“Jangan Bodoh, Apapun Bisa Dijual”


Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 9 Februari 2015, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya

           Mestinya anda minta orang-orang menampar pipi anda dengan keras dan berulang, jika hingga saat membaca tulisan ini anda masih memikirkan dan ragu-ragu mau berbisnis apa!
            Tamparan itu penting untuk membangkitkan anda dari mimpi-mimpi tiada berujung. Dengan tulisan ini saya ingin meyakinkan anda bahwa apapun bisa dijual. Yang anda perlukan segera pilih salah satu dan segera laksanakan.
Saya jamin anda akan mengalami kegagalan, mungkin rugi hingga bangkrut. Kekalahan itu hal biasa. Yang luar biasa adalah ketika dengan dengan semangat, anda segera bankit dan mulai berdiri lagi. Hingga ilmu kewirausahaan mengalir dalam darah anda.
Ingat, bahwa kewirausahaan adalah jiwa yang perlu dialami, bukan di hafal melalui buku-buku yang anda baca.

Tidak ada kunci pas
                Saya ingin menegaskan bahwa tiada kunci pas apalagi cara cepat untuk menjadi pebisnis sukses. Jika ada seminar atau buku yang menyampaikan cara singkat dan cara pasti sukses bisnis, saya jamin itu adalah isapan jempol petualang-petualang yang biasanya juga tidak pernah sukses menjalankan bisnis itu sendiri. Jika ada sukses yang bisa mereka banggakan, itu adalah kesuksesan menjual isapan jempol mereka sendiri. Dan anda adalah korbannya.
                Kunci dan perkakas pertukangan tiadalah Cuma satu. Jumlah dan variasinya sangat banyak. Bahkan yang alat kerja yang disebut kunci pas itu sendiri jumlahnya lebih dari 20 buah. Tidak tunggal. Artinya, anda memerlukan banyak alat dan ketrampilan untuk bisa sukses. Ingat, jika anda hanya punya palu, semuanya akan terlihat seperti paku.
                Yang menjadi penting adalah bahwa anda tidak perlu harus memiliki lengkap semua kunci itu kemudia baru anda memulai bisnis. Jika anda asyik mengumpulkan semua perkakas itu, anda sudah tua renta dan miskin ketika anda mampu mengumpulkan setengah dari jumlah perkakas itu. Kerjakan sekarang!

Ada manusia ada uang
             Secara sederhana, selama ada manusia, selalu ada potensi bisnis yang menghasilkan uang. Syaratnya adalah, fokus dan usaha tiada putus asa walaupun memakan waktu. Semua yang besar berangkat dari yang kecil. Semua yang kaya mulai dari kemiskinan.              
             Ketika Aqua hadir, air minum bukanlah barang yang dianggap penting untuk dijual. Air putih itu gratis. Ketika kita datang ke restoran, langsung saja pelayan juga menghidangkan air putih tanpa diminta. Kala itu minum air putih bukanlah gengsi, bahkan tuan rumah marasa rendah diri ketika tamu hanya minta air putih, bukannya teh, kopi atau sirup. Harga jual Aqua bahkan pernah lebih mahal dari harga bensin. Lihatlah kini Aqua atau minuman sejenis menjadi ‘bernilai’, di cari orang dan bahkan di asosiasikan dengan kesehatan.
        Ketika semua yang berhubungan dengan orang meninggal dunia adalah amal bersama, semuanya gratis. Ketika itu semuanya adalah kewajiban sosial semua masyarakat terhadap almarhum.  Lihatlah kini, kuburan sudah disewakan atau dijual kaplingan. Proses pananganan jenazah sudah ditangani oleh perusahaan jasa yang professional, hingga semua upacaranya juga tidak terkecuali. Bahkan orang mati sekalipun adalah salah satu sumber pendapatan, sumber bisnis dan laku dijual.
              Mencuci helm, memperbaiki tas dan koper, mecuci karpet, membersihkan sofa, mebersihkan pesawat telepon, mencuci mobil dan membersihkan dalam mobil kesemuanya adalah contoh yang dahulunya tidak terjadi. Dahulu kesemuanya adalah pekerjaan personal setidaknya pekerjaan pembantu rumah tangga. Kini ada mengerjakannya untuk kita.

Konsultasi & Pelatihan; tj@cahyopramono.com
Previous
Next Post »