Nama Yang Berharga (Urgensi Label Merek)

Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 6 April 2015, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya

SEPATU  olah raga yang bertanda seperti tanda centang, dipasaran berharga jutaan rupiah. Pemilik Merek Sepatu ini tidak memiliki satu pun pabrik sepatu di seluruh dunia ini. Mereka hanya memiliki merek saja. Di Indonesia, produk yang dibuat di sekitar Ibu kota Negara kita. Konon nilai rupiah yang diterima oleh pihak pabrik kurang dari tiga ratus ribu rupiah untuk setiap pasangnya. Betapa jauh angka yang diterima pihak pembuat dan pihak yang memiliki merek.
Cerita yang sama ketika para petani membeli cangkul dengan merek bergambar binatang reptile raksasa. Yang dibayarkan oleh petani kepada pemilik merek bernilai jauh lebih besar dibanding yang diterima oleh para pengrajin tradisional yang lelah dan berpotensi budeg dalam membuat cangkul tersebut.
Kini, jika merek minuman cola yang terkenal itu dijual, mungkin harga mereknya jauh lebih mahal daripada nilai seluruh pabriknya di seluruh dunia.

Label merek
              Saya masih sering menemukan produk-produk bangsa kita yang tidak juga memiliki label merek. Padahal kualitasnya sangat bagus. Ketika saya tanya kepada pemiliknya, alasannya hampir selalu sama. pertama, karena merasa tidak penting untuk menempelkan label merek. Yang kedua karena tidak tahu manfaat memberikan label merek. Yang ketiga karena merasa repot mengurus merek. Yang keempat karena tidak tahu dimana bisa ditempelkan label merek mereka di produk yang mereka punya. Yang kelima karena permintaan dari pemesan. Yang keenam karena merasa terbeban dengan tambahan biaya pembuatan label merek. Yang ketuju karena tidak yakin produknya bisa bertahan lama.
             Semua alasan itu boleh saja diterima dengan konsekuensi logis bahwa yang dijual hanyalah produk itu saja. Tidak ada investasi nilai merek dimasa yang akan datang dan tidak ada kesadaran bahwa suatu saat harga produk mereka bisa sangat tinggi dan memberikan keuntungan besar hanya karena merek yang sukses diterima pasar.
           Sebutlah roti terkenal dari Pematang Siantar—Ganda-- dan Bika Ambon Zulaika, merek merekalah yang menjadi jaminan lakunya produk ini dibanding pesaingnya. Apakah anda tidak ingin seperti ini?

Semua bisa diberi Label
                Bagi mereka yang merasa sulit menempatkan label merek, ini beberapa contoh sebagai inspirasi. Telur asin yang bisa dibuat dimanapun masih bisa diberi label merek. Sebutlah telur asin dari Brebes, di cangkangnya diberi stempel kecil tetapi jelas menyebutkan merek produsennya.
                Para pengrajin furniture, lihatlah beberapa produk buatan pabrik selalu ditempel merek dagangnya di produk mereka. mereka memilih sudut-sudut tertentu dengan design yang manis dan apik. Artinya bukan tidak mungkin anda menempelkan label usaha anda pada produk yang anda produksi.
                Buah dan sayur organik juga sangat mungkin diberi label merek, buat saja bungkus yang berfungsi sebagai pengikat dan pengemas yang memungkinkan didalamnya diberikan label merek.
              Yang pasti, semua tergantung dari kesadaran anda tentang manfaat memiliki merek dagang yang bagus. Benar membesarkan merek memerlukan upaya yang tidak sederhana, memakan biaya tambahan tetapi itu akan terbayar ketika suatu saat merek anda terkenal dan dikejar masyarakat. Ingat, semua produk bisa dikemas dan semua kemasan bisa diberi label.
                Sekadar mengingatkan manfaat memberi label merek dagang; ingatlah satu merek air putih dalam kemasan. Harga air kemasan ini bahkan pernah lebih mahal dari pada harga BBM.
               
Konsultasi & Pelatihan; tj@cahyopramono.com

Previous
Next Post »