15 tahun jualan, 1 istri, 3 anak, 1 kuliah, 1 sma kelas 3, 1 sd kelas 3

"Nama popular atau nama Asli Be?" begitu pria riang ini menjawab pertanyaanku, ketika kutanya siapa nama dia.
Bertahun aku senang membeli Koran yang tidak berlangganan kepadanya, dia penjual Koran yang paling ramah sepanjang jalan Gajah Mada Medan.
sudah ku samperin semua pedagang di jalan ini, yang lain jutek dan bahkan males untuk menyapa pembeli.

"Nama asli-nya Suardi, nama panggilan bang Adek" aku nya.

Bang adek selalu terlihat riang dan ramah sepanjang hari. gak perduli di pagi hari maupun di malam hari.
sapaan paginya terasa sebagai genderang penyemangat memulai hari. masih lebih sedap terasa dibanding satpam komplek yang merengut atau bahkan tak sempat berdiri karena terlanjur lengket kena getah kursinya.

Ternyata bang adek sudah ada di kedai itu "Baru" 15 tahun. Waktu yang panjang demi membiayai keluarganya. anaknya 3 orang. yang paling besar sedang kuliah, yang nomor 2 sudah kelas 3 sma dan yang paling kecil kelas 3 SD. "yang kecil ini rejeki nongol belakangan Be" katanya sambil tertawa renyah.

 Dia menyapa siapapun yang laki-laki dengan sebutan Be, singakatan dari Babe, dan driverku senang sekali dengan panggilan itu.

Selamat pagi bang adek, selamat berjuang dan sejenak tak perlu perdulikan kebodohan dan kepintaran para pengurus partai serta lucunya anggota DPRRI. ketika kita berdikari dan tidak membebani Negara untuk mengurus kita, itu adalah aksi heroisme seorang pahlawan. walaupun ketika Negara sedang keteter ngurus orang-orang pintar di atas sana.

 
Previous
Next Post »