Lihat Siapa Yang Bicara, Tak Penting Apa Katanya (Testimoni Dalam Kemasan Produk)

Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 3 November 2014 dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya

JUDUL diatas sangat tidak nyaman jika dikonsumsi dengan pikiran yang ideal, tetapi realitanya, kebanyakan orang sungguh tidak perduli karena sebenarnya kita lebih cenderung melihat siapa yang berbicara daripada apa isi perkataannya.
Banyak umat yang lebih perduli apa kata ustadz daripada apa yang dikatakan dalam kitab sucinya. Banyak orang yang tergila-gila dengan tokoh kesayangannya dan mendengarkan apa katanya tanpa saringan.
Lihatlah, betapa banyak orang yang menjadi korban penipuan karena terpukau dengan penampilan penipunya. Lihatlah banyak orang yang salah kostum karena meniru artis pujaannya. Lihatlah bagaimana seseorang rela berkorban demi kekasih yang dicintainya tanpa berpikir panjang.

Testimoni
                Melanjutkan pembahasan pengakuan dalam artikel membuat kemasan pada minggu lalu, dimana sudah seharunya kita membuat pengakuan-pengakuan yang baik dalam kemasan produk kita, karena kemasan adalah wakil kita yang harus ‘berbicara’ kepada calon pembeli produk kita.
            Nah, sekarang saya harus mengingatkan anda, bahwa pengakuan kadang kala tidak membantu dalam membangun keyakinan calon pembeli akan kredibilitas produk kita. karena pada dasarnya, kredibilitas kita bukanlah apa yang kita akui, tetapi atas apa yang kita tunjukkan.
                Realita itulah yang memaksa kita untuk mencari terobosan cerdik agar calon pembeli bisa langsung percaya kepada produk kita ketika membaca label atau kemasan produk kita.
  Ketika produk kita masih berusia dini, dan belum banyak terbukti manfaat dan kelebihannya, pengakuan diri pasti tidak cukup sakti untuk menghipnotis calon pembeli. Ketika itulah kita membutuhkan seseorang atau sekelompok orang yang bersedia menjadi saksi bahwa ia atau mereka sudah membuktikan keunggulan produk kita.
               Saya boleh sekali mengaku kepada anda bahwa saya adalah keponakan Presiden Jokowi atau saya adalah teman dekat Barack Obama, tapi siapa yang akan percaya atas pengakuan saya tersebut? Tentu saja situanya akan berbeda, jika Presiden Jokowi menyebutkan kepada anda bahwa saya adalah keponakannya atau suatu ketika saya muncul disebuah layar televisi bersama Barack Obama dengan posisi sangat akrab dan diakui oleh Obama bahwa saya adalah sahabat karibnya.
                Saksi-saksi itulah yang akan memberikan kesaksian atau testinomi kepada calon pembeli produk kita. Tentu saja diperlukan pemilihan saksi yang tepat, terkenal atau dikenal ahli dalam bidang produk kita. Mereka diharapkan akan mempengaruhi cara berfikir calon pembeli sehingga meningkatkan level kepercayaan mereka kepada produk kita.

Saksi dan Kesaksian
               Selain saksi yang tepat, terkenal atau dikenal ahli dalam bidang produk kita, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam penyertaan testimoni dalam prduk kita. Yang pertama, pilihlah saksi yang kredibel, diakui dan diyakini publik. Kurang tepat jika seorang petani mengomentari kecanggihan komputer. Pilihlah ketokohannya cocok dengan sasaran pasar yang ingin ditarget.
   Kedua, pastikan nara sumber benar-benar pernah merasakan/mengalami menggunakan produk yang akan dipromosikan. Jangan asal mengaku, itu kriminal.
   Ketiga, gunakan bahasa Saksi yang natural dan tidak terllihat dibuat-buat. Pastikan kalimat kesaksian dan keterangan lain cukup dalam label produk kita. Ke Empat, ikuti kaedah-kaedah promosi sebagaimana biasanya.
    Ke lima Pastikan ada kontrak dengan pihak saksi agar mengijinkan kita menggunakan testimoninya untuk keperluan promosi kita agar kita tidak dituntut di kemudian hari.
    Orang Asia, terutama orang Indonesia masih sangat percaya kepada referensi sebagai dasar untuk membeli, bukan spesifikasi dan keistimewaan sebuah produk. Silahkan manfaatkan peluang ini.

                                                             Konsultasi & Pelatihan; tj@cahyopramono.com
Previous
Next Post »