Sambil Menyelam Minum Air, Makan Ikan dan Dapat Mutiara (optimalisasi petensi pendapatan usaha)

Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 13 April 2015, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya


Ketika persaingan usaha semakin tajam. Ketika biaya semakin tinggi. Ketika harga jual produk semakin menipiskan keuntungan. Kreatifitas untuk mendapatkan keuntungan dari pontensi apapun bersatus wajib dilakukan.
Tulisan saya kali ini adalah satu contoh bagaimana cara meningkatkan pendapatan usaha. Saya memberikan contoh berupa usaha supermarket.
Kini, supermarket tidak hanya mendapat keuntungan dari margin produk yang dijual. Ada 28 jenis potensi pendapatan tambahan yang bisa diperoleh sebuah usaha retail supermarket.

Listing fee
Ini adalah biaya untuk mendaftarkan nama produk ke dalam sistem kasir. Satu barang satu daftar. Biayanya bisa sampai ratusan ribu rupiah per nama dan ukuran/jenis barang. Jika anda memasok 5 jenis kerupuk dengan 5 jenis ukuran/rasa yang beda, anda harus membayar 5 fee pendaftaran tersebut.
Coba anda bayangkan, berapa ribu jenis barang yang dijual di outlet tersebut. Dan, sekarang ini dengan sistem pemindaibarcode di kasirada biaya tambahan lagi bagi pemasok yang produknya tidak dilengkapi dengan barcode.
Listing fee ini bisa hanya berlaku untuk satu outlet supermarket atau untuk keseluruhan outlet dalam satu regional atau berlaku secara nasional. (berlaku pada usaha supermarket berjaringan nasional). Listing fee akan semakin besar harus dibayarkan oleh pemasok kepada supermarket ketika daftar produk itu diberlakukan dengan jumlah outlet yang lebih banyak.

Sewa Lokasi Pajangan
         Sumber lain adalah biaya lokasi pemajangan produk. Produk akan berpotensi lebih laku, jika dipajangkan pada lokasi yang strategis dan mudah terlihat. Untuk meminta dipajang pada lokasi di depan yang mudah telihat, pihak supermarket akan memberikan biaya sewa. Makin strategis satu lokasi, makin mahal biaya sewanya.
       Masih tentang lokasi, posisi pajangan yang setara dengan mata akan lebih mahal jika posisi pajangan yang jauh diatas kepala sehingga pelanggan harus mendogak atau posisi di bawah yang memaksa pelanggan untuk jongkok demi melihatnya.
       Ketika lokasi sudah dipilih, ada biaya lain tergantung berapa lebar ruang pajang dipakai. Untuk memajang satu produk berderet kesamping sebanyak beberapa produk akan dikenakan biaya khusus karena otomatis penggunaan rak pajang akan tersita, sehingga produk lain ‘terpaksa’ diabaikan. Pengenaan biaya khusus ini penting, karena semua pemililik produk yakin, bahwa jika satu produk dipajang dengan jumlah yang sedikit, pasti tidak akan mendapat perhatian dari calon pembeli.

Sewa Lokasi Promosi
       Topik tentang lokasi, tidak saja berupa sewa untuk pemajangan barang, tetapi juga untuk material promosi. Mulai dari pemasangan spanduk, standing banner, dan material promosi apapun. Pemilik supermarket bisa menyewakan areal-areal terbukanya untuk ditempel material promosi. Bisa di gerbang masuk, menjelang meja kasir, di lift, di escalator, di lorong ruang pajang, bahkan di lantai gedung tersebut. Tinggal menghitung berapa areal yang akan dimanfaatkan.

Optimalisasi Biaya
           Pihak supermarket biasanya akan berpromosi. Ketika berpromosi, pihak supermarket akan mengajak pihak pemasok. Masing-masing pemasok ‘dipaksa’ untuk ikut berpromosi bersama. Pemasok biasanya diminta untuk mengurangi harga dengan alasan promosi dan dukungan pembiayaan pembuatan sarana promosi berupa iklan di Koran ataupun pencetakan material promosi yang lain seperti spanduk, selebaran dll.
        Pihak supermarket akan mengarahkan agar pihak pemasok menempatkan tenaga promosinya –SPG—di outletnya. Ini akan meningkatkan penjualan produk tersebut dan menghemat biaya pagawai bagi pihak supermarket.
         Saya berharap tulisan ini bisa memicu ide kreatif untuk usaha anda.


                                                                       Konsultasi & Pelatihan, tj@cahyopramono.com

Previous
Next Post »