membuatnya jera. Semakin hari justru kegilaan atas olah raga keras menggunakan sepeda motor trail menerobos belantara Sumatera semakin bertambah saja. Bermula dari sepeda motor trail yang berharga belasan juta hingga ratusan juta ia miliki. Ia berburu peralatan untuk hobbynya tidak saja di dalam negeri tapi jauh sampai ke ujung Asia.

               Kegilaan serupa dialami oleh semua dari kita. Kegilaan jatuh cinta terhadap sesuatu atau seseorang menjadikan kita memiliki energi yang luar biasa besar. Ada kecenderungan yang tiada berbatas, karena ada enzim kesenangan yang mendominasi pikiran dan perasaan.

               Semua dari kita memiliki energy itu. Bayangkan jika energy jatuh cinta itu digunakan untuk memulai dan menjalankan bisnis.

Bisnis Hobby

               Banyak yang menyarankan agar kita memilih bisnis dari hobby kita. Alasannya sederhana, karena energy jatuh cinta seperti terhadap hobby cenderung terasa menyenangkan, memberikan pesona ketertarikan dan power yang besar.

               Realita memulai bisnis tidak selamanya indah. Ketika rasa yang dianut oleh pemula bisnis ini tidak berdasar cinta, maka realita-realita itu akan terasa menyakitkan. Sebutlah betapa sulitnya mencari modal. Tidak mudah mendapat pinjaman. Betapa sulit memproduksi dan memasarkannya. Terkadang pelanggan mengeluh hingga marah besar. Kadang produksi gagal, kadang ada cacat disana sini. Dan kompetisi yang menyengit dan kasar. Belum lagi berhadapan dengan peraturan pemerintah yang lebih berpihak kepada pemodal besar. Apes deh..!

               Berbisnis hobby akan terasa nikmat dan menyenangkan bahkan ketika segala-sesuatunya tidak berjalan sesuai harapan. Realita bisnis umumnya tidak memberikan hasil keuntungan yang amat besar dan bahkan biasanya jauh dibawah nilai bunga bank. Artinya jika tanpa rasa yang khusus, seseorang akan lebih memilih berharap bunga tabungan daripada berepot-repot bisnis. Bagaimana ribet mengurus pegawai yang umumnya hanya ingin gaji dan fasilitas lengkap sementara mereka tidak perduli dengan untung-ruginya perusahaan, bahkan waktu kerja mereka pun sangat terbatas, lewat sedikit saja minta lembur. Belum lagi ancaman demo jika tuntutan mereka tidak dipenuhi. Pusing deh..!

Keterlibatan batin

               Bisnis bukanlah sekadar modal, produk dan pasar.  Bisnis sejatinya adalah perihal karakter. Bisnis adalah gaya hidup dan jalan hidup. Artinya, keterlibatan batin menjadi sangat penting. Bisnis apapun yang tidak diikuti oleh batin pelakunya, akan terasa hambar dan pada akhirnya tidak bernyawa.

               Jika anda belum jatuh cinta terhadap bisnis anda, cobalah untuk menerimanya dengan senang hati. Nikmatilah.  Mengelola bisnis yang baik tidak saja hadir secara fisik, tapi ada totalitas batin yang benar hadir.  Keperdulian yang tiada putus dan rasa terpesona yang tiada luntur. Totalitas itulah yang akan menjadikan diri pengusaha akan tahan terhadap semua kesulitan. Ada janji diri untuk sukses dan impian indah dalam menghibur diri atas kesulitan yang dihadapinya.

Batin yang indah adalah batin yang jatuh cinta dan penuh energy dan kerelaan berkorban. Sampai orang bilang, “Kalau cinta sudah melekat, ... kucing serasa coklat”.


Previous
Next Post »