Kumpulkan Pesaingmu, Engkau Akan Cepat Bertumbuh (Penggenjot Kreatifitas)

Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 29 Desember 2014,di halaman 7. Di perbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya


                SAYA belajar dari pohon karet. Dalam beberapa tahun saya sering melewati perkebunan karet yang cukup besar di Provinsi Sumatera Utara. Saya melihat betapa pertumbuhan pohon ini sangat cepat. Dalam waktu yang segera pohon-pohon itu menanjak mencuat tinggi. Dan tidak lama berikutnya pohon industri ini sudah bisa dipanen hasilnya.
                Penasaran dengan proses tersebut, saya sempat bertemu dengan salah seorang pekerja yang mengurusi tanaman ini. Ternyata kini mereka mampu menubuhkan lebih capat 2 tahun dari proses pertumbuhan yang biasa terjadi. Sebuah langkah hebat yang bisa menghemat waktu, biaya, tenaga dan pikiran. 2 tahun untuk sebuah pohon keras adalah waktu yang sangat berharga.
          Salah satu rahasia pertumbuhan cepat tersebut adalah upaya yang sengaja agar terjadi persaingan pertumbuhan antar pohon. Sejak kecambah, mereka disandingkan dengan jarak yang sangat dekat satu dengan yang lainnya. Lalu secara bertahap jaraknya diperlebar seiring volume perkembangannya. Pohon-pohon ini bertumbuh dengan bersaing. Semakin rapat jarak antar mereka, semakin cepat mereka menjulang menjangkau matahari. Hingga pada ukuran tinggi tertentu, jarak mereka ditetapkan tanpa diubah lagi.

Contoh Kasus Dodol Pasar Bengkel
                Konsep yang sama terjadi di pasar bengkel di daerah Serdang Bedagai. Antar penjual dodol yang berkumpul dalam lokasi yang sama, terjadi persaingan yang ketat. Produk mereka yang sama dan pangsa pasar yang sama, memaksa mereka untuk berusaha tampi lebih menonjol. Mereka yang tidak bisa mengikuti persaingan maka kemudian akan menuai kejatuhan bisnis.
             Di Pasar Bengkel itu, awalnya hanya ada satu jenis dodol saja. Kemudian tercipta dodol dengan berbagai rasa tambahan seperti rasa durian, rasa pandan dan beberapa rasa yang lainnya. Dimulai oleh salah satu pedagang dan kemudian ditiru oleh semua pedangang dodol yang lainnya.
              Ketika salah saru dari mereka membuat tata tempat toko dengan membuka ruang pamer yang lebih lebar dan lebih terlihat, maka ramailah toko tersebut. Dan konsep itupun lalu ditiru oleh toko-toko yang lainnya. Ketika persaingan semakin ketat, salah satu toko membuka akses bagi pengunjungnya untuk melihat proses pembuatan dodolnya. Sebuah atraksi menarik dan meningkatkan tingkat kepercayaan konsumen meningkat. Konsumen bisa melihat secara langsung bahan baku yang berkualitas, proses produksi yang sehat dan higienis. Dan kini ada beberapa toko yang melakukan hal yang sama.
Kini saya sedang menunggu, konsep apa lagi yang akan mereka lakukan.

Bersaing menghasilkan kreatifitas
              Setelah kita memahami manfaat bagi konsumen atas berkumpulnya binsis sejenis (lihat tulisan saya terdahulu), kini kita lihat betapa berkumpul dengan para pesaing dalam satu zona, adalah salah satu langkah positif untuk memancing daya cipta kreatif yang positif. Kita terpaksa untuk memeras otak dan itu berakibat kepada tumbunya kreatifitas yang positif.
                 Bagi mereka yang tiada bersaing, maka pertumbuhannya akan lambat dan bisa terkaget jika mendadak ada pesaing datang medekat. Persaingan sejatinya adalah cara paling alami untuk maju dan berkembang pesat. Persaingan adalah jiwa dasar manusia bahkan sebelum menjadi janin sekalipun.
         Untuk bisa bertahan dalam persaingan, diperlukan kekuatan yang tidak sederhana. Harus lebih baik dan lebih cepat. Tentu saja kreatifitas dan kemampuan manajemen ditantang secara terbuka dan keras untuk bisa menang dalam persaingan tersebut.
     Artinya, tiap dari kita terlahir untuk bersaing dan mereka yang kalah bersaing akan musnah.
               

Konsultasi & Pelatihan; tj@cahyopramono.com
Previous
Next Post »