KEKUATAN KISAH

Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 23 Maret 2015 dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya 

      Pada Salah satu Penginapan, ada sebuah kamar yang harga sewanya jauh lebih mahal dari pada kamar yang lain. Bentuk kamarnya sangat sederhana, perabotannya sudah tua dan cenderung usang. Tetapi walau mahal, kamar itu tetap laku. Ternyata kamar itu adalah kamar yang pernah ditinggali oleh Presiden Soekarno. Beliau tinggal di kamar itu karena dalam proses pengasingan oleh Penjajah Belanda.
      Perbedaan harga kamar juga diberlakukan oleh manajemen sebuah hotel di Belanda yang salah satu kamarnya pernah dipakai untuk protes sosial oleh John Lenon dan Yoko Ono.
        Pada sebuah lelang mobil tua, ada satu mobil yang berharga sangat mahal hanya karena mobil itu pernah dipakai oleh seorang artis legendaris.
       Pembaca yang budiman, saya ingin ajak anda untuk sejenak memperhatikan betapa kekuatan kisah sangat besar dalam upaya menaikkan nilai sebuah produk.

KISAH
          Yang namanya cerita --apalagi jika disampaikan dari mulut ke mulut— selalu saja akan terjadi perubahan besar dari asal muasal kejadiannya hingga sampai kepada penerima akhir dari kisah itu. Selalu ada penambahan dan pengurangan disana-sini.
               Ketika kisah itu menyangkut tokoh, tempat, kejadian dan sejarah besar, maka efek kisah itu akan lebih dramatis dan bombastis. Lalu, efek bombastis itu sendiri akan memberikan nilai tambah.
  Konon, demam batu akik atau batu mulia untuk dijadikan cincin menjadi menguat, ketika Presiden SBY menghadiahkan sebuah cincin berbatu akik dari Indonesia kepada Presiden Barack Obama.
                Ketika kisah itu ber-setting masa lalu. Semakin mudah untuk dikreasikan ulang. Karena orang-orang yang mendengar kisah itu dan lalu menceritakannya lagi, akan merasa ringan hati jika mereka menceritakannya dengan sedikit bumbu-bumbu disana-sini. Karena sangat sulit untuk dipastikan kebenarannya.
             Kondisi yang sama jika kisah itu beraroma mitos. Kisah mitos ini mudah dipercaya oleh khalayak ramai. Jika didalam kisah mitos ini banyak versi, itu tidak mengapa, sejauh poin utamanya sama.

KREASI
       Fakta diatas mengantarkan kita untuk memahami nilai sebuah produk akan bisa naik dan jauh diatas nilai kebendaannya, jika ada kisah yang ‘menjual’ dibaliknya.
       Kisah-kisah ini sangat mungkin dikreasikan, diciptakan dan selanjutnya disebarkan dengan teknik tertentu yang cukup meyakinkan sehingga publik merasa itu adalah kisah yang sebenarnya. Mohon dibaca dengan bijaksana, bahwa saya tidak sedang mengajak anda untuk menipu.
    Yang perlu diperhatikan ketika menciptakan kisah adalah kesan originalitas. Harus dikisahkan bahwa produk kisah tersebut seperti asli. Setidaknya terjadi kemiripan yang signifikan. Jika perlu disebutkan saksi atau bukti-bukti lain yang mendukung akurasi kisah tersebut.
      Salah satu contoh kreasi kisah-kisah ini adalah pada praktek jual-beli batu cincin. Ketika batu cincin dengan batu berkadar biasa tetapi memiliki tanda-tanda khusus, seperti goresan yang mirip tulisan “Allah”. Kisah yang dikreasikan bisa berupa cerita asal ditemukannya batu. Proses mimpi dan kejadian-kejadian aneh sebelum ditemukan batu tersebut. Proses sulitnya pembuatan cincin, hingga pernah dimiliki oleh tokoh spiritual dan seterusnya.
    Anda hanya perlu mendramatisir kisah tersebut. Jika perlu, minta seorang tokoh spiritual untuk memakainya beberapa waktu. Foto dan jadikan itu bukti untuk memperkuat kisah yang hendak anda sampaikan. Niscaya batu cincin itu akan laku dijual dengan harga mahal. akan lebih meyakinkan lagi, jika ada beberapa tokoh lain yang juga yang memakai cincin itu. Yang penting, anda jangan menipu.

                                                                              Konsultasi & Pelatihan; tj@cahyopramono.com
Previous
Next Post »