Anda Naik Apa? (Merek terkenal)


PERHATIAN
Silahkan mengcopy dan mengedarkan tulisan ini, tetapi harus dengan menyebutkan sunbernya dan bukan hanya mengedit dan menyisipkan kata-kata "menurut cahyo pramono" saja. karena dalam hal ini saya bukan nara sumber tulisan anda, sayalah yang menuliskan artikel ini dan anda mengcopynya apa adanya

                TANYALAH kepada banyak orang, “merek mobil apa yang paling bagus dan aman?” Dengan segera Jawaban mereka berkisar pada merek Mercy, Audy, Volvo dan Ferary. Bahkan bisa sekali terjadi perdebatan antar mereka yang saling membandingkan diantara merek-merek tersebut.

                Lalu cobalah tanyakan kepada mereka, saat ini anda naik mobil apa? Mereka akan menyebutkan merek yang lebih rendah tingkatnya dibandingkan merek mobil yang mereka sebut diawal pertanyaan tadi. Bahkan diantara mereka ada yang tidak memiliki mobil.

                Pertanyaan ini tidak bermaksud mengejek dan meredahkan mereka, tetapi jawaban atas pertanyaan tersebut adalah bukti atas terjadinya “proses hipnotis” tentang merek-merek yang sukses diatas. Jikapun saat ini para penjawab belum memiliki mobil dengan merek idamannya, jelas sekali dalam hati dan pikirannya, jika mereka ada rejeki, mereka pasti akan membeli mobil bermerek impian tersebut.

Diingat

                Sebutlah ketika anda ingin membeli air minum kemasan, biasanya anda akan menyebut merek Aqua. Jika anda diberikan Ades atau Indones, anda tetap saja akan menerimanya. Sama ketika anda ingin membeli ditergen bubuk untuk mencuci pakaian, anda akan meminta Rinso kepada penjualnya.  Dibanyak daerah, masyarakat menyebutkan sepeda motor dengan sebutan Honda.  Lucu sekali ketika seseorang bertanya, “Naik honda apa?” jawabnya, “saya naik Honda Yamaha”

                Contoh produk lokal adalah ketika anda singgah ke Kota Pematang Siantar dan ingin membeli oleh-oleh, anda akan teringat “Roti Ganda”. Ketika anda ingin membawa oleh-oleh berupa makanan dari medan, anda akan terfikir Bika Ambon dan mereknya adalah “Zulaika”.

                Untuk bisa diingat oleh publik seperti merek-merek tadi, syarat utamanya adalah, menjadi yang pertama. Karena kita tidak terbiasa untuk mengingat yang ke-2 dan seterusnya. Coba anda jawab pertanyaan ini, “Siapa yang pertama kali menemukan benua Amerika?” pasti anda segera bisa menjawabnya. Lalu, “Siapa orang kedua yang menemukannya?”. Pertanyaan lain adalah, puncak tertinggi di dunia apa namanya? Lalu yang tertinggi kedua?. Tambah satu pertanyaan lagi, siapa yang pertama kali berjalan di bulan? Dan siapa yang berikutnya?

                Jawaban atas ketiga pertanyaan diatas adalah bukti bahwa manusia pada umumya hanya memperhatikan yang pertama, bukan yang kedua. Sekadar intermezzo, makanya banyak istri kedua yang sibuk mencari pengakuan, karena orang tidak mengingatnya.

Utama di kelasnya

                Merek Mobil kijang tidak pas jika dibandingkan dengan merek Mercedes bens. Mereka menyadari itu, maka mereka tidak akan melawan merek Mercy. Tetapi, ketika kita tidak sanggup melawan pemimpin pasar, kita harus unggul dikelas kita.

                Dalam hal ini, Toyota Kijang berusaha untuk selalu lebih unggul dari pesaingnya. Mereka terus berinovasi hingga mereka sekarang sanggup mengalahkan merek-merek lain yang juga menggunakan nama binatang.

                Konon kini mereka tidak lagi mau disebut kijang, mereka menyebutnya Innova.

Promosi

                Inilah cara mengantarkan merek kepada benak orang. Harus dikomunikasikan kepada publik dengan cara dan media yang benar. Manfaatkan media-media yang bisa menjangkau pasar anda. Ingat, yang anda perlu adalah bagaimana memasuki alam pikiran yang terdalam mereka. Pelajarilah dengan seksama dan dapatkan perhatiannya.

Saya meyakini bahwa mutiara dalam lumpur adalah lumpur, ketika seseorang tidak tahu bahwa didalamnya ada mutiaranya. Berpormosilah dengan aktif, jemput rejeki dari langit!

                Harap juga disadari bahwa promosi hanyalah laksana kabut menyelimuti alam pikiran masyarakat, tidak otomatis mereka akan segera membelinya. Ingat pertanyaan, “Anda Naik apa?” 

 

 

Previous
Next Post »