Numpang Ngetop (Memilih Lokasi Usaha)


Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 12 Januari 2015, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya

               Semoga pengalaman memilih lokasi bisnis saya bisa bermanfaat bagi anda. Salah satu bisnis saya adalah toko retail dengan pasar dari kalangan tertentu. Mereka adalah dari golongan terdidik, menyadari manfaat kesehatan dan memiliki daya beli menengah.
Saya memulai toko yang pertama di lokasi sentra kuliner Kota Medan yang kebetulan dekat dengan salah satu kampus ternama di kota ini. Lokasi tersebut adalah tempat kalangan menengah nongkrong dan kebetulan juga merupakan jalur utama menuju salah satu komplek perumahan mahal di kota ini. Alhamdulillah toko tersebut berjalan sukses hingga kini.
 Cabang yang ke-dua saya pilih lokasi yang merupakan jalur menuju komplek-komplek perumahan yang lumayan besar. Kebetulan, ada lokasi persis disampin sebuah bank swasta nasional yang sangat terkenal. Jumlah nasabahnya sangat banyak. Saking banyaknya, banyak nasabah bank ini yang numpang parkir di depan toko kami. Al hasil, kami mendapatkan promosi gratis dan Alhamdulillah Toko ke-dua ini melaju dengan cepat dan menguntungkan.
Toko ke-tiga saya buka berdekatan dengan salah satu rumah sakit swasta yang pasiennya lumayan banyak. Kebetulan produk kami sangat cocok sebagai suplemen dan obat bagi para pasien. Kami mendapat keuntungan promosi dari para pasien dan keluarga pasien yang datang ke rumah sakit tersebut.
Toko ke-empat saya buka di jalur para pekerja yang daerah itu penduduknya sangat banyak. Lokasinya berada dalam lingkup swalayan besar. Sayangnya, toko ke-empat ini tidak berumur panjang, karena ternyata daya beli masyarakat di daerah itu relative kurang tinggi dan swalayan tempat kami numpang itu juga tidak cukup mendapat perhatian public.
Toko ke-lima saya buka di kota satelit seputaran kota ibu kota propinsi ini. Kota ini lumayan sepi pada siang hari tetapi menjadi penuh di malam hari. Saya mendapat lokasi berdampingan dengan sebuah café terkenal dengan jumlah tamu yang lumayan banyak dan berada disamping kantor pemerintahan dengan jumlah pegawai ratusan orang. Alhamdulillah toko ini berjalan dengan baik dan memberikan sumbangan keuntungan yang positif.

Numpang Ngetop
Semua bentuk bisnis yang sudah berjalan, pasti sudah punya pelanggannya sendiri. Kelas sosial pelanggannya tergantun dari produk yang mereka jual. dan sudah pasti, pelanggan mereka adalah juga calon potensial untuk menjadi pelanggan bisnis kita.
            Dalam kasus toko yang saya buka. Kesemuanya sangat pasti mendapat keuntungan dari bisnis yang sudah ada sebelumnya. Sebutlah eksistensi zona kuliner yang ramai pengunjung, keberadaan bank swasta yang terkenal, rumah sakit dan café yang terkenal. Kesemua bisnis tersebut sudah memiliki pasar yang jelas dan lumayan terkenal. Dalam situasi ini, saya tinggal memanfaatkan keberadaan mereka dan saya numpang ikut promosi dari pengunjung atau pelanggan dari usaha yang sudah ada didekat toko saya.
           Benar saya melakukan beberapa langkah promosi, tetapi sangat sedikit dan secara pasti saya menyadari betapa saya diuntungkan dengan berdekatan kepada bisnis lain yang sudah terlebih dahulu terkenal.
          Benar untuk mendapatkan lokasi tersebut, saya memerlukan waktu untuk mempelajari karakter calon konsumen yang berada didaerah yang saya tuju dan berburu lokasi dengan sabar.
                Yang menarik adalah, bahwa bisnis-bisnis yang saya domplengi itu tidak asal memilih lokasi. Mereka sudah melakukan studi yang serius bahkan membayar tenaga professional yang mahal untuk menentukan kelayakan pembukaan lokasi usahanya. Artinya, dengan mendekat kepada mereka, kita juga ikut menikmati hasil studi yang mahal tersebut.

                                                                Konsultasi & Pelatihan; tj@cahyopramono.com

               

Previous
Next Post »