“Bukan Jaman Serba Ada dan Serba Bisa” (positioning produk-bisnis spesialis)


Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 8 September 2014, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya

      Kini, dokter umum sepertinya sudah mulai kalah pamor dibanding dokter spesialis. Walau ongkosnya lebih mahal tetapi untuk urusan spesialisasi penyakitnya, tingkat kepercayaan pasien terhadap dokter spesialis jauh lebih tinggi dibanding kepada dokter umum. Tentu saja persepsi ini tidak serta merta menyebutkan bahwa dokter umum tidak berkualitas, tetapi publik berasumsi bahwa yang namanya spesialis, tentu lebih menguasai permasalahan yang dispesialkan itu.
            Realita ini adalah indikasi bahwa masyarakat sudah mempercayai konsep bisnis yang spesialis.   Lihatlah sekarang sudah semakin banyak toko khusus, serti toko khusus menjual Madu, toko khsusus menjual Parfum, toko khusus menjual Alat Selam, toko khusus menjual alat memancing dan bahkan ada toko khusus menjual produk-produk berwarna pink saja.
                 Dewasa ini, serba ada dan serba bisa dianggap sebagai kemustahilan. Semua mau spesialis. Karenanya, jangan heran kebanyakan produk jamu dan herbal kurang begitu laris, karena mereka memposisikan dirinya sebagai obat dari segala penyakit yang membuat orang berfikir, “Bagaimana mungkin?”

Mencitrakan spesialis
                           Bagi anda yang ingin berbisnis dengan pola produk khusus ini, berikut saya tuliskan beberapa konsep penempatan pencitraan yang idealnya dilakukan;
                Pertama, yakinkan anda adalah dokter ahli sebelum membedah pasien. Artinya, membangun keyakinan pasar adalah kunci awal. Untuk meyakinkan mereka, pastikan anda memilih produk yang secara khusus anda kuasailah. Jadikan anda sebagai master atas produk tersebut. Master yang anda perkenalkan bisa saja anda sendiri atau orang lain yang anda jadikan tokoh yang mewakili produk anda. Jangan mengaku sebagai insinyur teknik sipil jika anda berbisnis makanan. Jangan mengaku sebagai ahli pajak jika anda berjualan peralatan berkemah.
               Kedua, pastikan jenis produk anda terbatas dalam satu kelompok produk saja. Misanya anda boleh menjual lebih dari 100 jenis madu tetapi munculkan kesan bahwa toko anda hanya menjual madu. Fokus kepada produk yang sedikit, membuat anda lebih mudah dikenal dan dipahami. Semakin unik produk-bisnis yang anda perkenalkan, semakin mudah produk-bisnis anda dikenal.
               Ketiga, karena produk anda adalah produk spesialis, maka orang akan datang ketempat anda atau berhubungan dengan anda dengan maksud yang sudah pasti. Anda terhindar dari para pendatang yang sekedar melihat-lihat saja. Konsekuensi logisnya adalah bahwa produk/bisnis anda harus memberikan solusi diatas rata-rata, baik dari sisi fungsi, spesifikasi hingga kualitasnya.
           Keempat, ingat ketika anda memperkenalkan produk-bisnis spesialis, pastikan anda tidak terlalu berlebihan dalam memperkenalkan diri. Pastikan anda memiliki kemampuan untuk menjawab permintaan dan harapan pasar. Ketika anda banyak berjanji, anda wajib memberi lebih banyak bukti. Promosikan secara proporsional dan bertanggungjawab.
             Kelima, melayani pelanggan dalam konsep bisnis ini lebih baik jika dilakukan secara personal satu persatu. Kebutuhan mereka sangat spesifik dan tidak seperti toserba yang lebih baik dibiarkan swalayan.
                 Keenam, spesialis identik dengan harga mahal. Jadi jangan segan-segan jual produk-bisnis anda dengan harga yang relatif diatas rata-rata. Jika anda menjual dengan harga murah dan obral, pasar anda justru akan mencurigai anda.
                Yang terakhir,  produk-bisnis spesialis selalu berorientasi kepada mutu dan kualitas yang diatas rata-rata. Artinya, pola jaminan layanan dan garansi adalah hal yang wajib diberikan.  Para tokoh Mafioso memiliki Hukum dasar dalam hal ini; “Anda boleh merampok orang kaya, tapi jangan pernah membuatnya merasa tersinggung/kecewa”.
               
Konsultasi & Peletihan; tj@cahyopramono.com
Previous
Next Post »