Batu Cincin dan Inul Daratista (Produk Musiman)


 
Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 26 Januari 2015, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya

HARI baik? Itu pertanyaan banyak orang ketika mencari peruntungan. Lalu yang ditanya akan membuka kamus kehidupan dalam bentuk buku primbon atau Kitab Ramalan. Ada yang mengunakan dasar arah angin, dasar anasir bumi, dasar kalkulasi angka, dasar garis tangan, dasar model wajah, kartu tarot, media sampah teh, jeroan ayam sesajen hingga posisi bintang dan bumi.
Seorang sahabat menyadarkan saya, bahwa semua kamus itu sejatinya adalah produk yang dihasilkan dari sebuah proses pengamatan bertahun-tahun. Sebutlah garis tangan, ilmu ini tidak datang begitu saja, tetapi melalui sebuah pengamatan bertahhun-tahun dan berbagai case-sample. Sebutlah garis yang membelah tengah telapak tangan bisa diartikan sesuatu, sebenarnya itu karena faktor statistik. Sebutlah dari 100 orang yang bergaris tengah tersebut berkarakter tertentu, lalu akhirnya dapat disimpulkan bahwa garis tengah tersebut bermakna tertentu.
Saya tidak ingin membawa anda kepada pembahasan klenik ini, tetapi saya ingin menegaskan bahwa trend/mode itu akan selalu berulang. Artinya yang terjadi saat ini sebenarnya sudah pernah terjadi pada masa lalu.

MUSIMAN
                Mode/gaya/trend yang berulang itu memiliki karakter yang sama. Trend itu akan datang, menguat, popular dan kemudian hilang. Cepat atau lambatnya usia trend tersebut tergantung proses kemunculannya. Jika muncul dengan cepat, biasanya akan lenyap dengan cepat. Usia trend tersebut juga menyangkut kualitas, kedalaman dan mutu trend itu sendiri. Untuk produk-produk yang masal, relatif murah dan tidak sangat mendalam, biasanya akan segera punah.
                Masih segar dalam ingatan kita trend ikan lohan. Semua rumah punya aquarium berisi adalah ikan lohan. Dari awalnya berharga jutaan hingga ketika populasi ikan ini sangat banyak, harganya jatuh nyaris gratis.
Sebutlah kini kegilaan tentang batu mulia sedang jadi topik, semua orang terutama yang laki-laki sedang terpesona oleh batu-catu cincin yang diasah indah. Batu-batu yang tadinya hanya bernilai belasan ribu rupiah, kini bisa melonjak hingga jutaan rupiah.
Laki-laki kini saling pamer cincin batu-nya. Dengan bangga mereka mulai menyebutkan asal batu dan harganya. Bahkan sudah mulai banyak alhi yang mendadak muncul yang mampu menjelaskan karakteristik batu, pola, warna, asal dan bahkan fungsi-fungsi magis dari batu-batu trsebut.
Tentu saja semua yang musiman akan ada ukuran waktunya. Seperti dulu ramai orang naik sepeda. Semua orang beli sepeda. Kini tinggal beberapa saja yang masih tersisa.

CEPAT  
Namanya juga musiman, artinya; ada masa keemasan dan kemudian layu dan gugur. Semuanya berhubunngan dengan waktu. Untuk itu, strategi pemasaran produk musiman harus menggunakan ‘sistem gas’. Jika perlu buka jualan 24 jam sehari. Karena sebentar lagi pasti akan hilang popularitasnya. Promosikan ke semua potensi yang ada secepatnya. Kunci utamanya satu kata; ‘cepat’, hanya itu.
Sekadar referensi adalah artis dangdut Inul daratista. Lihatlah usia populernya sangat sebentar.  Tidak bertahan bertahun-tahun. Hanya sekejap. Inul dan manajernya paham, bahwa karakter lagu yang dibawakannya sangat popular, liriknya tidak mendalam dan bukan karya masterpiece; sangat musiman. Karena pemahaman itu, mereka menggenjot habis semua potensi bisnis selama memungkinkan. Inul bisa melakukan perjalanan show hingga sehari sebanyak 3 kali di 3 kota yang berbeda. Tiada hari libur.
Ketika popularitasnya sudah pudar, inul sudah punya investasi dalam bentuk lain yang tidak harus berharap popularitasnya berada di posisi puncak.

                                                                                                   Konsultasi & Pelatihan; tj@cahyopramono.com
Previous
Next Post »