Siapa perduli dengan iklan, “Kami memang beda?” (diferensiasi)

 Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 16 September 2014 dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya 

PERSIS seperti jika saya memperkenalkan diri kepada anda sebagai keponakan SBY atau sebagai sahabat Barack Obama. Siapa perduli dan siapa yang mau percaya?
            Dalam menciptakan perbedaan, sejatinya sama dengan kredibiltas. Seseorang akan percaya dan perduli bukan karena pengakuan seseorang yang lain, tetapi karena sesuatu yang nyata terlihat, terdengar atau terasakan.
         Artinya, ketika kita mengaku berbeda, selayaknya ditunjukkan dengan perbedaan yang nyata. Sebutlah jika anda mengenakan baju berwarna putih dan celana berwarna abu-abu. Lalu anda berkumpul di barisan anak-anak SMU, tentu orang akan berfikir dan menganggap anda juga pelajar SMU. Sampai berkeringat pun anda menjelaskan kepada orang-orang bahwa anda bukanlah pelajar SMU, pasti orang tidak akan percaya.
       Jika anda ingin dikenal bukan sebagai pelajar SMU, maka kenakanlah pakaian berwarna lain. Walaupun anda berkumpul dengan mereka yang pelajar SMU, pasti anda akan dianggap orang lain.

Mengapa harus berbeda
            Ketika anda atau produk-bisnis anda terlihat, terdengar, terasa sama dengan yang lain, maka anda akan juga dianggap sebagai pihak lain tersebut.
           Ketika anda tidak berbeda, tentu tidak ada alasan khusus bagi pasar untuk mendekati anda. Tidak ada alasan khusus untuk membeli produk-bisnis ada. Untuk itu, menjadi “berbeda” sangat penting dilakukan. Beda yang sebenarnya. Bukan mengaku beda.
  Dalam ilmu pemasaran, perbedaan yang saya sebut diatas disebut dengan differentiation. Dalam pembahasan terdahulu, positioning itu letaknya di benak target konsumen, maka differentiation itu adalah “beda” yang sebenarnya. Perbedaan yang benar-benar teknis, terlihat, terdengar dan terasakan.
  Positioning bisa dibentuk dengan strategi dan taktik komunikasi yang tepat, tetapi diferensiasi harus benar-benar teraplikasikan dalam setiap produk atau jasa anda. Pada akhrinya strategi perbedaan ini akan memperkokoh positioning merek-produk bisnis anda di dalam benak konsumen.

Apanya yang beda?
 Produk fisik merupakan hal yang potensial untuk dijadikan pembeda. Anda dapat membedakan produk bisnis anda berdasarkan spesialisasi, kualitas kinerja, kualitas kesesuaian, keandalan, atau produk yang mudah diperbaiki, bisa juga pada gaya dan rancangan.
 Sekalipun anda berada dalam satu komplek dengan pesaing yang sangat banyak dan menjual produk yang sama, bukan berarti tidak bisa dibuat perbedaan. Sebutlah anda berjualan dodol di Pasar Bengkel Serdang Bedagai, dimana sepanjang  jalur tersebut semua pedagang menjual produk dodol seperti anda. Karena perbedaan ini harus aktual, maka anda bisa saja membedakan diri dengan bentuk tampilan toko secara fisik. Mulai dari bentuk, ukuran, warna dan pola alur masuk kendaraan.
 Selanjutnya, anda bisa membedakan diri dengan jenis produk baik dalam bentuk rupa, rasa, nama, ukuran dan harga. Ketika dodol hanya satu jenis rasa, kini sudah mulai ada rasa-rasa yang lain  seperti rasa durian dan aroma pandan. Ketika itu sudah ditiru oleh pesaing, mungkin sudah saatnya anda menambah opsi rasa-rasa yang lain.

Tentara gila atau gila tentara
           Ini yang saya sebut sebagai anti perbedaan. Banyak pendekatan strategi bisnis yang mengekor dan menjiplak dengan harapan agar terikut berkah dari pendahulunya. Tapi ingat, bahwa penjiplak dan pengekor bukan peminpin. Sama seperti ketika orang-orang menggunakan atribut yang berbau tentara dan berada di luar lingkungan tentara, tentu bisa kita pastikan hanya dua orang yang melakukannya; Tentara gila atau gila tentara. Yang pasti, keduanya bukanlah tentara yang sebenarnya.




Konsultasi & Pelatihan; tj@cahyopramono.com
Previous
Next Post »