Sekadar Alasan (Positioning Produk)

Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 25 Agustus 2014, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya
                
SETELAH merek anda pilih dengan yakin dan mantap, selanjutnya adalah strategi untuk menjadikan merek tersebut menjadi terkenal. Menjadi terkenal pasti karena ada sebuah alasan. Artinya, pemilik merek-produk harus dengan bijak mencari alasan untuk memperkenalkan merek-produknya.
                Agar pasar yang dituju memahami produk yang ditawarkan serta bisa membedakannya dengan pesaing,  harus ada usaha kreatif untuk menemukan suatu celah di benak konsumen agar konsumen mempunyai kesan yang khusus terhadap merk-produk atau bahkan terhadap perusahaan.
        Ketika dunia sekarang ini sedang  dilanda over komunikasi, terjadi ledakan produk dan media, membuat pikiran target pasar tidak mudah fokus. Karenanya, mestinya pertimbangan bukan sekadar faktor kekuatan dan kelemahan saja, tetapi juga menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda dengan yang lain.  Pastikan kita dengan cerdik mengkaitkan apa yang ada di dalam pikiran public dan mengkaitkan hubungan-hubungan yang telah ada dengan tepat dan pada waktu yang tepat di dalam pikiran seseorang.

Product Positioning
Untuk mencapai product positioning yang kuat suatu perusahaan perlu melakukan diferensiasi (upaya membedakan diri) dalam banyak faktor yaitu: teknologi, harga, kualitas, saluran distribusi atau sasaran konsumennya. 
Ada 4 kunci utama, --The Golden Rules of Product-- ; Pertama, harus mengkuti trend dan dinamika pasar, seperti trend teknologi, persaingan, sosial, dan ekonomi. Kedua, harus lebih ramah dengan teknologi dan kualitas. Ketiga; Harus mentargetkan produknya pada segmen pasar khusus, tidak lagi bisa keseluruh segmen.  Keempat, harus mau berinovasi dengan produk baru dan perhatikan reaksi pasar.

Strategi
Ketika hendak memperkenalkan merek-produk, ada beberapa alasan yang bisa anda gunakan;
Pertama; alasan atribut. Alasan ini digunakan ketika anda yakin merek-produk anda lebih unggul dibanding pesaing, seperti ukuran, usia, jangkauan dll.
Kedua, alasan menurut manfaat.  Anda dengan kreatif menunjukkan nilai manfaat yang besar bagi pasar. Pastikan bahwa manfaatnya jauh bernilai dibanding alasan apapun.
Ketiga, alasan penggunaan atau penerapan. Jika merek-produk anda menawarkan manfaat yang lebih dibanding alasan lain. Hotel yang murah dan kecil tidak bisa disandingkan dengan hotel besar dan mahal, hotel ini bisa memperkenalkan diri sebagai sarana ‘untuk sekedar tidur, mengapa harus besar dan mahal?”.
Keempat, alasan menurut pemakai. Ini berarti memposisikan merek-produk sebagai hal yang terbaik untuk pemakai. Biasanya untuk pasar khusus yang memperhatikan kondisi khsusus, seperti kelompok biker, kelompok pecinta alam dll.
Kelima, alasan menurut pesaingan. Cara ini secara terbuka melawan pesaing. Misalnya ketika warung sebelah menjual bakso bola pingpong, si pesaing menjual ‘bakso bola tenis’.
Keenam, alasan menurut kategori produk. Ketika permen Kopiko tidak mau disebut sebagi permen, tetapi mengaku sebagai kopi dalam bentuk permen. Seperti mobil kijang terbaru yang menyebtu dirinya innova.
Ketujuh, alasan posisi harga atau kualitas. Anda boleh memilih ini ketika dengan yakin mampu menawarkan nilai terbaik. Anda dapat menggunakan alasan, “harga berbicara”.

Alasan
             Kesejatian alasan, hanyalah sebuah poin untuk memulai. Manusia tidak akan mudah menerima hal-hal yang tidak ada alasannya. Bahkan ketika menerima rejeki mendadak, mereka sering terbodoh dan tidak percara.
                Publik menunggu alasan itu. Dan mereka akan merangkai alasan itu dengan data yang sudah ada dibenaknya. Hindarkan membuat alasan yang tidak dikenal publik. Hal yang sama sekali baru dan asing pasti akan mendapat tantangan dan penolakan.

Konsultasi & Pelatihan; tj@cahyopramono.com
Previous
Next Post »