“Cup, itu punyaku” (Memproteksi Merek)


Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 18 Agustus 2014, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya

ADALAH Bang Bahar—demikian saya panggil dia—yang pada tahun 1992 terpaksa harus dikalahkan oleh hukum dan membayar uang sebesar 250 juta gara-gara merek. Padahal dia tidak bersalah.
Bang bahar adalah pengusaha garmen yang sudah sangat lama bergelut dibidangnya. Untuk ukuran kota Medan, Bang Bahar adalah pionir usaha pakaian jeans dengan Merek (sebutlah LO). Merek jeans ini sangat terkenal pada waktu itu. Sebegitu terkenalnya, sehingga ada pesaing jahat yang berniat mencurinya.
Ternyata, pada saat itu, merek jeans tersebut belum di patenkan dan belum didaftarkan sebagai merek dagang yang formal kepada pemerintah. Kesempatan inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh pesaing berhati jahat itu dengan mendaftarkan kepada pemerintah seolah-olah merek tersebut adalah milik si pesaing jahat ini. Mekanisme dan prosedur hukum waktu itu memungkinkan bagi siapapun yang mendaftarkan tanpa verifikasi yang jelas dan akuntanble. Sehingga ketika ijin pendaftaran itu terbit, pada saat itulah secara hukum, merek jeans tersebut dianggap syah sebagai milik si pesaing yang nakal itu.
Karena merasa berhak secara hukum, maka si pesaing yang nakal itu melaporkan Bang Bahar kepada pihak yang berwajib dengan tuduhan bahwa Bang Bahar sudah memalsu dan mengedarkan merek dagang yang dimilikinya.
Singkat cerita, secara hukum Bang Bahar salah dan kalah. Memperhatikan potensi bisnis jangka panjang dan investasi yang sudah ditanamkan, akhirnya Bang Bahar terpaksa ‘membeli’ kembali merek dagangnya sendiri. Menyedihkan bukan?

Tanda TM (Trademark), ® (Registered), dan © (Copyright)
          Tanda-tanda ini menempel di merek-merek dipasaran. Tanda TM (Trademark/Merek Dagang) pada symbol/tulisan merek dengan adalah suatu identitas dari suatu produk yang membedakannya dengan produk yang lainnya.  Lihat Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek.
Tanda ® (Registered/Terdaftar) adalah berarti bahwa produk yang punya simbol tersebut telah terdaftar dalam Daftar Umum Merk yang dibuktikan dengan terbitnya sertifikat merek. Hak eksklusif dari sebuah merek dagang terdaftar akan terus dimiliki sepanjang merek dagang itu di-register ulang secara berkala.
Tanda © (Copyright/Hak Cipta) merupakan hak eksklusif pencipta untuk mengatur penggunaan hasil penuangan gagasan atau informasi tertentu yang memungkinkan pemegang hak tersebut untuk membatasi penggandaan tidak sah atas suatu ciptaan. Di Indonesia, masalah hak cipta diatur dalam Undang-Undang Hak Cipta diatur dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002.
        Yang pasti Penggunaan ®, TM (Trade Mark), SM (Service Mark) atau simbol-simbol di samping sebuah merek bukan merupakan sebuah kewajiban dan biasanya tidak dapat secara otomatis diberikan perlindungan hukum. Namun demikian, simbol-simbol tersebut mungkin merupakan cara yang paling baik untuk menginformasikan kepada pihak lain bahwa tanda yang diberikan tersebut adalah merek dagang, yang kemudian memberi peringatan terhadap kemungkinan munculnya pelanggaran.

“Cup, itu punyaku”
             Ini sekedar pengingat bahwa sejak kecil kita ‘dikondisikan’ untuk memproteksi hak personal. Ketika kita berebut mainan bersama teman sepermainan, dari jauh kita akan menunjuknya dan mengatakan,”Cup, itu punyaku”. Lalu kawan-kawan yang lain akan menghormati klaim kita tersebut.
           Dengan mengatakan “CUP”, seolah-olah ada sebuah pemberitahuan bahwa kitalah penemu pertamanya dan karenanya kita punya hak khusus dan eklusif atas penemuan tersebut.
              Aksi ‘cup’ ini sudah dilakukan dan terbukti dimenangkan oleh perusahaan-perusahaan besar seperti Sony, Aple, Samsung dll. Sayang dulu Bang Bahar yang tidak melakukan aksi “cup” terlebih dahulu.


                                                                             Konsultasi & Pelatihan; tj@cahyopramono.com
Previous
Next Post »