Kopi Dari Biji Salak (Difersifikasi Produk)

Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 16 Maret 2015, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya.

HITAM seperti kopi, pahit serasa kopi, sedap seperti kopi, tetapi seratus persen bukan kopi. Kopi antik ini diproduksi oleh Gulma Mendrofa, yang tinggal di Tapanuli Selatan. Mendrofa menjualnya di gerai kecil sekitar 30 menit perjalanan dari Padang Sidempuan menuju Sibolga.
Kopi aneh ini benar-benar laris. Saya berbagi kemasan kopi terakhir yang tersedia dengan seorang pembeli asal Kota Medan. Bagi beberapa konsumen yang sempat saya wawancarai, mereka ketagihan meminum kopi ini. Kata mereka, kopi ini tidak terasa asam, ramah di lambung dan tidak membuat tekanan darah naik.
Sebuah karya cipta kreatif dari seorang pengusaha yang hidup di lingkungan penghasil Salak. Selama ini salak hanya dijual dalam bentuk buah. Dan jika panen berlimpah, maka harga akan jatuh dan potensi busuk selalu menjadi ancaman.
Mendrofa berhasil menciptakan 11 jenis produk yang benar-benar berbeda dari produk aslinya. Buah salak di tangan Mendrofa bisa berubah bentuk menjadi sirup, dodol, kecap, keripik, kurma palsu, bahkan jadi minuman anggur yang tidak kalah dengan wine asal Australia atau Perancis Selatan.
Sederet penghargaan dari kementrian dan banyak pihak lain diterima Mendrofa. Dan perlahan tetapi pasti, pasar produknya semakin membesar. Mendrofa sudah menciptakan nilai tambah dari produk buah salak yang selama ini menjadi raja di Sidimpuan ini.

Produk Turunan
      Dalam tulisan saya minggu lalu, saya membahas variasi produk dari bentuk dasar yang sama dan kemudian dikemas dalam tampilan yang berbeda dan nama yang berbeda. Karya Gulma Mendrofa dengan produk turunan dari Buah Salak diatas adalah salah satu contoh penciptaan produk turunan dari bahan dasar yang sama dan menghasilkan produk yang benar-benar baru dan berbeda.
       Menciptakan produk turunan sangat penting ketika produk induk yang tunggal mencapai titik jenuh. Pasar terus berkembang, selera pasar juga ikut berkembang. Tidak semua ceruk pangsa pasar memiliki minat dan selera yang sama dengan produk tunggal yang kita jual. karena itulah, menciptakan produk turunan menjadi penting.
          Tantangan terberat dari penciptaan produk turunan adalah kreatifitas. Tantangannya adalah bagaimana menghasilkan produk baru yang benar-benar berbeda dengan produk induknya.
    Kata kunci dari kreatifitas ini adalah, tiada yang tak mungkin. Seperti Mendrofa, ia menghabiskan waktu yang tidak sedikit untuk melakukan uji coba dan riset. Benar bahwa energy dari penciptaan ini sangat besar. Tetapi untuk menjadi pemimpin yang menemukan produk eklusif, riset adalah keharusan.
      Etika Mendrofa sudah mendaftarkan paten hasil ciptaannya, dia sedang menabung harta karun yang besar dimasa yang akan datang. Ketika produk ciptaannya popular dan mendapat tanggapan positif dari pasar.

Memimpin
                Menjadi market leader/pemimpin pasar, sangat mudah dilakukan jika kita adalah penemu sebuah produk dan kita yang pertama kali memasarkannya. Jika nanti akan ada pengiku, mereka adalah pengekor. Menjadi pihak yang pertama adalah kunci dasar agar pasar mengenal kita.
                 Menjadi terkenal dan menguasai pikiran pasar sangat mudah jika kita yang pertama melakukannya. Karena manusia biasanya tidak mengingat yang kedua. Semua dari kita pasti ingat siapa yang pertama kali menemukan Benua Amerika, yang pertama berjalan di Bulan dan Gunung tertinggi di dunia. Tapi kita tidak ingat, siapa orang yang kedua yang melakukannya.
                   Dan sore ini, saya meminum kopi Buah Salak yang pertama ditemukan oleh Gulma Mendrofa.
  
                                                                Konsultasi & Pelatihan tj@cahyopramono.com , @tj_cahyo

Previous
Next Post »