Satu Produk, Beda Warna, Beda Nama, Beda Harga

Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 9 Maret 2015, di halaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya

SABTU sore di sebuah bengkel, terlihat beberapa pekerjanya sedang bersiap-siap hendak pulang. Saya mendapati dua orang pekerja yang memiliki sepeda motor dengan merek dan jenis yang sama sedang mencopot tangki BBMnya. Saya Tanya, mengapa dicopot?, mereka jawab, “Mau gantian Pak”. Saya pikir ada yang rusak sehingga mereka menukar tangkinya. “Gak ada yang rusak kok Pak, hanya ingin variasi saja!” jawab mereka.
Saya semakin penasaran, mengapa mereka harus bergantian tangki BBMnya jika hanya untuk tampil bervarisi. Mereka akhirnya menunjukkan rahasianya. “Nih Pak, kan beda lis warna dan coraknya!” aku mereka sambil menunjukkan pola garis yeng berbeda dan warna yang berbeda. Ya Tuhan… sebegitunya anak-anak muda ini ingin tampil.
Benar bahwa sekilas memang tidak kentara perbedaan kedua sepeda motor tersebut, tetapi setelah diperhatikan, perbedaan garis dan warna itu sangat mencolok. Mereka masing-masing merasa menaiki kendaraan yang baru. Malam minggu ini mereka akan tampil beda, tampil baru.

Satu dan banyak
          Membuat cetakan mesin sepeda motor tidak seperti membuat cetakan kue yang bisa setiap hari diganti. Tentu biayanya sangat mahal. Jadi pabrik motor akan mencetak dengan jumlah ideal sesuai dengan perhitungan potensi keuntungannya. Tentu tidak langsung laku habis di tahun yang sama. lalu pabrik itu mencoba memberikan modifikasi pada bagian-bagian luar yang bisa membedakan tahun pemasaranya.
Coba amati sepeda motor terlaris di negeri kita ini. Merek tunggal itu memiliki sekian banyak varian. Pada produk mesin berkapasitas 110 cc saja tidak kurang dari 6 model yang diluncurkan. Masing-masing menggunakan nama yang berbeda-beda. Padahal mesinnya sama. di produksi dengan cetakan yang sama dan pada tahun yang sama. Dengan membedakan warna, sedikit sentuhan dan nama sebutan yang beda, jadilah produk yang terkesan berbeda.
           Hanya teknik kemasan dan teknik pemasaran saja yang membuat orang awam melihatnya sebagai produk yang berbeda. Pada gilirannya akan ada banyak pelanggan yang dengan fanatik memilih salah satu dari varian itu. Lalu gossip satu persatu beredar. Diantara gossip itu menyebutkan bahwa salah produk dengan warna dan kemasan tertentu itu sangat bagus dan berkualitas. Pasar benar-benar terbutakan oleh realita bahwa sebenarnya mereka hanya terhipnotis oleh kemasan saja.

Harga dan Persaingan
                Penciptaan variasi produk bukan saja karena tuntutan selera pasar yang cepat bosan. Variasi produk penting untuk bisa melayani semua pangsa pasar dengan daya beli yang berbeda. Hal ini penting agar pasar benar-benar terkuasai dan tidak berpaling kepada merek pesaing.
              Komponen biaya bisa dipertimbangkan dengan memilih komponen produksi yang tepat. Sebutlah rem tromol dan rem cakram berbeda dalam hal harga. Maka, untuk sepeda motor yang murah, cukup diberi rem tromol. Sedang yang akan dujual dengan harga sedikit mahal diberi rem cakram. Tentu saja pada sepeda motor dengan jenis dan cc yang sama.
                Belum lagi, masalah psikologi warna. Untuk warna hitam, bisa jadi harga jualnya akan lebih mahal. karena, warna hitam lebih banyak peminatnya.
              Variasi produk yang banyak bisa membuat pesaing berfikir ulang jika ingin mengeluarkan produk baru, karena mereka akan melihat realita bahwa produk yang mereka ciptakan sudah ada beredar dipasaran.
  Menciptakan produk yang bervariasi menjadi wajib hukumnya untuk pasar asia, terutama Indonesia. Karena kita cepat merasa bosan.

                                                                      Konsultasi & Pelatihan tj@cahyopramono.com , @tj_cahyo
Previous
Next Post »